Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

10 Buku Paling Dicari di Bulan Juni

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Jul 2019 Dibaca: 1499 kali


Juni yang identik puisi karena Sapardi sudah terlampaui, kini waktunya menghadapi teriknya mentari, dan dinginnya malam yang kering di bulan Juli. Bulan ini kami membuat beberapa layanan baru seperti garansi kecocokan, yang mana garansi ini akan memudahkan pembaca untuk menukarkan buku yang dibelinya apabila mendapat ketidakcocokan. Semoga, menambah kenyamanan dalam menemukan buku yang dicinta.

Ketidakcocokan, misalnya, judul yang tertera dengan isi yang dibayangkan, ternyata berbeda. Dengan garansi kecocokan itu, nantinya pembaca boleh menukarnya dengan buku yang lebih sesuai dengan keinginan.

Selain garansi kecocokan, kami akan tetap membagikan beberapa judul yang paling sering dicari di bulan Juni yang lalu, semoga mampu menjadi rekomendasi bagi para pembaca.

Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah

Terkadang kita terlalu sibuk mencintai ini dan itu bahkan sampai kita lupa untuk mencintai diri sendiri, dan itu sungguh melelahkan. Mengapa manusia mulai lupa bagaimana cara untuk mencintaii dirinya sendiri? Bukankah sangat melelahkan ketika kalian ditinggalkan seseorang? Jika diri kalian sendiri yang meninggalkan dirimu, betapa sunyinya?

Penelitian di Carnegei Mellon University mengatakan bahwa rasa cinta menghasilkan emosi yang positif, hal ini mendorong sistem kekebalan tubuh orang tersebut menjadi lebih sehat. Berawal dengan menerima dan menemukan perasaan cinta kita terhadap diri kita sendiri, tentunya akan membawa kita jauh lebih bersyukur dan meminimalkan risiko stress atau gangguan penyimpangan perasaan sehingga kita akan menemukan cinta dan memiliki cinta. Namun mencintai diri sendiri mempunyai ‘seni’nya tersendiri, karena pada hakikatnya mencintai diri bukanlah mengagumi diri sendiri yang berlebihan dan menimbulkan sifat Narsistik.

Madilog

Bangsa Indonesia memandang bahwa apa yang terjadi di dunia ini dipengaruhi oleh kekuatan keramat di alam gaib. Cara pandang ini, disebut-sebut oleh Tan Malaka sebagai logika mistika. Logika ini melumpuhkan karena ketimbang menangani sendiri permasalahan yang dihadapi, lebih baik mengharapkan kekuatan-kekuatan gaib itu sendiri. Karena itu, mereka (masyarakat Indonesia) mengadakan mantra, sesajen, dan doa-doa. Melihat kenyataan bangsanya yang masih terkungkung oleh logika mistika itu, Tan Malaka melahirkan Madilog.

Mendiang peneliti LIPI, Dr. Alfian pernah menyebutkan bahwa Madilog memang merupakan karya terbaik Tan Malaka, paling orisinal, berbobot, dan brilian. Buku ini juga masuk dalam Daftar 100 Buku yang Berpengaruh dan Berkontribusi terhadap Gagasan Kebangsaan Versi Majalah TEMPO.

Tan Malaka melihat kemajuan umat manusia harus melalui tiga tahap: Dari logika mistika lewat filsafat ke ilmu pengetahuan (sains). Dan selama bangsa Indonesia masih terkungkung oleh logika mistika itu, tak mungkin ia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Madilog merupakan jalan keluar dari logika mistika dan imbauan seorang nasionalis sejati buat bangsanya untuk keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan.

Dari Penjara Ke Penjara

Tan Malaka menulis buku Dari Penjara ke Penjara dalam dua jilid terpisah. Jilid pertama menuturkan tentang pergulatannya di penjara Hindia-Belanda dan Filipina. Sedangkan jilid kedua menceritakan tentang perjalanan-nya dari Shanghai, Hongkong, hingga kembali ke tanah air. Dalam buku ini, kedua jilid tersebut dirangkum menjadi satu.

Meski berada di balik jeruji, Tan Malaka tetap berusaha mendobarak semangat perjuangan rakyat Indonesia. Baginya, barang siapa yang ingin menikmati hakikat kemerdekaan secara utuh, maka harus ikhlas dan tulus menjalani pahit serta getirnya hidup terpenjara.

Buku Dari Penjara ke Penjara yang ditulis tahun 1948 ini ditahbiskan oelh majalah Tempo sebagai salah satu buku yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi terhadap gagasan kebangsaan.

Dunia Sophie

Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahu. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: “Siapa kamu?”

Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: “Dari manakah datangnya dunia?”

Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu mempuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.

“Anda sudah lama ingin tahu apa filsafat, tetapi selalu tidak sempat, terlalu kabur, terlalu abstrak, terlalu susah, terlalu bertele-tele? Bacalah buku manis ini di mana Sophie, anak putri 14 tahun, menjadi terpesona karenanya.” —Prof. Franz Magnis-Suseno

“Kata banyak orang, filsafat itu sulit. Siapa bilang? Bacalah buku Dunia Sophie ini, dan Anda akan tahu, filsafat itu amat mudah dipahami. Makin Anda membaca buku ini, makin Anda ketagihan untuk berfilsafat. Anda tak perlu lagi mengerutkan dahi karena filsafat ternyata juga bisa dinikmati sebagai novel yang enak dibaca.” —Dr. Sindhunata

“Menikmati filsafat seasyik membaca cerita detektif, itulah yang ditawarkan Gaarder dalam buku ini. Sejarah filsafat selama dua setengah milenium menjadi bahan perbincangan dengan seorang anak. Saat Anda menemukan pelakunya bersama anak ini, Anda sudah banyak mencicipi filsafat.” —Dr. F. Budi Hardiman, Penulis buku Filsafat Modern

Membunuh Hantu Hantu Patriarki

Keberadaan perempuan di ruang publik tidak serta merta menjadikannya objek, yang dengan segelintir pujian bisa kamu dapatkan. Perempuan berada di ruang publik untuk menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman.

Ini adalah buku yang berisi bunga rampai esai-esai Dea Safira. Lebih intim lagi, buku ini semacam diary yang sangat dekat dengan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh perempuan sekarang ini. Dea, menuliskan permasalahan yang ia alami, lihat, dan rasakan sebagai pengaaman pribadi untuk dibagikan kepada perempuan lain. Bunga rampai ini adalah suluh, yang ingin menyulut perempuan-perempuan lain untuk bicara dan bercerita tentang dirinya.

Buah Segar Pendidikan

"Siswa ingin selalu mendapatkan suasana segar, hal baru, hal menarik yang belum pernah disampaikan oleh guru. ini akan melahirkan kreativitas tanpa batas dan menempatkan manusia menjadi pembelajar sepanjang hayat." –Ngadiyo

Bapak menuturkan banyak cerita, tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami. Bagaimana pendapatmu, Nak, andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu bagimu? jawab sang guru.

Tanpa kita sadari, betapa sering siswa mendapatkan makanan yang sudah dikunyah gurunya. Apabila siswa didorong untuk mencari buah segar pelajaran, mereka akan belajar mencernanya sendiri. Jika buah segar yang dikunyah mengalami masalah, siswa berhak mengadu dan guru wajib membantunya.

Kegelisahan Ngadiyo pada masalah-masalah pendidikan berbuah tulisan-tulisan segar yang tersebar di pelbagai koran, majalah, dan edaran Ora Weruh. Kumpulan tulisan dalam buku ini mencakup kritik segar untuk kebaikan pendidikan, metodologi (metodik-didaktik), seni pengajaran, serta ulasan film pedagogis penyegar pendidikan.

Teori Teori Psikologi

Ada enam pendekatan teoritis dalam psikologi, yaitu: pendekatan perilaku, pendekatan humanistik, pendekatan kognitif, pendekatan sosial, pendekatan biologi.

Setiap pendekatan memiliki fokus perhatian pada aspek fenomena psikologis yang berlainan, misalnya perilaku, emosi, dan pemikiran. Masing-masing pendekatan menekankan pengaruh yang berbeda- beda pada manusia, misalnya pola asuh orangtua, genetika, dan pembelajaran. Ada pendekatan yang sangat ilmiah, ada pula yang krang ilmiah. Buku ini, Teori-Teori Psikologi, memperkenalkan dan menjelaskan pendekatan-pendekatan utama dalam psikologi tersebut. Dalam setiap bab diuraikan tentang: asal-usul, asumsi-asumsi dasar, kontribusi penting, tokoh-tokoh yang membela, penerapannya di dunia praksis, dan tiap-tiap membantu ahli psikologi untuk memahami perilaku, pikiran, dan perasaan manusia bagaimana tiap-tiap pendekatan tersebut Selain mudah dipahami dan dipelajari, buku ini juga dilengkapi: penggambaran contoh dengan komentar dari spesialis, rangkuman per bab, latihan kemajuan dan latihan ulangan, daftar bacaan tambahan untuk mendorong studi dan penelitian lebih lanjut, dan rujukan silang dengan buku-buku lain.Juga, akan disajikan sebuah bab yang sangat menarik: Bagaimana meningkatkan kemampuan anda dalam menulis esai.

Kota Kucing dan Kisah-Kisah Lain

Dalam buku ini terdapat enam cerita yang membentuk semesta-semesta kecil Murakami. Kucing, bir, musik jazz, sureal, keterasingan, dan magis adalah bagian yang tak bisa dilepaskan dari semesta Murakami. Membaca Murakami terkadang membuat kita seolah sedang membaca diri sendiri, dan terkadang ia akan menyeret kita ke suatu tempat yang entah di mana. Suatu tempat yang asing, magis, tetapi manis—seperti pengalaman yang kita dapatkan ketika terbangun dari mimpi aneh.

“Apakah dia penulis kata-demi-kata terbaik? Tidak. Tetapi dia menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang tidak ada di dunia ini. Sebuah upaya artistik. Aku rasa dia sedang menciptakan seni.” — Nathaniel Rich, Novelis

The Power of Words Filosofi Menulis dan Membaca

Jean-Paul Sartre (1905-1980) memiliki pengaruh sangat besar terhadap banyak bidang pemikiran modern. Selain pendiri ekstensialisme, ia seorang penulis brilian, ia bekerja di banyak genre berbeda. Sebagai filsuf, novelis, penulis drama & biografi, kritikus budaya dan jurnalis politik, Sartre mengeksplorasi makna kebebasan manusia di abad yang dinaungi (overshadow) perang total.

Pengetahuan, wawasan, referensi, dan lainnya ternyata hanyalah secuil dari khasanah yang tersebar di alam semesta. Teramat banyak hal-hal lairn yang belum kita ketahui. Belum lagi misteri alam semesta yang belunm terjawab oleh manusia. Membaca dan menulis tidak bisa dipisahkan.

Membaca, mengendapkarn semua yang dibaca, merefleksikan, akhirnya menuliskannya dengarn mempertimbangkan lingkungan sosial yang terus berubah. Membaca dan menulis memerlukan etos, komitmen, dan konsistensi.

The Power of Words adalah karya yang luar biasa. Dengan perlahan Anda akan menangkap kekuatan di balik menulis dan membaca, sesuatu kebiasaan yang harus terus ditumbuhkan di negeri ini.

Karya ini akan menunjukkan kepada Anda betapa perlunya untuk membaca juga menulis. Sebuah bahan literatur yang cukup nikmat untuk dicermati dan diselami. Karya ini adalah salah satu karya besar dunia yang menjadi inspirasi banyak pemimpin dunia, dengan mengubah kebiasaan hariannya hingga kebijakan-kebijakan yang esensial.

Ekofeminisme: Kritik Sastra Berwawasan Ekologis dan Feminis

Buku ini sangat komprehensif sebagai bahan ajar karena merupakan rangkuman hasil penelitian para penulisnya atas karya-karya  sastra ‘bernafas hijau’ yang mengangkat isu ekofeminisme. Juga diperkaya dengan teks-teks yang  berisi penyadaran tentang pentingnya menjaga kesimbangan ekologi. Sehingga ilmu baru–ekokritik dapat disosialisasikan secara akademis yang terus bergerak dinamis. –Naning Pranoto, MA., (Pengelola Gubug Hijau Rayakultura).

Buku ini akan disusun menjadi empat bagian,  yang meliputi kerangka konseptual dan contoh kajian ekofeminisme. Bab pertama, berisi pendahuluan, menguraikan pentingnya generasi pembelajaran yang memiliki wawasan ekologis dan feminisme. Bab kedua, menguraikan pengertian ekofeminisme dan posisinya dalam aliran dan gerakan feminisme. Bab ketiga, menguraikan perkembangan ekofeminisme dan gerakan sastra hijau di Indonesia. Bab keempat,menguraikan beberapa contoh kajian ekofeminisme yang telah penulis lakukan.

  •  



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: