Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

10 Buku Paling Dicari di Bulan Maret

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Apr 2019 Dibaca: 1040 kali


Buku-buku ini berhasil merebut perhatian para karib Berdikari Book sepanjang bulan Maret kemarin. Kini, masuklah kita ke bulan April, di mana-mana orang-orang bercanda dan saling menipu untuk dipungkasi dengan “Hello, This is Aprilmop”. Ketimbang kita resah dengan perlakuan macam itu, segeralah mengobati diri dengan diskon yang tanpa tipu-tipu.

Inilah 10 buku yang paling dicari di bulan Maret, dan mungkin ingin kamu miliki di bulan ini:

Perihal Cinta Kita Semua Pemula

Pengalaman memang guru terbaik dan pelajaran favoritku adalah kenangan-kenangan bersamamu.

Perihal Cinta Kita Semua Pemula adalah segala tumpahan hati Mohammad Ali Ma’ruf. Ditulis dengan segenap perasaan. Dipertegas dengan ilustrasi yang akan membuatmu tersenyum getir dan tanpa sadar air matamu menetes begitu saja.

 

Persoalan Persoalan Mendasar Filsafat Bertrand Russell

Bertrand Russell (1872-1970) menulis pengantar filsafat yang masyhur ini pada tahun 1911 dan menerbitkannya pada bulan Januari 1912. Buku ini termasuk salah satu buku yang terbit dalam periode filosofis Russell yang paling produktif. Dia berkata bahwa ‘daya pikirnya tidak pernah benar-benar sembuh dari cedera’; namun, berkenaan dengan persoalan-persoalan filsafat yang umum, dia terbukti menghadirkan kesegaran dan gairah baru. Meski buku ini ditulis sebagai suatu pengantar populer—Russell menyebutnya ‘majalah murahan’—ia mempercanggih pandangan-pandangan yang telah jelas dan memperkenalkan gagasan-gagasan yang sepenuhnya baru, seperti soal kebenaran. Buku ini melakukannya dengan renyah, tidak dogmatis, tidak tinggi hati, dengan kejelasan yang mencerahkan. Buku ini tentu saja sangat pantas memperoleh popularitas di sepanjang zaman.

 

101 CARA BERPIKIR KREATIF ALA BOB SADINO

“Orang Goblok Lebih Mudah Jadi Pengusaha Ketimbang Orang Pintar,” begitu menurut (Alm.) Bambang Mustari Sadino, yang lebih dikenal sebagai Bob Sadino.

Siapa yang tak kenal Bob Sadino?

Pemilik bisnis ayam negeri yang berbasis di Kemang ini merupakan “mahaguru” bagi pengusaha muda, namun dengan cara yang tak biasa, anti-mainstream. Dia tidak bermaksud mengatakan bahwa “orang pintar” itu tidak bisa jadi pengusaha, hanya saja “orang pintar”—dalam tanda kutip—itu banyak perhitungannya. Belum jalan, sudah takut duluan. Sementara orang goblok yang hanya punya satu pilihan, yaitu maju, akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

Buku “101 Cara Berpikir Kreatif Ala Bob Sadino” ini berisi sekumpulan warisan abadi Om Bob, begitu ia dipanggil. “Jadilah orang goblok!” begitulah salah satu wasiatnya. Orang goblok tidak peduli risiko apa pun. Serta yang paling penting, orang goblok mudah menerima saran dan masukan dari orang lain, siapa pun itu. Kenapa? Sebab ia merasa “goblok” dan butuh ilmu, baik saran dari teman, keluarga, konsumen, hingga lawan bisnis sekalipun.

Anda siap jadi pengusaha jalanan ala Bob Sadino? Jadilah orang goblok!

 

Punk Ideologi Yang Disalahpahami

PUNK sejatinya bukan sekadar musik dan fesyen, melainkan juga ideologi. Empat puluh tahun yang lalu punk tumbuh di Amerika dan Inggris, kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Punk lahir dari sifat melawan, tidak puas hati, marah, dan benci terhadap segala bentuk penindasan. Sederhananya, punk menyampaikan kritikan. Mereka menciptakan perlawanan dengan realisasi musik, gaya hidup, komunitas, dan kebudayaan.

Punk juga hidup di Indonesia. Bahkan, Profane Existence, sebuah majalah dari Amerika menulis bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang perkembangan punk-nya menempati peringkat teratas dunia. Kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Jogjakarta, dan Bandung menjadi lahan subur tumbuhnya komunitas punker. Scene yang menarik dalam komunitas ini adalah simbiosis mutualismenya dengan distro. Punker dan distro bekerja sama melawan bentuk kemapanan kaum kapitalis dengan mengembangkan kemandirian.

Sebuah pandangan objektif berusaha dilakukan penulis. Berkaitan dengan sejarah, filosofi, perkembangan aliran dalam bermusik, dan model dandanan. Uraian dalam buku ini akan mengantarkan pembaca memahami cerita sebenarnya dalam perkembangan punk dari kelahirannya sampai saat ini.

 

Melihat Diri Sendiri

Kehebatan manusia adalah mampu melihat “semut” yang berada di antara deburan ombak samudra. Namun, hal lain yang sering membuat manusia terjungkal dalam kehidupannya ialah ketidaksanggupan melihat “gajah” di pelupuk matanya sendiri. melihat diri sendiri memang sesuatu yang tak mengenakkan, tetapi itu harus dilakukan oleh setiap insan demi menemukan ketenangan dan kebeningan batin serta bisa memancarkan kerahmatan ke smeua makhluk Tuhan.

Dalam buku ini, Gus Mus mengajak kita menggembala ego, memenepkan (mengendapkan) keakuan supaya kita bisa menjadi menusia sejati. Banyak renungan kehidupan yang diwedar oleh sang Kiai dalam buku ini; mulai masalah kebangsaan, keagamaan, politik, hingga diri pribadi. Semuanya itu hanya berpangkal pada satu tujuan, yakni agar kita tidak menjadi manusia yang linglung.

 

Enlightenment Now Pencerahan Sekarang Juga

"Pikiran-Steven Pinker dipenuhi dengan kecerdasan yang murni seperti kristal, pengetahuan yang mendalam, dan kepekaan simpati manusia." — RICHARD DAWKINS

"Buku Favorit baru saya sepanjang masa." — BILL GATES

Enlightenment Now adalah sebuah upaya untuk menyajikan kembali cita-cita Pencerahan dalam bahasa dan konsep abad ke-21. Kerangka kerjanya disusun untuk memahami kondisi manusia yang diinformasikan oleh sains modern—siapa kita, dari mana kita berasal, apa tantangan kita, dan bagaimana kita bisa mengatasi mereka. Penyajian proyek Pencerahan berbasis-bukti ini mengungkapkan bahwa cita-cita itu bukanlah harapan yang naif. Pencerahan telah membuahkan hasil—mungkin kisah terhebat yang jarang diceritakan. Cita-cita Pencerahan -itu tidak lekang oteh waktu, tetapi tidak pernah ada masa di mana mereka lebih relevan dan mengesak selain saat ini juga.

 

Jawaban Singkat Atas Pertanyaan Besar

Stephen Hawking adalah ilmuwan paling terkenal sejak Einstein, yang dikenal baik karena karya inovatifnya dalam fisika dan kosmologi maupun karena selera humornya yang nakal. Dia telah mendidik jutaan pembaca tentang asal-usul alam semesta dan sifat lubang hitam, dan telah menginspirasi jutaan orang lebih melalui perlawanannya terhadap prognosis dini yang mengerikan dari ALS, yang awalnya diprediksi hanya memberi dia waktu dua tahun untuk bertahan hidup. Di kemudian hari, dia hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan beberapa otot wajah, tetapi dia terus memajukan bidangnya dan terus melayani sebagai suara yang dihormati pada isu-isu sosial dan kemanusiaan.

Hawking tidak hanya mengungkap beberapa misteri terbesar di alam semesta tetapi juga percaya bahwa sains dapat digunakan untuk memperbaiki masalah kita di Bumi. Dan kini, ketika kita menghadapi tantangan besar di planet kita - mulai dari perubahan iklim hingga pengembangan intelijensia artifisial (IA) - ia mengalihkan perhatiannya ke masalah paling mendesak yang sedang dihadapi umat manusia.

Apakah Tuhan ada? Ada apa di dalam lubang hitam? Bisakah kita memprediksi masa depan? Apakah perjalanan waktu dimungkinkan? Haruskah kita mengolonisasi ruang angkasa? Apakah ada kehidupan cerdas lain di alam semesta? Akankah intelijensia artifisial mengungguli kita? Bagaimana kita membentuk masa depan? Akankah kita bertahan hidup di Bumi? Bagaimana segalanya bermula?

 

ALKUDUS Sebuah Novel

Erelah Sang Utusan adalah perempuan yang menjadi rasul terakhir agama Kaib. Sebelum wafat, sesuai petunjuk malaikat, ia mengurutkan wahyu-wahyu yang telah diturunkan kepadanya untuk dicatat sembilan pengikut setianya. Hasil penyusunan wahyu itu menjadi kitab suci agama Kaib yang dinamakan Alkudus.

Alkudus berisi kisah-kisah rasul dan sejumlah orang yang menjadi teladan bagi pemeluk agama Kaib. Ada kisah mengenai Dama, manusia pertama yang meneteskan air mata di bumi, dan pasangannya Waha, manusia pertama yang meneteskan keringat dan darah di bumi. Ada kisah Nabasy yang menyeru manusia untuk tidak gemar memikirkan pikiran orang lain. Samis yang diutus untuk menyadarkan kaum penyembah udara. Yahmur yang membangun balai ibadat pertama dan mengajarkan kewajiban bersunat. Sikwa yang diutus pada kaum yang berusaha mengendalikan waktu. Baia yang menyeru bahaya kemelakatan manusia pada tubuh dagingnya. Sajwan yang membebaskan umat manusia dari tradisi perbudakan serta mengajarkan kerukunan hidup dengan binatang. Bitua, rasul yang buta dan bisu, yang mengajarkan keadilan dalam berdagang. Dan kisah-kisah orang suci agama Kaib lainnya yang dibabarkan beserta keajaiban dan mukjizat yang dimilikinya.

 

Ataraxia Bahagia Menurut Stoikisme

Setiap manusia mencari kebahagiaan, hidup yang tenang. Ataraxia, tiadanya gangguan, adalah ideal kehidupan Stoikisme. Aliran filsafat di era Kekaisaran Romawi ini bukanlah kumpulan ide untuk bergaya. Filsafat bukanlah sekadar seni retorika. Bagi Epiktetos dan Marcus Aurelius, filsafat adalah praktik dan latihan (askesis), sebuah seni menjalani kehidupan.

Di zaman di mana kita terus-menerus diganggu oleh media sosial, mudah termakan hoax yang menimbulkan emosi jiwa, Stoikisme menawarkan terapi untuk jiwa. Filsafat Stoik berjanji menyembuhkan kita dari berbagai emosi negatif (rasa iri, marah, pahit, takut). Kuncinya adalah membedakan dalam segala hal: apa yang tergantung pada kita dan apa yang tidak tergantung pada kita. Dengan pemilahan tegas seperti itu, dan lewat metode latihan meluruskan cara berpikir, kaum Stoik menggapai ataraxia (absence of troubles).

 

Berpikir Seperti Filosof

Siapa bilang filsafat mustahil dipelajari setiap orang. Seolah-olah filsafat hanya dikhususkan pada orang-orang tertentu saja. Dan kalau pun dipelajari harus dengan cara-cara yang sulit. Sesungguhnya pandangan itu tidak sepenuhnya benar. Siapa pun bisa belajar filsafat. Meskipun filsafat itu rumit, kalau dipelajari dengan tepat Anda pun bisa berfilsafat. Intinya, semua orang bisa berfilsafat dan itu dimungkinkan dengan cara yang mudah.

Buku ini akan memberikan segala kiat dan tips praktis untuk mengantarkan Anda menjadi filosof, meski pada taraf permulaan. Anda bisa menjadikan buku ini sebagai langkah awal untuk bisa mempelajari dan memahami filsafat dengan sebaik-baiknya dan bagaimana menjadi filosof yang benar secara filosofis. Dalam artian bahwa menjadi filosof tidak harus menjadi seseorang yang nyeleneh dan antisosial yang bisa mengakibatkan kehidupannya di dunia ini menjadi tidak menyenangkan. Hidup dalam dan bersama filsafat tentu tidak harus antisosial, karena filsafat adalah bagian dari sosial. Tanpa berinteraksi dengan lingkungan sekitar baik alam maupun manusia, tentu saja filsafat tidak akan pernah ada. Karena itu, menjadi filosof adalah menjadi gaul dalam pengertian yang universal dan luas.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: