Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

10 Buku Paling Dicari Sepanjang Februari

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Mar 2019 Dibaca: 1251 kali


Februari adalah bulan penuh kasih sayang dan cinta. Bulan yang membuat kami ingin membuat kencan buta dengan buku. Kencan yang tidak pernah kalian rasakan sebelumnya. Buku seringkali dinilai karena sampulnya, dan kami ingin membuat kesan-kesan itu lenyap, agar buku mampu menemani hari-harimu berikutnya. Februari yang pendek dan penantian yang panjang akan cinta, kami tetap yakin bahwa bacaan adalah teman yang setia, yang tak akan berdusta, dan membantu kita melepaskan jerat kebodohan.

Ada beberapa buku yang paling dicari di Bulan Februari kemarin.

1. Alegori 420

Banyak stigma buruk mengenai ganja sebagai tanaman candu yang berbahaya. Namun begitu muncul pertanyaan tentnang apa yang membuatnya berbahaya, belum tentu ada yang bisa menjawabnya. Buku Alegori 420 ini mencoba menjelaskan sejarah kemunculan ganja dan sejarah penggunaanya di berbagai negara.

Mengenalkan seluk-beluk tanaman ganja, baik manfaat maupun dampak buruknya. Selain itu hikayat ganja dalam budaya populer juga tersaji di buku ini.

"Ilegalitas ganja sangatlah hina, sebuah halangan atas pemanfaatan obat yang dapat membantu memproduksi ketenangan dan wawasan, kepekaan dan persahabatan yang sangat dibutuhkan bagi dunia yang semakin gila dan berbahaya ini". —Carl Sagan

"Sangat membingungkan ketika melihat marijuana dihubungkan dengan narkotika...obat-obatan dan hal-hal busuk itu. la ribuan kali lebih baik daripada whiskeyia adalah seorang asistenseorang sahabat. " —Louis Armstrong

'Ketika kau mengisap ganja, ia mengenalkanmu pada dirimu. —Bob Marley

2. Mengapa Aku Begitu Pandai

Serial Buku Kecil Ide Besar menghadirkan gagasan-gagasan besar yang mengguncang atau unik dan autentik dari para penulis terbaik dunia. Pikiran-pikiran mereka bergema panjang, dan menginspirasi generasi demi generasi di pelbagai masa. Kami sajikan dalam format buku kecil yang ciamik, yang mudah dibawa ke mana-mana, dan bisa dibaca dalam dua atau tiga kali duduk di stasiun atau di bandara atau di mana pun.

Dalam buku tipis ini kita akan menemukan Nietzsche yang bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya dalam narasi-narasi sastrawi, dilanjutkan dengan aforisme-aforisme yang menjadi ciri khasnya: deret proposisi padat yang berpotensi menimbulkan pertanyaan panjang dalam imajinasi pembaca, proposisi-proposisi yang mengutip Milan Kundera, merupakan salah satu dari enam karya yang lahir pada masa kematangan Nietzsche.

3. Masa Depan Sebuah Ilusi

Masa Depan Sebuah Ilusi merupakan sebuah tawaran untuk berdialog tentang apa yang mungkin terjadi dalam peradaban manusia di masa depan, dengan agama, (atau) tanpa agama. Pada masa kini ketika dialog kian jarang ditemukan sementara gagasan-gagasan hitam putih hadir semakin sering dan dipekikkan semakin nyaring, mungkin sudah saatnya umat manusia membaca ulang satu analisis saintifik tentang agama dan peradaban dari masa silam tentang masa depan yang sudah menjadi masa kini. Itulah kiranya alasan yang paling penting mengapa bisikan singkat pada hampir satu abad silam dari salah satu genius yang mengguncang dunia ini perlu dipublikasikan terjemahan bahasa Indonesianya, untuk pertama kalinya, dengan sebaik-baiknya.

4. Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya

Dengan kedua lutut yang sedikit tertekuk, ia berkitar-kitar sambil memainkan gunting di atas kepala si pelanggan. Seperti ketam, tapi sedikit lebih besar.

“Ini bukan pangkas rambut,” katanya sambil mendongak ke cermin, sadar bahwa saya memperhatikannya. “Ini martial art.” (“Kebebasan dan Keberanian”)

Dea Anugrah menulis puisi, kemudian cerita pendek, terutama untuk menghibur diri. Ketika buku-bukunya—Misa Arwah (2015) dan Bakat Menggonggong (2016)—terbit, dia bersiap dihajar komentar-komentar keji dan laporan penjualan yang mengenaskan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: buku-buku itu diterima dengan baik.

Buku ini adalah bunga rampai nonfiksi pertamanya. Ia membicarakan mulai dari perang sampai industri pisang, dari kesedihan kolektif sebuah bangsa hingga seni membikin senang bagian tubuh tertentu.

5.  Mindset

Kesuksesan tak hanya buah bakat dan kecerdasan serta usaha. Cara kita memandang diri, dunia, dan kesuksesan juga amat berperan. Karena itu, kunci sukses dalam segala pentas kehidupan sesungguhnya adalah pola pikir sehat. Orang berpola pikir sehat tidak menyalahkan keadaan dirinya. Alih-alih mengandalkan bakat dan kecerdasan, dia lebih menekankan proses belajar dan peran ikhtiar. Baginya, kesuksesan atau kegagalan di masa kini bukanlah cerminan dari masa datang.

Paparan tentang kesuksesan dalam buku ini sangat mendasar dan langka. Lazimnya, buku-buku tentang kesuksesan lebih menawarkan sisi-sisi praktis. Tetapi, buku ini justru mengajak Anda menggarap inti masalah kesuksesan: pikiran. Tak hanya itu, buku ini mengontraskan dengan apik tokoh-tokoh dunia—di bidang musik, sastra, sains, olahraga, dan bisnis—yang berpola pikir tetap (fixed mindset) dan berpola pikir tumbuh (growth mindset). Ternyata, tokoh yang berpola pikir tumbuh lebih mampu mempertahankan kesuksesan dan kegembiraan hidup.

Bagi Anda penikmat buku motivasi, teramat sayang bila Anda tak melahap isi buku ini. Bagi Anda para pemimpin, eksekutif, guru, orangtua, atau pelatih olahraga, buku ini sangat membantu dalam mengubah para pembelajar “bermasalah” menjadi insan-insan sukses dan bahagia. Sebagai pribadi pun, Anda tak bakal kecewa dengan buku hasil penelitian 20 tahun lebih dari ahli kenamaan di bidang psikologi kepribadian ini. Banyak inspirasi yang niscaya membuat Anda senantiasa optimis, gembira, dan terampil membangkitkan kemampuan-kemampuan dahsyat dalam diri Anda.

6. Agama Saya Jurnalisme

SEJAK INDONESIA MENGGANTI HINDIA BELANDA, media makin terpusat ke Jawa. Rezim Soekarno menutup semua media yang dianggap berpihak Belanda. Nama baru diciptakan: pers perjuangan. Soeharto menciptakan istilah baru: pers pembangunan. Wujudnya berupa konglomerat media.

Kini batas jurnalisme tumpang tindih dengan propaganda, hiburan, iklan, dan seni. Bias para wartawan, entah dengan negara, kebangsaan, agama maupun etnik, jadi biasa. Antologi ini mengumpulkan bermacam diskusi soal jurnalisme sejak jatuhnya Soeharto pada 1998.

Andreas Harsono pernah meliput untuk The Jakarta Post, The Nation (Bangkok), The Star (Kuala Lumpur) dan Pantau (Jakarta). Dia menerima Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard.

7. Tuhan dan Hal-hal Yang Tak Selesai

Bahasa, juga bahasa yang dipilih Tuhan, dibentuk oleh bolong dan keinginan.

Tiap bahasa di atas bumi berakar seperti pohon jati dan melangit seperti bintang beralih. Gambaran verbal tentang Tuhan, juga kutipan Sabda-Nya, mau tak mau berangkat dari dunia kata-kata yang terikat, meskipun bergerak untuk menyambut yang tak tepermanai.

8. Retorika – Seni Berbicara

Socrates, Plato, dan Aristoteles memandang retorika dan puisi sebagai alat yang terlalu sering digunakan untuk memanipulasi orang lain melalui manipulasi emosi dan pengaburan fakta. Mereka mendakwa para sofis, termasuk Gorgias dan Isocrates, sebagai para pengguna manipulasi jenis ini, sedangkan para filsuf merupakan pengguna retorika yang didasarkan pada filsafat dan upaya-upaya pencerahan. Salah satu kontribusi terpenting Aristoteles dalam buku ini adalah ia mengidentifikasi retorika sebagai salah satu dari tiga elemen kunci dalam filsafat, bersanding dengan logika dan dialektika.

Aristoteles, melalui buku ini, memberikan dasar-dasar sistem retorika yang berfungsi sebagai batu pijakan bagi perkembangan teori retorika dari zaman kuno sampai zaman modern, sehingga buku ini dianggap sebagai karya tunggal yang paling penting dalam seni persuasi. Gross dan Walzer, sebagaimana Alfred North Whitehead, setuju bahwa semua filsafat Barat adalah catatan kakibagi Plato dan semua teori retorika hanyalah serangkaian tanggapan terhadap isuisu yang diangkat dalam Retorika.

9. Cinta yang Bodoh Harus Diakhiri

“Sebagai seorang perempuan, tentu saja dia tak menginginkan patah hati berulang-ulang. Layaknya seorang perempuan pada umumnya, dia selalu berharap menemukan satu cinta lalu melewati kehidupan bersama sampai tua.” (PerawanYamadipati)

Eugene merasa perlu membalaskan dendam pada istrinya dengan cara yang mengesankan. Dia menyimpan murkanya jauh-jauh hari, ditanam di dalam palung hati, untuk mewujudkan rencana besarnya. Di kota mati itulah semua berakhir seperti cinta yang harus diakhiri.

Keenam belas cerita pendek di dalam buku ini sebagian besar berkisah mengenai pengkhianatan dan cara memaknai perasaan yang penuh dengan luka. Ditulis dengan narasi yang teramat puitik, cerita-cerita kelam karya Artie Ahmad adalah kumpulan kisah romansa yang penuh dengan masalah di tengah kerapuhan manusia dalam menjalin hubungan.

10. Bicara Itu Ada Seninya

"TAHUKAH ANDA BAHWA BERBICARA ITU ADA SENINYA?

Jika di bidang musik ada orang yang "buta nada", di dalam aktivitas bicara pun ada orang yang "buta ucapan". Mereka adalah orang -yang merusak suasana dengan ucapan yang tidak sesuai dengan tempatnya. Bahkan, kadangkala mereka hanya sekadar menghafal istilah yang sedang tren atau humor terbaru. Kalau mereka berhasil dalam sebuah percakapan, mungkin mereka akan berkata bahwa mereka telah berusaha, tetapi mereka hampir tidak pernah dibilang sebagai pembicara yang baik oleh audiens atau lawan bicaranya. Ibarat seseorang yang bernyanyi sumbang tidak akan pernah disebut penyanyi top saat ia meninggikan suara tenggorokannya.

Buku ini bukanlah untuk kalangan khusus, melainkan untuk orang-orang biasa yang tumbuh sedikit demi sedikit, sebanyak buliran keringat usahanya. Buku ini ditulis untuk mereka yang berupaya untuk memperbaiki kemampuan bicaranya dan percaya bahwa kehidupannya dapat berubah dengan mengubah cara bicara. Saya mempersembahkan buku ini untuk semua orang yang saat ini pun sedang berjuang untuk masa depannya.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: