Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

10 Buku Terlaris Berdikari Book Bulan November 2018

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Dec 2018 Dibaca: 1292 kali


Desember telah tiba, matahari menyambut dengan rekahan cahaya yang bahagia. Bulan sebelumnya, buku-buku ini menjadi buku yang paling banyak dicari dan diperbincangkan di toko luring kami. Tak sedikit orang yang datang untuk mendiskusikan buku-buku Yuval, ada juga yang membincangkan media-media yang ada di Indonesia, sampai yang paling umum diperbincangkan, sastra. Biasanya, seusai memilah dan memilih buku yang dicari, teman-teman Berdikari Book duduk di kursi depan toko dan bercakap-cakap soal buku pilihannya. Saling mengutarakan pendapat dan alasannya, tak jarang yang kemudian mendiskusikannya. Memang asyik mengamati teman-teman yang datang ke sini, bagaimana para pecinta buku beradu pendapat tentang kecintaannya.

Untuk itu, buku-buku yang paling banyak dibincangkan dan paling banyak dicari akan kami suguhkan di sini.

Sapiens Riwayat Singkat Umat Manusia Yuval Noah Harari

Buku ini membahas sisi yang tak banyak diungkit buku sejarah atau evolusi manusia lain: bagaimana manusia berangkat dari sekadar satu spesies hewan menjadi makhluk berperadaban, melalui tiga revolusi—Kognitif, Pertanian, dan Sains. Menelusuri peran bahasa, pertanian, sampai gosip dan fiksi dalam kesuksesan manusia, juga arti kebahagiaan manusia dan ujung riwayat spesies kita.

Beberapa pembaca meragukan keakuratan sumber dalam buku ini. Tetapi, setidaknya, Yuval membuka ceruk baru agar kita menengok sejarah panjang peradaban umat manusia. Dan, kita juga boleh memberi perspektif baru tentang sejarah manusia apabila literatur yang dihamparkan lebih sahih dibandingkan ilmuwan sejarah sebelumnya.

Sebelum FilsafatFahruddin Faiz

Masjid Jendral Sudirman (MJS) adalah salah satu masjid yang rutin mengadakan kajian filsafat di Yogykarta. Buku yang ditulis Fahruddin Faiz adalah semacam pengantar masuk ke dalam filsafat.

Nilai penting buku ini sebenarnya terletak hanya dalam “provokasi”-nya kepada mereka yang tertarik belajar dan mendalami filsafat. Buku ini ingin mengantarkan pembacanya untuk siap secara mental dan memahami hal-hal penting yang perlu disiapkan dalam belajar filsafat. Buku ini juga ingin menunjukkan secara serba ringkas peta besar filsafat dalam aspek tipologi, kajiannya. Selain itu, buku ini sekaligus mengulas beberapa isu kontroversial tentang dampak psikologis-sosial yang mungkim ditemukan saat seseorang belajar filsafat. Kalau harus diringkas dalam satu kalimat: isi buku ini adalah sebentuk kalimat ambauan: "Belajarlah filsafat karena filsafat itu puuuenting, buuuaik, dan huuueboh!!”

Filosof Juga ManusiaFahruddin Faiz

Buku yang juga diterbitkan oleh Masjid Jendral Sudirman ini mencoba untuk membicarakan persoalan yang paling dasar dalam filsafat. Tentang kehidupan para filsuf. Bertutur seperti bercerita menjadikan buku ini mudah dipahami. Tentang bagaimana proses manusia menjadi seorang filsuf yang banyak kita baca hari ini. Alih-alih ingin membicarakan kehidupan para filsuf, tak jarang malah membicarakan kekonyolan dan keunikan hidup para filsuf.

Waktu Untuk Tidak MenikahAmanatia Junda

Buku dengan judul yang murung ini merupakan salah satu novel baru buku mojok. Mungkin judul yang menyentil seakan mewakili pembacanya. Mencari secercah harapan untuk mendapat pleidoi ketika ditanya keluarga besar atau sangat mungkin ketika tidak menikah menjadi pilihan hidup. Orang yang berani karena benar memang sering berjala di jalan yang sepi dan sunyi. Kadang-kadang, memang selalu ada waktu untuk tidak berkasih. Untuk tidak bercinta, untuk tidak menikah. Lagi pula, kisah Cinta yang melulu indah itu kata siapa?

Enaknya Berdebat dengan Orang GoblokPuthut EA

Tak sedikit orang yang akhirnya memilih jalan penulisan esai seperti Puthut. Esai yang ringan, selengekkan, kadang juga humoris, kadang juga menyakitkan hati. Kumpulan esai Puthut yang dibukukan ini adalah tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini, mungkin sangat dekat dengan pembacanya, atau malah bisa jadi memang pelakunya.

Bagi banyak orang, berdebat dengan orang goblok itu mengesalkan. Sebab otak mereka seringkali di bawah rata-rata, dan niat berdebatnya bukan untuk mencari kebenaran. Seperti biasa, kekeliruannya adalah sesat pikir. Mirip seperti orang yang berpikir bahwa pemerkosaan terjadi karena kesalahan orang yang diperkosa. Juga adanya pencurian terjadi karena pintu rumah yang dicuri, tidak digembok dengan kuat. Padahal yang salah maling. Namun, diubah menjadi seolah-olah analisis yang ‘ngintelektual’ bahwa itu kesalahan korban. Tapi apa pun itu, berdebat dengan orang goblok, apalagi yang menggebu, tak usah ambil pusing. Dibikin gampang saja. Lebih dari itu, harus bisa mendapatkan hiburan dari sana.

Aku Bersaksi Tiada Perempuan Selain Engkau Nizar Qabbani

Nizar Qabbani ialah orang yang mendapat julukan “Raja Penyair Arab”, yang karya-karyanya diangggap “begitu penting bagi hidup kami, seperti udara”, dan yang pemakamannya diiringi oleh segenap laki-laki dan perempuan di Damaskus, kota kelahirannya. Nizar lahir pada 21 Maret 1923, di tengah keluarga pedagang kelas menengah-atas. Kakeknya dari pihak ayah, Abu-Khalil, adalah seorang penyair, komposer, dan aktor teater. Maka, menurut Z. Gabay dalam “Nizar Qabbani, The Poet and His Poetry” (Middle Eastern Studies, 1973), dunia yang menyambut dan mula-mula dikenal Nizar adalah dunia yang dilingkupi atmosfer kesenian.

Buku ini adalah terjemahan puisi-puisinya. Riuhnya puisi-puisi dataran Eropa dan Amerika, puisi ini datang memperbanyak pengetahuan kita akan sastra Arab.

Dunia AnnaJostein Gaarder

Siapa yang tak mengenal Jostein Gaarder lewat Dunia Sophie. Sama dengan novel sebelumnya, ia mengajak kita untuk merefleksikan diri atas semesta yang terlanjur antroposentrisme. Kita yang menganggap bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta. Di mana apa-apa yang kita butuhkan seakan-akan untuk dihabiskan. Lewat kisah ini mari kita merenungkan kembali eksistensi manusia yang terlanjur kotor ini.

Kuasa Media di IndonesiaRoss Tapsell

Cara berkomunikasi, cara mencari berita dan informasi, bahkan kehidupan sosial dan politik yang lebih luas di Indonesia saat ini tengah berubah pesat akibat perkembangan media-media digital kontemporer.

Berdasarkan riset selama tujuh tahun, buku ini meneliti bagaimana digitalisasi telah membuat industri media massa di Indonesia mengalami pemusatan dan konglomerasi, yang memungkinkan para oligark pemilik media menjadi semakin kaya sekaligus berpengaruh secara politik. Namun, media digital sebaliknya juga membuka peluang bagi warga biasa untuk menyuarakan kepentingannya dan memperjuangkan perubahan. Dilengkapi wawancara-wawancara langsung bersama para oligark media, politisi, dan pelaku jurnalisme di lapangan, buku ini menunjukkan bagaimana media digital kian menjadi kancah tempur bagi kepentingan yang saling bertabrakan antara oligarki dan warga.

Kuasai Dirimu Ahmad Dzikran

Buku ini memuat pedoman teoretis dan praktis sekaligus untuk mengalahkan dan menguasai diri sendiri dan menjadikan diri Anda sebagai pemenang sejati. Di dalamnya, tersaji langkah-langkah untuk mengenali diri, mengelola ego, menajamkan dan menjernihkan pikiran, berdialog dengan diri sendiri, memperbaiki kualitas diri, serta membuat visi besar dengan langkah kecil yang perlu segera dilakukan. Dengan ujaran sederhana, efisien, elegan, dan dilengkapi cerita-cerita menarik, buku ini (mungkin saja akan) menjamin kehidupan Anda menjadi lebih baik.

Musuh terbesar dan terberat manusia adalah diri sendiri. Diri sendiri yang malas, tidak disiplin, suka menunda pekerjaan, terlalu nyaman di zona nyaman, pesimistis, meragukan kemampuan sendiri, tidak mudah bergaul, dan tidak memiliki mimpi atau visi dan rencana kehidupan. Inilah penghambat sesungguhnya bagi kesuksesan dan kebahagiaan.

Diri sendiri seperti itu harus dikalahkan, dienyahkan, dan disingkirkan jauh-jauh. Namun, mengalahkan diri sendiri tidaklah mudah. Penguasaan diri sendiri perlu rencana, strategi, cara, serta langkah yang tepat dan jitu. Juga butuh tekad kuat, perjuangan, pengorbanan, kesabaran, keuletan, komitmen, dan konsistensi.

Kira-kira begitu.

Jurnalisme InvestigasiDandhy Dwi Laksono

Dandhy meracik pengalaman dan aneka tips para rekan wartawan di berbagai media elektronik maupun cetak, menjadikan buku ini kaya akan perspektif. Ditulis dengan gaya ringan dan banyak kisah seru bak novel detektif.” Ujar Najwa Shihab.

Konon, investigasi itu seperti seks. Sebagian orang lebih ´┐╝suka langsung mempraktikkannya daripada berlama-lama membicarakan teorinya. Buku ini tak membuang-buang waktu membahas definisi "jurnalisme investigasi" dengan mengutip berbagai literatur. Langsung mengupas tuntas teknik-teknik membuat laporan investigasi, buku ini mengungkap bagaimana menyamar atau memburu narasumber kasus-kasus berat—pembunuhan aktivis HAM, kasus pembalakan hutan, dan banyak lagi.

Buku lama yang diterbitkan kembali biasanya dibaca oleh mereka yang melibatkan diri dalam lembaga pers kampus. Mempelajari bagaimana proses investigasi yang dilakukan oleh Dandhy. Buku yang pada akhirnya menjadi penting, karena menjadi penunjang.

Sekian.

 



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: