Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

10 Buku Terlaris Berdikari Book Bulan Oktober 2018

Oleh: Redaksi         Diposkan: 20 Nov 2018 Dibaca: 1522 kali


Memasuki musim penghujan, buku-buku ini menjadi buku yang paling banyak dicari dan paling diminati. Sepuluh buku terlaris versi Berdikari Book ini bukan hanya ditempati oleh penulis-penulis ternama, tapi juga penulis-penulis baru yang mulai mendapatkan pembacanya. Bukan juga hanya penerbit-penerbit terkemuka yang menghiasinya, tapi juga penerbit-penerbit indie yang telah mengemas buku dengan berbagai macam cara sehingga mampu membuat pembaca menjadi tertarik dan ingin memilikinya.

 

Kura-kura BerjanggutAzhari Aiyub

Buku luar biasa tebal ini akan membawamu ke dalam petualangan-petualangan menakjubkan yang melibatkan pertempuran di laut, muslihat di antara para pengkhianat, adu gajah sampai mati, nahkhoda Zeeland gila, ulat merica, agama yang memuja Kerang yang lebih tua ketimbang alam semesta, wangsa Pemburu Tuhan, penyelewengan perasaan penderita kusta, para pembunuh yang menumpang hidup di negatif foto, pertarungan burung tiung pencicip makanan raja melawan koki asal Lombardia, dan sufi Hamzah Fansuri yang diperebutkan Tarekat Burung Pingai dan Pertapa 33 Tasbih sekaligus ditakuti Anak Haram Lamuri.

TalijiwoSujiwo Tejo

Ketika waktu luang kita telah terisi dengan gadget, otak kita dipenuhi oleh carut marut dunia maya, tanpa sadar kita terbawa untuk selalu sibuk, selalu ingin tahu, dari satu hal loncat ke hal lain yang tak pernah kita kuasai secara mendalam. Gelombang “sok tahu”, dan kerentanan berkomentar adalah salah satu akibatnya.

Kesibukan telah menjebak kita pada keadaan yang tak  habis-habisnya untuk terus terikat. Sujiwo Tejo akan menyentil kita untuk mempertanyakan arti kemerdekaan yang kita peroleh dengan apa yang kita rasakan hari-hari ini. Tentang kita yang kehilangan waktu luang untuk merenung, untuk melamun dan melayang-layang demi merasakan kemerdekaan hidup.

Nalar yang MemberontakAllan Woods

Nalar yang Memberontak adalah sebuah karya yang menjabarkan filsafat materialisme dialektis (Marxisme) dari sudut pandang sains modern. Pertama kali dirumuskan oleh Marx dan Engels, Materialisme Dialektis adalah sebuah metodologi komprehensif yang menjelaskan hukum-hukum yang mengatur alam dan masyarakat, dari evolusi sampai ke teori chaos, dari fisika nuklir sampai ke perkembangan kanak-kanak. Setiap penemuan sains sampai hari ini telah memberikan konfirmasi terhadap filsafat Marxisme. 

Kuasa Media di IndonesiaRosa Tapsell

Cara berkomunikasi, cara mencari berita dan informasi, bahkan kehidupan sosial dan politik yang lebih luas di Indonesia saat ini tengah berubah pesat akibat perkembangan media-media digital kontemporer. Kendati statistik resmi menyebut penetrasi internet di Indonesia masih rendah, nyatanya Indonesia dikenal sangat aktif di media sosial: lebih dari 70 juta penduduk Indonesia mempunyai akun Facebook dan kicauan terbanyak di Twitter berlokasi dari Jakarta.

Berdasarkan riset selama tujuh tahun, buku ini meneliti bagaimana digitalisasi telah membuat industri media massa di Indonesia mengalami pemusatan dan konglomerasi, yang memungkinkan para oligark pemilik media menjadi semakin kaya sekaligus berpengaruh secara politik. Namun, media digital sebaliknya juga membuka peluang bagi warga biasa untuk menyuarakan kepentingannya dan memperjuangkan perubahan. Dilengkapi wawancara-wawancara langsung bersama para oligark media, politisi, dan pelaku jurnalisme di lapangan, buku ini menunjukkan bagaimana media digital kian menjadi kancah tempur bagi kepentingan yang saling bertabrakan antara oligarki dan warga.

Ancient States and EmpiresJohn Lord

Buku sejarah di tangan Anda ini merupakan buku yang mengetengahkan sejarah kerajaan dan negeri-negeri kuno selama 4000 tahun sebelum Masehi. John Lord secara cerdik mencantumkan detail-detail penting dalam kejadian sejarah sebuah kerajaan tanpa membuatnya bertele-tele.

Kelengkapan sumber informasi sejarah kerajaan kuno di dalam buku Sejarah Negara dan Kekaisaran Kuno ini meliputi Kekaisaran Dunia Timur yang meliputi sejarah para Nabi, Kekaisaran Yunani, dan Kekaisaran Romawi. Buku ini ditujukan untuk para pelajar, mahasiswa dan institusi pendidikan.

The Power of HabitCharles Duhigg

Dari bangun sampai tidur, ketika berjalan, bekerja, makan, bersantai, hidup kita tak lepas dari kebiasaan. Organisasi dan perusahaan pun memiliki kebiasaan. Kebiasaan bisa mendatangkan keuntungan maupun kerugian bagi diri kita, orang lain, maupun masyarakat.

The Power of Habit mengungkapkan temuan ilmiah terbaru yang menjelaskan mengapa kebiasaan ada, apa unsur-unsurnya, dan bagaimana cara kita dapat mengubah kebiasaan pribadi, organisasi, maupun komunitas. Memahami dahsyatnya kebiasaan berarti memahami sebagian hakikat manusia dan potensi keberhasilan dari kebiasaan yang tepat.

Nakal Harus Goblok JanganMuhidin M. Dahlan

Inilah esai-esai Muhidin M. Dahlan (Gusmuh), yang sempat dimuat maupun yang tidak. Esai yang dimuat tersebar di media daring dan luring. Ada enak dibaca dan "tidak". Ada menggugah, memancing keributan, dan ada yang lurus seperti jalan tol tanpa zig-zag. Terangkai menjadi satu. Saya menyebut rangkaian itu adalah Nakal Harus, Goblok Jangan.

Salah satu kelihaian Gusmuh dalam menulis adalah mengaitkan isu kontemporer dan sejarah masa lalu yang sempat viral pada zamannya. Itulah kekuatan arsip yang ia kumpulkan sejak kuliah. Hingga sekarang ia masih tekun mengkliping peristiwa masa kini dan masa lalu.

Konspirasi HujanAdia Puja

Kumpulan cerita pendek ini lahir dari rahim bernama kesunyian. Membacanya adalah sebuah siasat untuk melihat cinta yang selalu memiliki dua sisi: mencerahkan sekaligus membikin muram. Seperti hujan, kadang ia datang untuk menyegarkan tapi tak jarang juga datang sebagai bencana.

Sahabat TerakhirTahar Ben Jelloun

Dalam buku ini, Ben Jelloun menyajikan cerita masa kecil yang memukau dan potret Maroko yang mempesona di era penindasan dan kekecewaan. Di Tangiers di akhir 1950-an, dua remaja, Mamed dan Ali, memulai persahabatan yang intens yang akan berlangsung seumur hidup. Tapi bersembunyi di bawah permukaan. Buku ini juga adalah penegas bahwa ia tak salah ketika memenangkan penghargaan Prix Goncourt dan Prix Maghreb.

Rahvayana; Aku Lala PadamuSujiwo Tejo

Kita terbiasa dengan kisah Rahwana adalah sosok yang jahat dalam kisah perwayangan. Namun bolehkah Rahwana memberi pleidoi peculikannya atas Sinta? Jika iya, luangkan waktu membaca pleidoinya dan kira-kira siapa yang kemudian menjadi bajingan dalam kisah ini. Pertimbangkan, karena nasibnya ada pada pembacaan pleidoinya.

Tentu buku-buku di atas tak sedang merengek untuk dimiliki atau dibaca. Mereka adalah “anak-anak rohani” para penulis yang sedang lucu-lucunya untuk bertutur tentang kisah mereka, mungkin ada yang sangat serius, ada yang sambil bercanda. Namun, kesemua itu adalah pembeda dari karakter-karakter tiap anak-anak rohani itu. Selamat membaca.

 



Artikel Terkait

Hari Tanpa Nama: Cinta Tanpa Dosa

Hari Tanpa Nama: Cinta Tanpa Dosa

Tapi kau memang pemberontak sejati, Kang, kau tahu bahwa bertemu itu tak cukup jika hanya bertemu, itu akan jadi sesuatu yang menjemukan, ....

Diposkan: 13 Nov 2018 Dibaca: 2098 kali

Advocatus Diaboli

Advocatus Diaboli

.... persoalannya bukan lagi mana dan apa itu kebenaran, melainkan bagaimana setiap orang bisa mendapatkan akses ke kebenaran.

Diposkan: 01 Nov 2018 Dibaca: 2466 kali

Antara Politik dan Moralitas

Antara Politik dan Moralitas

Perang memang membangkitkan perasaan senasib, persaudaraan, persatuan, tapi tak pernah menjauhkan orang-orang dari kematian.

Diposkan: 31 Oct 2018 Dibaca: 1810 kali

Genosida Sebagai Buah dari Modernitas

Genosida Sebagai Buah dari Modernitas

Jika Modernitas adalah pohon, maka genosida adalah buah busuk yang dihasilkannya, ...ada hal yang perlu dibayar mahal oleh jutaan nyawa karena adanya “penyesuaian” dalam modernitas

Diposkan: 27 Oct 2018 Dibaca: 1840 kali

Bagaimana Pengarang Jepang Meratapi Perang ?

Bagaimana Pengarang Jepang Meratapi Perang ?

Perang tak mesti dibicarakan dengan gurat wajah yang serius, sebab imbasnya bukan hanya pada politik dan negara, melainkan juga pada generasi muda.

Diposkan: 19 Oct 2018 Dibaca: 1126 kali

Hidup Sehat ala Murakami, Takdir, dan Pramoedya

Hidup Sehat ala Murakami, Takdir, dan Pramoedya

Di masa tua pengarang memang punya dua tantangan: sehat dan terjaga ingatannya.

Diposkan: 13 Oct 2018 Dibaca: 1989 kali

Anarkisme: Narasi Sepanjang Zaman atau Sepanjang Jalan?

Anarkisme: Narasi Sepanjang Zaman atau Sepanjang Jalan?

Sejarah anarkisme adalah sejarah bagaimana upaya-upaya manusia selaku yang-partikular duduk setara dengan Tuhan...

Diposkan: 12 Oct 2018 Dibaca: 1980 kali

Kuasa Politik Media: Pertarungan Para Ahli dan Kawanan Pandir

Kuasa Politik Media: Pertarungan Para Ahli dan Kawanan Pandir

Di tengah situasi seperti sekarang ini, menjadi individu yang netral dan kritis terhadap setiap kebijakan pemerintah adalah barang langka. Kita seperti tidak bisa lepas dari jangkauan para agen intelektual penguasa. Akan tetapi, untuk terhindar dari ‘serangan cuci otak’ tersebut, Chomsky punya alternatif.

Diposkan: 21 Sep 2018 Dibaca: 1128 kali

Stories, Caption, dan Smartphone Culture

Stories, Caption, dan Smartphone Culture

Orang tidak akan mati jika ia tidak pernah membuat stories, juga tidak akan masuk neraka lantaran tidak cerdas merangkai caption. Tetapi, tanpa keduanya, orang dianggap tidak eksis.

Diposkan: 12 Sep 2018 Dibaca: 1958 kali

Kuasa Aksara Merajalela

Kuasa Aksara Merajalela

Demokrasi tampak tak lagi mementingkan buku, memilih sengketa tagar, foto, dan komentar di gawai. Buku tak lagi terpilih seperti impian kaum terpelajar awal abad XX dan pelaksanaan Pekan Buku Indonesia 1954, sebelum Indonesia mencipta sejarah hajatan demokrasi: Pemilu 1955.

Diposkan: 08 Sep 2018 Dibaca: 1030 kali

Membebaskan Diri Bersama Para Seniman

Membebaskan Diri Bersama Para Seniman

Sebuah kumpulan tulisan menarik diterbitkan dan mampu dinikmati khalayak umum

Diposkan: 27 Aug 2018 Dibaca: 1561 kali

Membaca untuk Menertawakan Dunia

Membaca untuk Menertawakan Dunia

Jika Bolívar menuju ke gubuknya kembali ke novel-novel yang membicarakan cinta hingga ia lupa dengan kebiadaban manusia, dan Sepúlveda menamatkan buku itu dengan ucapannya bahwa sastra adalah cara untuk mencapai tujuan.

Diposkan: 02 Jun 2018 Dibaca: 1804 kali

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Blog Search



Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by