Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

9 Buku Paling Dicari Bulan Oktober

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Nov 2019 Dibaca: 1164 kali


Hujan menjadi salah satu hal paling di nanti akhir-akhir ini, sama seperti 9 buku ini yang sangat menantikanmu untuk membacanya dan memilikinya. Meski hujan turun menghapus gersangnya tanah, tapi kami yakin hujan tak akan mampu menghapus semangat kami untuk mendistribusikan semangat menolak pembodohan dan kebodohan melalui bacaan. Belum lagi persoalan HAM masa lalu yang belum selesai, kini tindak kekerasan aparat juga mewarnai hari-hari lalu saat terjadi demonstrasi. Mari bertahan, kawan.

9 buku ini adalah buku-buku yang menjadi buku yang paling dicari di bulan Oktober:

Hijrah Jangan Jauh Jauh Nanti Nyasar

Setiap kali mendengar suara azan yang dilantunkan oleh suara sepuh terbata-bata, melihat bangunan madrasah Islam tradisional dengan keriaan anak-anak, atau sesederhana melihat papan nama masjid di perkampungan, saya sering merasa bahwa Islam telah cukup.

—Islam yang Cukup

Kalis Mardiasih merisaukan fenomena beragama yang di tangan sebagian kalangan begitu eksklusif dan menyeramkan. Baginya, beragama seharusnya menyenangkan, dipenuhi kebaikan. Tidak sesak oleh amarah atau hasrat penaklukan.

Kebaikan-kebaikan itu ia temukan dalam praktik keberagamaan yang sederhana. Ia berbicara dengan orang-orang bersahaja, menyaksikan cara mereka mengamalkan kesalehan, dan menemukan Islam yang teduh di sana. Dalam dirinya, Islam tumbuh bersama dengan kegembiraan.

 

Seni Berdebat 38 Jurus Memenangkan Argumen

Seni Berdebat: 38 Jurus memenangkan Argumen, merupakan sebuah risalah klasik yang ditulis Arthur Schopenhauer. Di dalam karya ini, filsuf Jerman tersebut memeriksa secara total tiga puluh delapan metode untuk menundukkan argumen lawan dalam debat. Dia mengawali esainya dengan pendapat bahwa para filsuf telah memusatkan perhatian mengenai kaidah-kaidah logika, tetapi tidak menggeluti sisi kelam dari dialektika, dari kontroversi.

Mengingat tujuan logika secara sederhana disebut sebagai metode untuk memperoleh kebenaran, dialektika, kata Schopenhauer, “sebaliknya, hendak menguji hubungan antara dua individu yang, karena adalah makhluk rasional, hendaknya berpikir dalam kebersamaan, tapi ketika mereka berhenti bersepakat seperti dua jam yang tetap berputar bersamaan secara tak putus-putus, menciptakan sebuah perdebatan atau kontestasi intelektual. Dengan kata lain, jika logika identik dengan upaya mencari kebenaran maka dialektika fokus pada keterampilan memenangkan debat; Sama seperti duel ksatria lebih penting daripada siapa yang salah dan yang benar.

 

Humanisme dan Kapitalisme

Kita terbiasa menyerang kapitalisme dari posisi kaum sosialis. Dan benar, kita kadang-kadang memiliki kesan bahwa satu-satunya fungsi mereka memang untuk menyerang kapitalisme. Namun kritikus humanis terhadap kapitalisme sebagian besar adalah kaum konservatif, bahkan sangat konservatif. Dengan demikian kita menyaksikan fenomena budaya komersial diserang dari dua sisi, baik oleh kaum kiri maupun kanan, meski sering kali kritisisme ini tampak sangat mirip.

Kaum humanis konservatif dan sosialis memegang nilai-nilai pra-modern yang sama, bahkan sampai batas tertentu keduanya sama-sama reaksioner. Baik kaum konservatif maupun sosialis sama-sama menganggap diri mereka sebagai juru penerang, yang memiliki pengetahuan khusus yang memberi hak kepada mereka untuk menjalankan dan menentukan segala urusan. Dengan kata lain, baik kaum konservatif maupun sosialis sama-sama melihat negara liberal sebagai musuh, karena kapitalisme merupakan bagian integral dari negara liberal. Kritisisme mereka atas tatanan ini, menurut hemat saya, memiliki kelemahan besar karena kritik-kritik mereka sangat bergantung pada norma-norma atau ukuran-ukuran pra-modern.

 

Essential of Time: Kisah Tentang Waktu Sepanjang Peradaban

Putaran kehidupan tak akan berjalan tanpa adanya waktu. Waktu memegang peran penting dalam garis lurus sebuah perjalanan. Karena itu, esensi waktu harus dipahami, dipelajari, dan bagaimana memanfaatkannya secara optimal. Seseorang yang kehilangan waktu, akan merugi karena telah kehilangan bagian dari kehidupannya.

Teori waktu berkembang sejak Aristoteles sebelum masehi, hingga Gottfried Wilhelm Leibniz dan Isaac Newton di awal abad ke-18. Selama hampir dua abad, teori Newton tentang ruang dan waktu absolut diterima secara luas oleh kalangan ilmuwan dan filsuf Eropa. Setelah itu waktu terus digali oleh para ilmuwan dan filsuf seperti Immanuel Kant, Christiaan Huygens, George Berkeley dan Ersnt Mach. Kemudian Hans Reichenbach dan Albert Einstein.

Dalam buku ini, esensi waktu akan terjawab dengan sangat detik dan runtut. Tentang sejarah, perjalanan keilmuan, hingga makna waktu bagi kehidupan anak manusia. Dalam putaran waktu itu, manusia bisa berperan sebagai subyek sekaligus obyek. Manusia sendiri tak akan pernah bisa lepas dari ruang dan waktu sebab peristiwa sejarah ini berlangsung dalam ruang dan dibatasi oleh waktu.

Manusia, ruang dan waktu dalam sejarah adalah elemen yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Segala yang ada di semesta ini terikat pada waktu.. Manusia tak bisa terpisahkan dari alam semesta, karena itu manusia akan selalu terikat oleh jalinan waktu.

 

Hak untuk Melawan dan Hak untuk Memberontak

Jadi, dalam cara apa hak untuk melawan dapat dibenarkan? Siapa dan mengapa yang memiliki kesempatan untuk mewujudkan hak ini? "adalah wajib, jika manusia tidak dipaksa untuk menolong dirinya sendiri-sebagai pilihan terakhir-dengan memberontak melawan kelaliman-kelaliman dan penindasan, bahwa hak-hak asasi manusia harus dilindungi oleh aturan dari undang-undang". (Preambule dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948)

 

 

Sosialisme Konsep dan Cara Berpikir Sosialis

Buku ini menyajikan sebuah pengantar ringkas, namun berbobot dan sangat otoritatif dari sosok intelektual kiri terkemuka mengenai sejarah, teori, dan praktek sosialisme. Ia memperlihatkan bagaimana dan mengapa sebuah sosialisme sebagai sebuah ide dibangun; apakah ide itu telah mendarat ke dalam konteks yang berbeda-beda, dan apakah serentetan perbedaan dalam politik praktisnya berasal dari konsepsi tentang sosialisme yang berbeda-beda pula. Karena menempatkan sosialisme dalam konteksnya yang paling luas, dalam teori maupun praktek, buku ini menyajikan tafsiran yang menantang bagi pembaca umum maupun akademisi. Para peminat politik kontemporer butuh membaca buku ini.

 

 

Begitulah, Kutulis Sejarah Para Perempuan

Kepenyairan Nizar Qabbani memang telah menyita perhatian banyak orang. Tema-tema cinta yang ia angkat membuat dirinya ditahbiskan sebagai Penyair Cinta atau Penyair Perempuan abad modern. Dari sekian banyak puisi cintanya, Nizar selalu berbicara tentang perempuan atau kadang kala ia bersuara begitu lantang atas nama perempuan. Nizar memang pribadi yang mampu menciptakan romantisme mendalam tentang cinta, tetapi ia tidak pernah lupa untuk menyuarakan hak-hak perempuan.

Saya menikmati puisi-puisi Nizar Qabbani ini seperti bukan karya terjemahan. Diksinya terjaga dengan sangat baik. Maka dalam setiap larik puisi yang terkesan sederhana itu, ada kedalaman makna, simbolisme, dan pesan filosofi yang kerap mengajak kita pada kekhasan puisi-puisi para penyair sufi.—Maman S. Mahayana, kritikus dan pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

 

 

Filsafat Ilmu Fisis

Ilmu alam secara garis besar dibagi dua: ilmu fisis (physical science) dan ilmu biologis (biological science). Yang pertama, membahas benda-benda takhidup, mencakup fisika, kimia, astronomi, dan ilmu bumi. Yang kedua, membahas makhluk hidup dari segala jenis dan rupa, mencakup biologi dan seluruh cabangnya.

Buku ini adalah terjemahan dari Philosophy of Physical Science yang mengulas satu problem filosofis dari ilmu fisis. Pertanyaan besar yang ingin dijawab Arthur Eddington melalui buku ini adalah: apa hakikat pengetahuan yang diperoleh oleh ilmu fisis tentang objeknya?

Karenanya, buku ini tidak hanya perlu dibaca oleh orang yang punya minat pada filsafat, tetapi juga oleh orang yang berminat pada fisika, kimia, astronomi, dan ilmu bumi.

 

 

Kehilangan Kehilangan yang Baik

Sajak-sajak Susyillona lahir dari hati yang jujur. Hati yang mengakui sifatnya yang kontradiktif di hadapan cinta dan rindu. Rontradiksi antara melepas dan merasa masih memiliki, antara merelakan dan mengangeninya tiada henti. Sekeping hati bahkan lebih ambigu dari seribu puisi. —Joko Pinurbo, penyair

Puisi bisa dimaknai dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menghidmatinya saat hati sedang begitu terluka. Beginilah yang sepertinya sedang dilakukan puisi-puisi Susyillona. Membacanya seperti membawa kita ke masa lalu, seringkali bisa membuka luka lama atau bahkan bisa membuat pembacanya merasakan Iuka yang sebelumnya belum pernah dirasakan. Sungguh, karya yang tidak bisa dilewatkan begjtu saja. —Tia Setiawati, penulis

  •  

   



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: