Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

9 Buku Terlaris Di Bulan April

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 May 2020 Dibaca: 2234 kali


Ada yang patah kemudian tumbuh kembali, merupa sebagai bunga, buah atau apapun yang merupakan hasil dari kegigihan atas waktu dan pengorbanan diri atas keadaan. Kami senang, sampai saat ini buku senantiasa menemukan pembacanya, meski terkadang ia perlu bernaung bersama debu atau berada di pojokan rak yang tak dihiraukan. Setidaknya, dengan adanya teknologi dan keberadaan toko buku dalam genggamanmu seperti website dan aplikasi, buku-buku senantiasa mendapati mereka yang mencintainya. Mereka yang akan menghabiskan tiap-tiap pengetahuan yang tercetak pada pagina, dan dengan rakus merampungkannya untuk menunda kemenangan kemalasan.

Bulan-bulan ini jadi sangat berbeda karena pandemi. Kita mau tidak mau harus mengubah pola hidup, yang sebelumnya asing kita lakukan, jadi hal yang mesti terpenuhi untuk menjaga diri. Saling berjarak, saling bertatap muka secara virtual, dan tentu saja lebih baik untuk tetap #DiRumahAjaDulu, untuk sekian waktu. Di saat seperti ini, tentu saja bahwa tak semua orang dapat melakukannya, banyak dari mereka yang akhirnya kehilangan pekerjaan, aktivitas terbatasi dan kelak, pertemuan akan merupa seraya upacara yang patut untuk senantiasa diperingati. Saling bantu dan saling berbagi jadi hal yang penting di saat pandemi. Terima kasih, untuk senantiasa berjuang, di manapun itu, Terima kasih.

Di tengah situasi seperti ini, kami pula patut berterima kasih pada setiap pihak yang membantu kami agar buku dapat sampai pada pembacanya. Ojek Online, kurir, tanpa mereka buku-buku akan kesulitan sampai pada pembacanya. Beberapa judul buku yang paling banyak dicari di bulan ini, adalah buku-buku yang turut serta sampai di tangan pembaca karena mereka. O ya, Ramadhan ya Bacaan! Selamat menunaikan ibadah puasa.

 

***

Egosentris

Semua orang seolah mengalami krisis yang sama. Hingga setiap kata dan perilaku meneriakkan sebuah keinginan dengan harga mati; kebebasan. Kata-kata saling menerbangkan arogansinya. Melayang tak tentu arah di laman maya, demi kebutuhan jiwa pribadinya, atau keperluan politik dan organisasi. Setiap hari, tak pernah lelah berita-berita penjeratan memenuhi layar kaca dan gawai setiap orang.

“Apakah puisi adalah Penyair itu sendiri atau instrumen-instruen yang mengelilingi Sang Penyair? Karena pada bait ke sekian, diksi-diksi yang berbaris kehilangan arah setelah koma yang berkepanjangan. Baru menyadari bahwa mereka hanyalah potongan tanya utusan Penyair yang Agung, yang saling mencari penjelasan, saling mengertikan maknanya sendiri. Kemudian tetap menjadi tanya, tetap mencari, dan menemukan.”

Untuk yang ketakutan dan bersembunyi. Untuk yang dibedakan dan diasingkan. Tegak dan hiduplah.

 

Homo Deus: Masa Depan Umat Manusia

Pada masa lalu, manusia menaklukkan dunia berkat kemampuan uniknya untuk percaya pada mitos-mitos kolektif tentang dewa, uang, kesetaraan dan kebebasan—seperti dijelaskan dalam buku Sapiens. Dalam buku Homo Deus, Prof. Harari menelaah ke masa depan dan mengeksplorasi bagaimana kekuatan global bergeser: kekuatan utama evolusi—seleksi alam—digantikan oleh teknologi baru tingkat dewa, seperti kecerdasan buatan dan rekayasa genetika. Inilah era Homo deus.

Memadukan sains, sejarah, filsafat, dan cabang ilmunya, Prof. Harari menunjukkan visi masa depan yang awalnya tak dapat dipahami tapi kemudian tak terbantahkan: manusia akan kehilangan tak cuma dominasinya atas dunia, tapi juga semuanya. Manusia akan tergantikan oleh mesin; atas nama kebebasan dan individualisme, mitos humanis akan dibuang bak kaset lama yang usang. Seiring Homo sapiens menjadi Homo deus, muncul pertanyaan fundamental: ke mana kita pergi dari sini? Takdir baru apa yang kita jalani? Proyek apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kita melindungi planet rapuh ini dan umat manusianya dari kekuatan destruktif kita sendiri?

Buku ini mengeksplorasiproyek, impian, dan mimpi buruk yang akan membentuk abad ke-21—dari mengatasi kematian hingga menciptakan kehidupan buatan. Dikupas oleh banyak media massa ternama dunia dan terjual 2 juta kopi hanya dalam tempo setahun sejak pertama terbit pada akhir 2016, buku ini akan mengguncang kesadaran kita ihwal masa depan umat manusia.

 

V*gina: Kuasa dan Kesadaran

V*gina: Kuasa dan Kesadaran, adalah karya menakjubkan yang secara radikal mengubah cara kita berpikir, berbicara, dan memahami vagina—dan perempuan dan seksualitas—yang ditulis oleh Naomi Wolf, salah satu kritikus budaya yang paling dihormati dan penulis karya klasik modern, The Beauty Myth.

Ketika Naomi memulai sebuah perjalanan yang mengubah hidup untuk mencari tahu hubungan antara seksualitas dan kreativitas, ia menemukan pencerahan yang menggembirakan—adanya tautan, yang didukung secara ilmiah, antara vagina dan keberanian perempuan, ketegasan dan kesadaran.

Di dalam buku ini, Naomi menggabungkan ilmu pengetahuan mutakhir dengan sejarah budaya untuk mengeksplorasi peran hasrat perempuan dan bagaimana hal ini memengaruhi identitas, kreativitas, dan kepercayaan diri perempuan. Selain provokatif, menarik, dan inspiratif, buku ini juga akan mengantarkan kita menuju inti dari apa artinya menjadi seorang perempuan.

Bagi setiap pembaca baik laki-laki maupun perempuan yang ingin memahami tubuh, pikiran, serta budaya yang mendefinisikan perempuan, buku ini adalah bacaan wajib.

 

MONEY: Hikayat Uang Dan Lahirnya Kaum Rebahan

Bagaimana Uang Diciptakan? Mengapa sekarang uang memiliki arti yang begitu penting dalam kehidupan kita? Apakah uang membuat kita lebih bahagia atau tidak bahagia? Dan apakah yang akan terjadi pada uang di masa depan? Dengan kejelasan dan tilikan cemerlang, Yuval Noah Harari membawa pembaca dalam perjalanan dari koin pertama hingga ekonomi abad 21 dan menunjukkan pada kita bahwa kita semua, suka atau tidak, sedang berada di ambang sebuah revolusi.

 

Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya

Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang dimuat di situs Mojok.co sebagai serial ramadhan pada tahun 2015 sampai dengan 2016. Cak Dlahom, yang merupakan tokoh utama dalam cerita, adalah orang dianggap gila oleh warga kampung. Ia seorang duda yang tinggal di dekat kandang kambing milik pak lurah. Meski sering dianggap gila oleh warga kampung, Cak Dlahom memiliki pemahaman agama yang baik. Ia dianggap demikian karena sikapnya seringkali di luar pemahaman orang biasa. Ada satu cerita yang mengisahkan bahwa Cak Dlahom telentang memandangi langit masjid tanpa busana. Ketika ditanya untuk apa, ia menjawab ingin bersedekah pada nyamuk. Mat Piti, satu-satunya orang yang percaya padanya, tidak puas dengan jawaban Cak Dlahom tersebut.

Mat Piti menganggap bahwa nyamuk adalah makhluk pengganggu dan pantas untuk dibunuh, bukan justru diberi umpan. Cak Dlahom memiliki pemikiran yang berbeda. Ia ingin membantu nyamuk-nyamuk memenuhi pengabdiannya kepada Allah. Pernah juga Cak Dlahom menyuruh Mat Piti untuk mengingat sudah berapa banyak Mat Piti buang air kecil dan besar sejak lahir hingga sekarang. Tentu Mat Piti tidak ingat. Seperti itu lah ikhlas, kata Cak Dlahom. Rupanya, ia ingin mengajak untuk lebih merenungi makna ikhlas. (Inspirasi.co)

 

Mengapa Marx Benar

MASIH PERLUKAH MEMBACA Marx pada hari ini? Masih relevankah membaca Marx pada zaman ketika setiap detik kita temukan wajah penuh senyuman dipamerkan di media sosial, perusahaan-perusahaan menggaji karyawannya sesuai dengan standar hidup umum, dan berita-berita kelaparan menghilang dari koran pagl?

Buku ini merupakan jawaban afirmatif terhadap pertanyaan tersebut. Jika kemudian kita bertanya-tanya, bukankah Marx begini, bukankah Marx begitu, bukankah Marx mengatakan demikian, dan sederet proposisi lainnya yang mengandaikan sebuah konklusi bahwa tulisan-tulisan Marx sudah ketinggalan zaman bagi generasi masa kini, maka kita bukan hanya perlu membaca Marx melainkan juga perlu mengawalinya dengan membaca buku ini.

Karena dalam buku ini Eagleton mengumpulkan sepuluh prasangka umum tentang Marx dan mencoba mementahkannya. Formatnya sederhana: prasangka-prasangka itu ditulis sebagai pembuka setiap bab, lalu di tiap-tiap bab itu Eagleton menunjukkan bahwa prasangka tersebut tak memiliki pondasi untuk menihilkan perlunya membaca Marx pada hari ini.

 

Introver: Sebuah Novel Penggugat Jiwa

Pandangan umum menilai bahwa kesuksesan sangat lekat dengan orang berkepribadian ekstrovert: ceria, suka sosialisasi, banyak teman, dan berbagai sifat supel lainnya. Sedangkan orang berkepribadian introver—tertutup, pemalu, pemurung, pendiam, suka menyendiri—dianggap sulit menjadi orang sukses. Bahkan tak jarang, kaum introver dicap sebagai orang aneh, terkucilkan, eksklusif, dan anggapan negatif lainnya.

Tetapi, tahukah Anda bahwa banyak tokoh dunia adalah orang-orang berkepribadian introver? Di deretan pemimpin politik, ada Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, dan Barack Obama. Ada pula Bill Gates dan Warren Buffett di kalangan pengusaha. Begitu pula Albert Einstein dan Charles Darwin, mewakili kaum ilmuwan. Sementara di antara artis, selebritis, dan penulis, ada Christina Aguilera, Mark Zuckerberg, dan J.K. Rowling. Mereka adalah orang hebat dengan kepribadian introver. Lalu, seperti apa sejatinya kehidupan kaum introver?

Novel ini bercerita ihwal dunia kaum introver. Membacanya, kita diajak menyelami alam pikiran dan kejiwaan seorang introver yang senantiasa gelisah, resah, dan gundah; juga konflik batin yang menyiksanya, dan bagaimana ia menemukan “teman” untuk mengisi kesendiriannya dan membuat kehidupannya menjadi bermakna. Tak hanya itu, dalam novel ini, Sang Introver seolah curhat bernada menggugat atas dunia kaum ekstrovert yang dianggap sia-sia, membuang waktu, tak bermutu, dan tidak efektif.

 

Ambivert

“Kita tidak akan bertanya apa-apa. Kita sudah menduga jawabannya. Namun, rasa ingin tahu itu tak pernah usai. Ego dan gengsi menolak Tanya, yang punya jawabannya selalu prasangka.”

Buku ini menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan menghadapi masa Quarter Life Crisis (QLC). QLC akan dialami di awal umur dua puluhan hingga pertengahan tiga puluhan. Seperti tokoh aku dalam buku ini yang harus melewati banyak dilema dalam hidupnya. Mulai dari bagaimana pola asuh orang tuanya, persahabatan, penghianatan, dan asmara. Berbagai dilema tersebut memaksanya untuk mengenakan berbagai persona. Topeng-topeng yang terbentuk tanpa sengaja. Topeng-topeng yang ingin dilepaskannya tanpa tersisa untuk menemukan jati diri yang sebenarnya.

 

Tractatus

Tractatus adalah salah satu karya terbesar dan terpenting filsafat abad dua puluh. Dalam karya ambisius ini, Ludwig Wittgenstein berikhtiar memaparkan hubungan antara kenyataan dan representasinya di dalam bahasa dan logika, juga mendefinisikan batas-batas sains. Disusun dalam gaya aforistik, buku ini adalah satu-satunya karya Wittgenstein yang diterbitkan semasa dia hidup. Dalam pengantarnya yang jernih di buku ini, Bertrand Russell mengatakan bahwa dengan menulis buku ini Wittgenstein sudah merampungkan kerja yang sangat sulit dan dahsyat dan dengan demikian “kerja berat itu membuat tidak seorang pun filsuf serius sanggup mengabaikan buku ini.”

***

Itulah 9 buku yang akhir-akhir ini banyak dicari, oleh pembaca. O ya, sekali lagi. Selamat menunaikan ibadah puasa. Ramadhan ya Bacaan.

  •  



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: