Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

9 Buku Terlaris di Bulan Desember

Oleh: Redaksi         Diposkan: 06 Jan 2020 Dibaca: 790 kali


Sembilan buku ini akhir-akhir ini paling rajin menyambangi meja packaging untuk dikemas. Lebih sering tidak sendiri karena adanya promo, dan dipilih karena ada orang-orang yang jatuh cinta dengan bacaan. Kami begitu yakin, apa yang terbaca akan senantiasa diingat, dan apa yang ditulis akan senantiasa abadi. Sembilan buku ini menjadi rupa yang akan diingat dan abadi. Membaca adalah proses mencari dan menemukan  bahkan tak jarang banyak pula pencarian tersebut menghasilkan buah pikir yang tak kalah menakjubkan sebai sebuah kritik tatkala mengulas. Dan kita akan senantiasa percaya, bahwa yang nisbi ada karena adanya pencarian yang begitu tekun, tekad sekeras batu, dan impian kebahagiaan ala stokis.

Pada buku-buku kita mencari yang nisbi, mengurainya kembali pada meja bedah ketekunan, dan sampai pada akhirnya kritik dan pujian kita hantarkan bersama buah pikir baru yang lahir karenanya. Sembilan buku ini, mungkin akan segera menemui jika kau mau.

 

Seni Berdamai Dengan Emosi

Seni Berdamai Dengan Emosi

Persoalan-persoalan yang ringan kadang-kadang dapat diatasi dalam waktu yang singkat, akan tetapi persoalan lainnya memakan waktu yang lebih lama. Konflik dan tekanan merupakan penyebab ketegangan dalam hidup. Bahkan ada peribahasa mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada orang yang dapat dikatakan sebagai orang normal. Kita kadang-kadang menunjukkan perilaku yang tidak logis serta memaksa, dan menderita penyakit yang disebabkan oleh emosi. Ingatlah, berapa kali kita mengeluh ketika terlambat datang ke tempat kuliah, atau ketika kita dibebani tugas berlebih oleh atasan. Bila kita menderita sakit yang disebabkan oleh jiwa dan emosi, apakah sebaiknya kita merawat diri sendiri?

Dalam buku ini, kita akan mendapatkan teori sekaligus praktik untuk penyembuhan diri sendiri yang berkaitan dengan masalah kejiwaan. Misalnya lewat hipnotis diri maupun latihan-latihan sederhana untuk melepaskan persoalaan kejiwaan di masa lalu yang masih terbawa hingga saat ini. Walaupun kita abaikan persoalan di masa lalu, akan tetapi secara tidak kita sadari akan memengaruhi perilaku kita di masa kita. Jadi, mengapa kita bawa beban masa lalu, jika kita mampu melepaskan beban itu?

Mempunyai atau Mengada: To Have or To Be

Mempunyai atau Mengada To Have or To Be

Buku ini merupakan karya orisinal Erich Fromm, yang mengembangkan penelitiannya dalam bidang psikoanalisis radikal-humanis, dan berfokus pada analisis persoalan egoisme dan altruisme sebagai dua orientasi karakter dasar manusia. Dengan kajiannya yang amat mendalam terhadap modus eksistensi “mempunyai” dan “mengada”, Fromm hendak menunjukkan kepada kita tentang krisis akut yang diderita oleh masyarakat kontemporer, baik yang kita sadari ataupun tidak, serta potensi solusinya yang mungkin dilakukan.

Dua ideologi besar, komunisme dan kapitalisme, dikritik habis oleh Fromm secara jernih dan tak terduga. Sebaliknya, ia menawarkan suatu gambaran masyarakat baru yang “tak dikenal” oleh “otak kontemporer” kita, sebuah sistem sosial yang mampu melahirkan—sekaligus dilahirkan—oleh individu-individu baru dengan cara pandang baru terhadap realitas, agama, kebudayaan, dan biosfer tempat kita hidup. Ia menamai sistem masyarakat barunya itu sebagai Kota Mengada, sebuah sintesis dari visi masyarakat Abad Pertengahan, Kota Tuhan, dan visi masyarakat modern, Kota Duniawi.

Bingung Antologi Lirik

Bingung Antologi Lirik

"Seperti puisi yang beriman dengan janjinya sendiri. Menikmati lirik Iksan Skuter seolah sadar bahwa surga akan selalu butuh suara walau doa (sudah ada) di mana-mana. Pun yang terusik semakin ditelik, sekalian saja ditambah yang asyik-asyik. Sungguh paramasastra yang begitu sungguh-sungguh" —Rintik Sedu

"Beberapa tahun silam, pada suatu malam, saya terhenyak demi menyaksikan Iksan menyanyikan lagunya yang berjudul "Doa di Mana-Mana". Sangat cepat saya berkeyakinan, dan bahkan merasa lega, bahwa The next lwan Fals telah dilahirkan semesta. Lebih dari itu, "Shankara", "Cinta itu Adalah", dan sejumlah lagu Iksan merupakan serangkaian keajaiban berikutnya. la tak perlu Iagi menyanyi, cukup mengocok senar-senar gitarnya, jreng, dan para penonton akan menjadi paduan suara yang membahanakan pesanpesan indah Iksan Skuter. Menyambut kelahiran buku ini, yang mengandung syair-syair lagu Iksan di dalamnya, saya tentu saja berbahagia. Saya haqqul yaqin Iksan Skuter takkan pernah berhenti berproses dan berkarya, serta yang paling penting dari semua itu adalah menjadi dirinya sendiri, Sam, koen ancen jancuk!" —Candra Malik

Kebenaran dan Dusta dalam Politik

Kebenaran dan Dusta dalam Politik

Arendt memang tidak memberikan kepastian bahwa institusi-institusi “suaka kebenaran” itu bisa tugur tak beranjak dari tempatnya di luar panggung politik, tetapi ia percaya bahwa berdusta, suatu upaya untuk menggantikan kenyataan faktual, tidak bisa mencapai “stabilitas yang aman”. Informasi faktual memiliki kecairannya sendiri dan fakta-fakta memiliki kekeraskepalaan yang menolak kuasa apapun dan siapapun.

Dari kepercayaan semacam itulah “kebebasan” pengadilan, universitas, dan pers dari kungkungan panggung politik dimungkinkan. Arendt menulis dua risalah ini pada zaman dan tempat yang terpaut jauh dengan kita, tetapi melihat bahwa tulisan-tulisannya kini masih tetap kita baca, tampaknya dia sudah memberikan sesuatu yang jauh lebih penting daripada kepastian, untuk zaman kita: harapan. Kepastian, Arendt sangat tahu, memiliki bahayanya sendiri dan seringkali untuk meraihnya kita justru, sadar ataupun tidak, menjauhi kebenaran.

Malas Tapi Sukses

Malas Tapi Sukses

Malas Tapi Sukses sangat berbeda dari buku-buku yang pernah Anda baca atau lihat selama ini. Di sini Anda akan belajar menjalani suatu jenis kemalasan yang menjurus pada kinerja tanpa susah payah—kemampuan mencapai apa saja tanpa melakukan apa-apa.

Buku yang tak bisa ditampik ini menyodorkan cara pandang baru. Ia membuktikan kekeliruan pendapat yang selama ini lumrah diterima bahwa kesuksesan hanya lahir dari kerja keras Bahkan, buku ini dengan mendalam dan meyakinkan serta penuh humor berpendapat yang sebaliknya—bahwa berbuat sedikit itulah sebenarnya yang menghasilkan lebih banyak.

Indonesia For Sale

Indonesia For Sale Kover Baru

Nasionalisme dan kesejahteraan, atau tegasnya ekonomi, adalah senyawa dalam membangun sebuah bangsa sejati. Orang tak mungkin dipaksa mengerek bendera dengan perut lapar. Sebaliknya, sungguh nista menjual bendera bangsanya demi urusan perut belaka. Nasionalisme tak boleh dijadikan dalil sahih untuk menanggalkan semangat kebangsaan, apalagi sampai mengkomersialkannya. Amatlah tidak elok, jika demi perut kenyang, tanpa sadar kita melilitkan tali gantungan kepada anak cucu sendiri. Sejarah telah mencatat bahwa kesejahteraan yang diciptakan Orde Baru sejatinya adalah semu.

Kesejahteraan yang kita rasakan kala itu ternyata menjadi semacam opium yang membius kesadaran kita: saat tertidur kekenyangan, tanah ladang kita tiba-tiba telah tergadaikan. Saat terbuai mimpi indah, tak dinyana sumber-sumber penghidupan kita menjelma jadi surat utang. Saat kita terlelap mesra, tanah air yang dulu direbut kakek-nenek kita dengan darah tiba-tiba ditumbuhi tanaman belukar berwujud dolar.

The Wealth of Nations

The Wealth of Nations - Edisi Lengkap

Magnum opus Adam Smith, The Wealth of Nations (1776), panjangnya hampir seribu halaman. Banyak pembaca modern menemukannya hampir tidak bisa ditembus: bahasanya berbunga-bunga, terminologinya mungkin ketinggalan zaman, dan banyak contoh yang diambil dari abad ke-18 seringkali membingungkan alih-alih mencerahkan kita hari ini. Namun, The Wealth of Nations adalah salah satu buku paling penting di dunia. Ini adalah karya untuk ekonomi yang setara dengan apa yang dilakukan Newton untuk fisika, dan yang dilakukan Darwin untuk biologi.

Smith menguraikan konsep produk domestik bruto sebagai ukuran kekayaan nasional; dia mengidentifikasi keuntungan produktivitas besar yang dimungkinkan oleh spesialisasi; dia menyadari bahwa kedua belah pihak mendapat manfaat dari perdagangan, bukan hanya penjual; dia menyadari bahwa pasar adalah mekanisme otomatis yang mengalokasikan sumber daya dengan efisiensi besar; dia memahami kolaborasi yang luas dan subur antara produsen yang berbeda yang dimungkinkan oleh mekanisme ini. Semua gagasan ini tetap menjadi bagian dari struktur dasar ilmu ekonomi, lebih dari dua abad kemudian. Dan semua gagasan ini bisa kita temukan bukan hanya dalam keterampilannya untuk membangun argumen yang cermat dan rinci, tetapi juga dalam kemampuannya untuk berkisah dan bermetafora.

MINDSET: Mengubah Pola Pikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup Anda

MINDSET Mengubah Pola Pikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup Anda [Edisi 2019]

Terbukti telah mengubah cara orang melihat dunia dan kesuksesan hidup di berbagai belahan dunia, Mindset bertengger jadi topseller di amazon.com sejak 13 tahun lalu hingga sekarang

Paparan tentang kesuksesan dalam buku ini sangat mendasar dan langka. Lazimnya, buku-buku tentang kesuksesan lebih menawarkan sisi-sisi praktis. Namun, buku ini justru mengajak Anda menggarap inti masalah kesuksesan: pikiran. Tak hanya itu, buku ini mengontraskan dengan apik tokoh-tokoh dunia—di bidang musik, sastra, sains, olahraga, dan bisnis—yang berpola pikir tetap (fixed mindset) dan berpola pikir tumbuh (growth mindset). Ternyata, tokoh yang berpola pikir tumbuh lebih mampu mempertahankan kesuksesan dan kegembiraan hidup. Hal ini dikarenakan mereka lebih menekankan proses belajar dan peran ikhtiar daripada mengandalkan bakat dan kecerdasan.

Bagi Anda penikmat buku motivasi, teramat sayang bila Anda tak melahap isi buku ini. Bagi Anda para pemimpin, eksekutif, guru, orangtua, atau pelatih olahraga, buku ini sangat membantu dalam mengubah para pembelajar “bermasalah” menjadi insan-insan sukses dan bahagia. Sebagai pribadi pun, Anda tak bakal kecewa dengan buku hasil penelitian 20 tahun lebih dari ahli kenamaan di bidang psikologi kepribadian ini. Banyak inspirasi yang niscaya membuat Anda senantiasa optimistis, gembira, dan terampil membangkitkan kemampuan-kemampuan dahsyat dalam diri Anda.

Lelaki Malang, Kenapa Lagi?

Lelaki Malang, Kenapa Lagi?

“Kau tahu, aku punya istri dan anak. Anakku masih sangat kecil, sekarang dia masih sangat lucu, bahagia. Tapi, jika aku kehilangan pekerjaanku….”

Pasangan muda Pinneberg dan Lämmchen, serta bayi mereka, berjuang untuk bertahan hidup di masa sulit. Dipecat dari pekerjaan di sebuah kota kecil, mereka pergi ke kota besaar. Berlin 1932, dengan jalanan penuh preman-preman Nazi. Mereka harus menghadapi majikan yang menyusahkan, yang hanya memikirkan bagaimana memeras pekerja agar menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Jika tidak, ancaman pemecatan kembali di depan mata. Bisakah mereka bertahan? Bisakah cinta menolong mereka? Sebuah karya klasik Jerman yang mengantarkan Hans Fallada sebagai penulis sensasional global.

  •  



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: