Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

9 Buku Terlaris di Bulan Januari

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Feb 2020 Dibaca: 1792 kali


Januari ialah hari senin yang menjadi awal di mana libur telah usai dan hidup kembali pada rutinitas. Banyak hal terjadi, orang-orang mendeklarasikan diri mendirikan dan memiliki kerajaan, bahaya virus baru yang nyatanya malah tak lebih berbahaya dari virus berita bohong. Mengapa kabar bohong selalu mudah merebak? Karena ketidaktahuan senantiasa dipupuk, dan kemalasan senantiasa dipelihara. Ini yang menjadikan mudahnya virus hoax, mudah sekali menebar ke segala penjuru, melalui berbagai medium.

Mereka yang membaca, bisa saja sedang menghindari kabar-kabar bohong, mereka yang senantiasa ingin belajar dan mencari. Tentu saja, membaca adalah kegiatan yang begitu mulia, mencerna pengalaman, dan mewujudkannya dalam langkah-langkah praksis sebagai sebuah usaha mendekati yang ideal. Meski Januari telah usai, penyebaran kabar bohong tentu masihlah berlangsung, dan kita mesti tetap terus menangkalnya.

9 buku ini adalah buku yang paling banyak dicari oleh pembaca, sudahkah salah satunya mampir menjadi bagian dari pengalamanmu?

 

The Art of Woo; Sebuah Seni untuk Meyakinkan Orang

Ketika Napoleon Bonaparte masih seorang perwira pada penaklukan Toulon, dia merangkai sebuah senjata artileri di lokasi yang sangat terbuka dan berbahaya. Semua atasannya mengira dia tidak akan mendapatkan pasukan untuk mengoperasikan artileri itu. Bukannya memerintah atau menakut-nakuti para prajuritnya, Napoleon sendiri malah membuat plakat besar dan menempelkannya di samping meriam: “Senjata untuk Orang Tanpa Rasa Takut”. Posisi itu pun dijaga prajurit siang dan malam.

Itulah yang disebut “woo”: kemampuan mempengaruhi orang untuk mengikuti gagasan Anda tanpa memaksanya, melainkan menggunakan persuasi yang cerdas. The Art of Woo akan menunjukkan pada Anda bagaimana Charles Lindberg mengubah dirinya—dalam waktu kurang dari setahun—dari seorang pilot pengantar surat menjadi selebriti internasional, atau bagaimana Nelson Mandela menggunakan woo untuk mengambil hati para penjaga di penjaranya yang brutal dan menciptakan kembali sebuah bangsa. Buku ini juga menjelaskan bagaimana para pemimpin bisnis dari segala bidang menggunakan woo setiap hari untuk mencapai sasaran-sasaran mereka.

Tak peduli apakah Anda introvert atau ekstrovert, kompetitif atau kolaboratif, dari kalangan intelektual atau praktisi, Anda akan menemukan bahwa woo dapat menguatkan keterampilan persuasi Anda dalam setiap aspek kehidupan. Anda mungkin membutuhkan The Art of War-nya Sun Tzu untuk mengalahkan musuh. Tetapi jika Anda memilih untuk memenangkan hatinya, bacalah The Art of Woo.

Logika Kritis Filsuf Klasik; Dari Era Pra-Socrates Hingga Aristoteles

Pada intinya akan selalu ada nilai, selalu ada yang tidak biasa dalam keseharian kita yang terlihat biasa-biasa saja. Maknalah yang membuat hidup menjadi berarti dan layak  untuk dihidupi. Selain sudah pasti memperbincangkan semua filsuf klasik termasuk Socrates, Plato dan Aristoteles, segendang sepenarian dengan itu semua, penulis juga memaparkan beberapa pandangan filsuf lainnya seprti Marx, Nietzsche, Aquinas, Hume dan Sartre, karena kelimanya memberikan pandangan yang baru dalam hidup. Mereka menunjukan usaha mereka yang luar biasa dalam mengupayakan kebenaran dan keadilan, sebagian dari mereka harus mengalami kematian dan kehidupan yang tragis.

Keadilan dan kebenaran tertutupi selama ini bisa saja karena orang-orang kurang memiliki minat terhadap filsafat. Politisi yang asing dengan filsafat sebenarnya dalam sudut pandang Plato cukup sulit untuk diberikan kepercayaan dalam memimpin kita. Filsafat setidaknya bisa memberikan kita jalan penerangan, sama halnya dengan agama, filsafat tidak bisa dipahami secara kaku namun harus seimbang, sehingga dalam tulisan di bab terakhir penulis mencoba memberikan catatan mengenai kombinasi filsafat dan kehidupan pergaulan sehari-hari.

Kepergian Kedua

 

“Bagaimana kalau kamu pulang, cepat menikah, lalu ambil anak Indah. Dia bisa meneruskansekolah, nanti jadi sarjana. Ibuk juga lega akhirnya punya mantu dan cucu dan statusmu jelas.Bagaimana kalau begitu, Le?”

Di Wetter, sebuah kota kecil di Jerman berjarak sekitar dua puluh jam penerbangan dari Gayut,Jawa Timur, Irul mengira ia bisa melarikan diri dari kuasa Ibuk dan segala benang kusut konflikkeluarga besar trah Jauhari. Ia salah. Kabar kehamilan Indah, sepupunya yang masih belia,mengejarnya tanpa ampun. Ia dituntut memainkan peran utama sebagai satu-satunya cucu laki-laki. Tanpa seorang pun tahu rahasia macam apa yang ia bawa pergi dari Gayut.

Kisah cinta di masa apapun tentulah mengandung kerumitan yang seringkali terasa kekal.

Authority and the Individual; Otoritas dan Individu

Membaca Otoritas dan Individu berarti menemukan Russell pada karakteristiknya yang paling khas dan persuasif —jernih, cerdas, berpikiran serius namun tidak ngotot, dan tidak peduli dengan penyajian skema terperinci untuk pemerintah dunia, reformasi pemerintah daerah, atau piagam kebebasan, tetapi peduli pada bagaimana menghilangkan kebingungan dan artikulasi asas-asas awal. Orang mendapati Russell, selaku pemikir yang punya logika yang presisi dan guru yang ulung, menjelaskan kepada kita sifat pertanyaan yang harus ditanyakan sebelum skema semacam itu dapat dibuat dengan pantas. Dengan demikian, Russell memimpin para pembacanya melalui topik-topik perenial, jika esensial, semisal pembentukan dan tujuan masyarakat, sifat dan fungsi keadilan, ruang lingkup pendidikan dan evolusi kode-kode moral, serta mekanisme kemajuan sosial, ekonomi, dan intelektual.

Selain itu, dia melakukannya dengan pandangan yang jernih atas realitas kontemporer tentang kemajuan teknologi yang sekaligus meningkatkan kapasitas negara untuk pengawasan dan penegakan hukum serta mengurangi kemampuan individu untuk menahan kekuatan itu, tentang transformasi dalam perangyang dapat memicu tragedi atom sebagai konsekuensi dari agresi yang salah arah, dan tentang inovasi dalam seni periklanan, propaganda, serta media yang mengancam melemahkan kemampuan dan kemauan kita untuk berpikir bagi diri kita sendiri.

"Jangan takut menyampaikan opini yang eksentrik, karena semua opini yang sekarang tampak wajar, dulu juga dianggap eksentrik."—Bertrand Russell

The Stranger

Seseorang tidak pernah mengubah cara hidupnya; satu cara hidup akan sama baiknya dengan yang lain, dan cara hidupku sekarang ini sangat sesuai dengan diriku.

Dan aku juga merasa siap untuk mulai lagi menjalani kehidupan. Seolah ada gelombang amarah yang hebat datang membersihkan diriku, menguras semua harapan, dan sambil memandang langit gelap yang dilumuri bintik-bintik cahaya bintang, aku, untuk pertama kalinya, ya, untuk pertama kalinya, hatiku terbuka lebar bagi ketidakpedulian alam yang ramah dan dermawan. Aku yang merasakan perasaan seperti itu, perasaan yang datang menawarkan persaudaraan yang akrab, sungguh membuat aku sadar bahwa aku pernah bahagia dan aku akan tetap bahagia.

Anarko Sindikalisme

Lebih banyak dari kita telah dihasut oleh media, bagaimana mereka mendefinisikan anarkisme yang hingga hari ini begitu dekat kerusuhan, tentu saja membaca Anarko Sindikalisme berarti kita sedang melacak tentang apa itu anarkisme melalui pemikiran Rudolf Rocker. Ketidaktahuan yang senantiasa dipertahankan hanyalah ladang subur bagi mereka yang memiliki otoritas melebihi diri manusia sebagai individu.

Cinta Keindahan Kesunyian

Kahlil Gibran nampak sebagai perpaduan yang indah antara Tagore, La Fontaine, Nietzsche, dan Sigmund Freud. (The Evening Transcript, 19 Maret 1927)

Keindahan ekspresi dan keindahan misteri yang terkandung dalam syair maupun parabel Mr. Gibran telah memenuhi standar tulisan kitab suci. (Jhon Heynes Holmes, Materi Urusan Gereja New York, dalam peluncuran buku Jesus the Son of Man, 1928)

Pengaruh Kahlil Gibran sedemikian luas, sehingga kita dengan mudah akan menemukan berbagai tulisan yang bercorak "gibranisme", bukan hanya di Timur Tengah, tetapi juga di amerika, Eropa dan bahkan Amerika Latin. (Philip K. Hitti, pakar Sejarah Kebudayaan Arab, dalam acara pemberian penghargaan kepada Kahlil Gibran oleh Arab-american Society,1929)

Tentang Identitas

Tulisan ini mencoba menganalisis makna-makna mutakhir "identitas" berdasarkan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, meskipun identitas sendiri merupakan konsep yang masih rumit dan kabur, namun memainkan peranan penting dalam perdebatan yang terus berlangsung di hampir semua bidang kajian dalam ilmu sosial. ...Saya beranggapan bahwa analisis bahasa sehari-hari adalah perangkat berguna dan barangkali yang paling menentukan dalam menjernihkan konsep-konsep dalam ilmu sosial yang memiliki akar-akar kuat dalam percakapan sehari-hari, dalam peristiwa-peristiwa yang paling umum dan biasa. —James D. Eearon

I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki

 

Aku: Bagaimana caranya agar bisa mengubah pikiran bahwa saya ini standart dan biasa saja ?

Psikiater: Memangnya hal itu merupakan masalah yang harus diperbaiki?

Aku: Iya, karena saya ingin mencintai diri saya sendiri.

 

I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki adalah esai yang berisi tentang pertanyaan, penilaian, sarannasihat, dan evaluasi diri yang bertujuan agar pembaca bisa menerima dan mencintai dirinya.

Buku self improvement ini mendapatkan sambutan baik karena pembaca meraskan hal yang sama dengan kisah Baek Se Hee sehingga buku ini mendapatkan predikat bestseller di Korea Selatan.

 



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: