Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

9 Buku Terlaris di Bulan Juni

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Jul 2020 Dibaca: 921 kali


“Spring is late and summer late at New Baytown, but when it comes it has a soft, wild, and special sound and smell and feeling.” Kata Steinbeck. “In early June the world of leaf and blade and flowers explodes, and every sunset is different.” Lanjutnya. Di tengah prahara sekarang ini, kalimat ini jadi punya arti untuk tetap senantiasa bertahan, menolak padam, dan tetap senantiasa tegak melawan. Meski Juni telah terlewat, kembang tetap mekar, dan daun-daun berganti berguguran, tapi ketidakpastian masih saja menyelimuti hidup yang mengambang.

Hidup hari ini, selayak berjajalan di tengah jembatan kecil nan tak seimbang, terkecoh sedikit saja, jurang penyesalan senantiasa menanti kita. Dengan begitu, hidup perlu disiasati, butuh strategi dan sigap berjaga diri agar senantiasa terjaga sampai di ujung perjalanan. Siasat-siasat kecil dapat dilakukan dengan apa-apa saja yang kita cinta agar tak dilanda kejenuhan, strategi mengatur waktu perlu dijalankan agar tak ditelan dalam kemalasan, dan tentu saja, memanjakan apa yang dibaca dan apa yang didengar teramat penting agar tak terjerumus pada narasi-narasi bodong yang bertebaran.

Sambil lamat-lamat menenggelamkan diri dalam harapan seperti saat matahari terbenam, buku-buku ini menjadi pilihan banyak pembaca di Bulan Juni ini.

V*gina: Kuasa dan Kesadaran

Di dalam buku ini, Naomi menggabungkan ilmu pengetahuan mutakhir dengan sejarah budaya untuk mengeksplorasi peran hasrat perempuan dan bagaimana hal ini memengaruhi identitas, kreativitas, dan kepercayaan diri perempuan. Selain provokatif, menarik, dan inspiratif, buku ini juga akan mengantarkan kita menuju inti dari apa artinya menjadi seorang perempuan.

Bagi setiap pembaca baik laki-laki maupun perempuan yang ingin memahami tubuh, pikiran, serta budaya yang mendefinisikan perempuan, buku ini adalah bacaan wajib.

Perihal Ketidakpatuhan

Berabad-abad lamanya, para nai, agamawan, penguasa, pemeritah, polisi, industrialis dan orang tua menanamkan kata-kat aberikut ke benak kita: ‘kepatuhan adalah kebajikan yang utama, sedangkan ketidakpatuhan adalah keburukan yang nista’. Tetapi, sekarang, mari kita putar 180 derajat cara pandang ini dan pahami pernyataan berikut: ‘sejarah umat manusia berawal dari tindakan ketidakpatuhan, dan bukan tidak mungkin sejarah umat manusia justru akan berakhir karena tindakan kepatuhan’. Tindakan ketidakpatuhan telah membebaskan Adan dan Hawa. Mereka harus meninggalkan Taman Firdaus untuk belajar mengandalkan kekuatan sendiri dan menjadi manusia yang utuh. Itulah fajar awal sejarah umat manusia. Tanpa sikap ketidakpatuhan, mustahil akan lahir suatu peradaban.

Inilah buku yang hendak mencetak pembacanya menjadi “manusia”, makhluk yang berani mengatakan “tidak” pada kekuasaan, sosol yang mampu mendobrak rasa takut yang menghegemoni dirinya, yang bertindak seklipun destruktif, namun revolusioner, lebih mengutamakan prinsip-prinsip kebebasan dan otonomi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan daripada iedologi, negara, partai, dan suprastruktur-suprastruktur eksternal lainnya. Inilah buku yang memuat pemikiran-pemikiran kritis Bapak Psikoanlisis Sosial yang menyediakan strategi dan metodologi bagi kita untuk benar-benar menjadi apa yang sering disebut sebagai “manusia seutuhnya”.

Map of the Soul Persona-Our Many Faces

Persona adalah semacam topeng. Ia menutupi bagian dari dirimu yang tidak ingin kau tampakkan kepada orang lain, sekaligus mengekspresikan dirimu pada saat yang bersamaan. Persona tercipta melalui pilihan gaya hidup tertentu; melalui pakaian, gaya rambut, aksesori seperti perhiasan, tato, atau tindikan, melalui kosmetik dan wewangian, melalui orangorang yang kau pilih sebagai kawan, melalui pilihan profesi, fan club, atau partai politik. Persona juga meliputi perilaku, ia bekerja di balik peran yang menunjukkan siapa dirimu di tengah-tengah orang lain. Namun, persona tidak menunjukkan siapa dirimu saat engkau sendirian. Dan ia sama sekali bukan gambaran dirimu secara keseluruhan.

Gagal Menjadi Manusia

Hidupku penuh aib. Catatan pria itu dimulai dengan pengakuan demikian. Ia menggunakan lawak untuk menipu dirinya sendiri, menipu orang lain, membuat kesalahan yang tidak dapat diperbaiki, lantas menjatuhkan keputusan atas dirinya sendiri bahwa ia gagal menjadi manusia.

Akan tetapi, begitu pria itu tidak ada, seorang wanita berkata dengan nada penuh rindu, “orangnya tulus, penuh perhatian... ia tetaplah anak yang baik, seperti tuhan.”

Karya Dazai Osamu yang mempertanyakan apa itu hidup sebagai manusia, dan apa itu hidup bersama manusia. Karya yang dipercaya menjadi surat wasiatnya.

Seks, Tuhan dan Negara

Apa hubungannya Seks, Negara dan Tuhan? Seks adalah hal yang masih sering ditabukan, namun konsep Negara dan Tuhan yang konon maha kuasa, gemar sekali mengaturnya, terutama terhadap Perempuan. Perempuan-lah yang seringkali menjadi sasaran berbagai peraturan tentang pakaian dan perilaku seksual: mereka yang diharuskan menutupi anggota tubuh tertentu; mereka yang diharuskan menjaga keperawanan dan mengikuti lebih banyak aturan daripada lelaki, serta mereka juga yang lebih sering mendapat stigma.

Salah satu cara yang ampuh untuk mengontrol Manusia adalah dengan memengaruhi cara berpikir mereka lewat cerita dan kata kata. Bila akal budi manusia sudah dipenuhi oleh dogma, bila cara berpikir mereka sudah dibentuk oleh penguasa, maka ia akan dengan mudah dikendalikan untuk memenuhi tujuan tertentu.

Karena itu, jangan pernah merendahkan kekuatan cerita dan kata-kata. Dengan kata-kata-lah, manusia menyampaikan konsep, gagasan serta dogma tertentu. Dengan sebuah cerita, manusia bisa mengarahkan manusia lainnya untuk memercayai berbagai konsep dan gagasan itu. Dengan kata-katalah, manusia bisa menggerakkan manusia lain untuk melaksanakan hal-hal yang tak terduga. Karena itu, dengan kata-kata pula, saya mencoba melawan berbagai propaganda dan dogma.

Logika Kritis Filsuf Klasik dari Era Pra-Socrates Hingga Aristoteles

Pada intinya akan selalu ada nilai, selalu ada yang tidak biasa dalam keseharian kita yang terlihat biasa-biasa saja. Maknalah yang membuat hidup menjadi berarti dan layak  untuk dihidupi. Selain sudah pasti memperbincangkan semua filsuf klasik termasuk Socrates, Plato dan Aristoteles, segendang sepenarian dengan itu semua, penulis juga memaparkan beberapa pandangan filsuf lainnya seprti Marx, Nietzsche, Aquinas, Hume dan Sartre, karena kelimanya memberikan pandangan yang baru dalam hidup. Mereka menunjukan usaha mereka yang luar biasa dalam mengupayakan kebenaran dan keadilan, sebagian dari mereka harus mengalami kematian dan kehidupan yang tragis.

Keadilan dan kebenaran tertutupi selama ini bisa saja karena orang-orang kurang memiliki minat terhadap filsafat. Politisi yang asing dengan filsafat sebenarnya dalam sudut pandang Plato cukup sulit untuk diberikan kepercayaan dalam memimpin kita. Filsafat setidaknya bisa memberikan kita jalan penerangan, sama halnya dengan agama, filsafat tidak bisa dipahami secara kaku namun harus seimbang, sehingga dalam tulisan di bab terakhir penulis mencoba memberikan catatan mengenai kombinasi filsafat dan kehidupan pergaulan sehari-hari.

Berpikir Kritis Panduan Berargumen

Buku ini berisi tentang pemikiran kritis para ahli yang memperkenalkan penalaran, argumentasi, retorika, bias, dan bagaimana memahami konsep-konsep tersebut dapat membuat kita menjadi pembaca, peneliti, dan penulis yang lebih baik. Chatfield memilih kombinasi yang tepat antara penulisan formal dan populer, menciptakan perasaan bahwa pembaca sedang belajar dari teman yang cerdas dan dapat dipercaya.

Buku yang sangat komprehensif, rumit dan terstruktur dengan jelas. Buku ini memberi para pembaca konsep dan keterampilan yang terorganisasi secara sistematis untuk meningkatkan pemikiran kritis mereka dengan cara yang mudah diakses, meletakkan dasar penting untuk studi akademis, pekerjaan profesional, dan kehidupan mereka di masa depan. Ini sangat membantu bagi mahasiswa tahun pertama yang akan memulai kehidupan akademik mereka.

Politics

"Manusia pada hakikatnya adalah binatang politik."

Apa hubungan individu dengan negara? Apakah negara ideal itu, dan bagaimana ia dapat mewujudkan kehidupan yang paling diinginkan bagi warganya? Pendidikan seperti apa yang harus disediakan? Apa tujuan mengumpulkan kekayaan? Ini adalah beberapa pertanyaan yang berusaha dijawab oleh Aristoteles dalam salah satu karya yang paling merangsang secara intelektual.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: