Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

9 Buku Terlaris di Bulan Maret

Oleh: Redaksi         Diposkan: 01 Apr 2020 Dibaca: 947 kali


Maret jadi kian panjang tatkala pandemi menyerang. Beberapa dari kita mengeluhkan kebosanan yang memanjang akibat aktivitas yang harus diselesaikan hanya di dalam rumah. Sedang yang lain dihinggapi kekhawatiran, tatkala pandemi seperti ini, mereka harus terus berada di luar rumah, berjuang demi keselamatan bersama, maupun demi tetap mengalirnya pundi-pundi rupiah. Permasalahan yang makin silang sengkarut, belum juga melahirkan kebijakan pasti untuk diambil oleh negara. “Kini kita tak lagi menangis karena drama korea, melainkan karena negara.” kata seorang teman, saat kami beritahukan bahwa Rumah dan Beranda Berdikari mesti libur sementara, dan hanya melakukan penjualan secara daring. 

Jika kebosanan membuatmu makin tak tahan, ingatlah dokter dan perawat yang hari ini senantiasa berjaga demi kebaikan semua, atau ketika paketmu datang ada supir ojek dan kurir yang senantiasa mengantar barang agar paket sampai di rumahmu dengan selamat. Beberapa hal kecil menjadi penting agar kita semua mampu bertahan. 

Di bulan Maret ini pula, #DiRumahAjaDulu jadi penting. Bersabar untuk tak berkunjung, dan menanti bacaan datang agar lekas bisa kembali menamatkan kebosanan. Sabar, semua ingin pandemi ini cepat selesai, lakukan yang bisa diupayakan, saling bantu, saling jaga.

9 buku ini menjadi pilihan bacaan di bulan Maret ini untuk tetap #DiRumahAjaDulu, mungkin salah satunya ingin kau baca.

 

V*gina Kuasa dan Kesadaran

V*gina: Kuasa dan Kesadaran, adalah karya menakjubkan yang secara radikal mengubah cara kita berpikir, berbicara, dan memahami vagina—dan perempuan dan seksualitas—yang ditulis oleh Naomi Wolf, salah satu kritikus budaya yang paling dihormati dan penulis karya klasik modern, The Beauty Myth.

Ketika Naomi memulai sebuah perjalanan yang mengubah hidup untuk mencari tahu hubungan antara seksualitas dan kreativitas, ia menemukan pencerahan yang menggembirakan—adanya tautan, yang didukung secara ilmiah, antara vagina dan keberanian perempuan, ketegasan dan kesadaran.

Di dalam buku ini, Naomi menggabungkan ilmu pengetahuan mutakhir dengan sejarah budaya untuk mengeksplorasi peran hasrat perempuan dan bagaimana hal ini memengaruhi identitas, kreativitas, dan kepercayaan diri perempuan. Selain provokatif, menarik, dan inspiratif, buku ini juga akan mengantarkan kita menuju inti dari apa artinya menjadi seorang perempuan.

Bagi setiap pembaca baik laki-laki maupun perempuan yang ingin memahami tubuh, pikiran, serta budaya yang mendefinisikan perempuan, buku ini adalah bacaan wajib.

 

Bagaimana Saya Menulis

Buku ini merupakan kumpulan esai Russell dalam The Basic Writings of Bertrand Russell. Pentingnya buku ini terletak pada uraian tentang minat Russell yang luas dan beragam. Minat Russell yang luas itu berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Dalam studinya di Cambridge, ia mengembangkan bakatnya di bidang matematika, filsafat, dan ekonomi.

Beberapa esai di dalam buku ini, antara lain “Kenang-Kenangan Religius Saya”, “Perkembangan Mental Saya”, “Adaptasi: Sebuah Ringkasan Autobiografis”, “Kenapa Saya Memilih Filsafat”, “Bagaimana Saya Menulis”, “Pemujaan Seorang Manusia Bebas”, “Mimpi Buruk Sang Metafisikawan: Retro Me Satanas”, dan “Menyanjung Kemalasan”, dan lain sebagainya.

“Saya tidak bisa berpura-pura mengetahui bagaimana menulis itu seharusnya dilakukan, atau apa yang oleh seorang kritikus yang bijak akan disarankan kepada saya agar dilakukan untuk meningkatkan tulisan saya.”

Petikan di atas merupakan pernyataan Russell terkait bagaimana ia menulis. Sebagaimana diketahui, minat Russell itu sangat luas dan beragam, yang berkembang dari tahun ke tahun. Di Cambridge, ia mengembangkan bakatnya di bidang matematika, filsafat, dan ekonomi.

Tetapi, bagaimana gaya tulisan Russell? Bagaimana pula struktur kalimatnya, dan caranya mengembangkan sebuah pokok bahasan?

Buku ini menceritakan semuanya, semua tentang bagaimana Russell menemukan gaya tulisannya. Bahkan, ia akan menghabiskan berjam-jam dalam mencoba menemukan jalan paling ringkas untuk mengucapkan sesuatu tanpa ambiguitas. Ia rela mengorbankan semua usaha mencapai kegemilangan estetis.

 

Mein Kampf

"Hanya 'perdamaian abadi' yang menghancurkan bangsa dan tidak ada individu maupun masyarakat yang dapat menghindari dekrit alam, yakni hanya yang dapat beradaptasilah yang akan bertahan hidup."

Adolf Hitler

1937-1945. Lebih dari lima puluh juta manusia di seluruh dunia tewas akibat Perang Dunia II yang diprovokatori tentara Jerman. Enam juta di antaranya adalah warga Eropa keturunan Yahudi. Istilah terkenal untuk menyebut pembunuhan massal akibat perang yang sistematis ini adalah holocaust. Holocaust disponsori oleh Jerman dan sekutu-sekutunya, yang ketika itu berada di bawah kepemimpinan Adolf Hitler, sang Fuhrer. Ide-ide super gila tentang perang dan pembunuhan massal ini berasal dari sebuah buku berjudul Mein Kampf.

Mein Kampf lahir dari tangan Adolf Hitler, sang Fuhrer pemimpin kaum Nazi, ketika ia berada di dalam penjara selama tiga belas bulan, usai putsch (kudeta) yang gagal pada 1923. Mein Kampfmenjadi kitab suci kaum Nazi.

Dengan menekankan bahwa tak ada persamaan antar manusia, buku ini menyatakan bahwa ras Arya lebih tinggi dibanding ras mana pun. Ambisi-ambisi Hitler dalam Mein Kampf memuat skenario agar Jerman dapat menguasai dunia.

"Apa yang harus kita (ras Arya) perjuangkan adalah melindungi eksistensi, pertumbuhan ras dan rakyat kita, sumber pangan bagi kelurunan, pelestarian kemurnian darah, kebebasan dan kemerdekaan tanah air, agar rakyat kila mampu menjadi dewasa untuk menyelesaikan miqi yang diberi oleh Pencipla alam semesta."

 

Sarinah

Sarinah Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia [Hard Cover]

"Saya namakan kitab ini Sarinah sebagai tanda terima kasih saya kepada pengasuh saya ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Ia 'mbok' saya... Dari dia, saya banyak mendapat pelajaran mencintai 'orang kecil'. Dia sendiri pun 'orang kecil', tetapi budinya selalu besar!" —Ir. Sukarno

Buku Sarinah ini pertama kali terbit pada November 1947. Isinya merupakan kumpulan bahan pengajaran Bung Karno dalam kursus wanita. Melalui buku ini, Bung Karno mengkritisi kebanyakan laki-laki yang masih memandang perempuan sebagai "suatu blasteran antara Dewi dan seorang tolol." Dipuji-puji bak Dewi, sekaligus dianggap tolol dalam beberapa hal lainnya.

Meskipun juga tidak menyetujui gerakan feminisme yang kelewat batas di Eropa saat itu, Bung Karno menekankan pentingnya bagi para wanita untuk mengambil bagian dalam pembangunan Negara Indonesia. Kepada Sarinah-Sarinah masa kini, Bung Karno lantang berpesan, "Hai wanita-wanita Indonesia, jadilah revolusioner, - tiada kemenangan revolusioner, jika tiada wanita revolusioner, dan tiada wanita revolusioner, jika tiada pedoman revolusioner!"

Buku ini adalah 'kado' Bung Karno buat semua wanita Indonesia, sebagai pedoman untuk menjadi wanita revolusioner yang bahagia dan merdeka...


 

Seni Memahami Wanita

Wanita adalah mahluk yang emosional. Mungkin pria tidak pernah mengerti mengapa suatu hal adalah masalah besar untuk seorang wanita. Padahal sesuatu ini tidak penting bagi pria. Pria tidak dapat mengubah kondisi tersebut. Wanita juga penuh misteri. Ia lebih sensitive dalam hal apa pun, ia cenderung lebih peka dan selalu berhati lembut daripada pria. Memang kodratnya dilahirkan seperti itu. Tapi ini bukan berarti wanita adalah mahluk yang lemah. Justru ia adalah sosok yang dapat diandalkan pada saat saat tertentu.

 

Self Theories

Mengapa beberapa orang melampaui ekspektasi, sementara yang lain gagal mewujudkan potensi mereka?

Mengapa suatu hambatan membuat sebagian orang depresi dan kehilangan kepercayaan diri, tetapi sebagian lagi menganggapnya tantangan yang menyenangkan?

Mengapa beberapa orang mudah sekali menghakimi dan melabeli orang lain?

Buku hasil riset selama 30 tahun ini menyoroti cara orang berpikir dan bertindak—mengapa mereka kadang berjalan/bekerja dengan baik dan kadang pula berperilaku yang merugikan dan merusak diri sendiri. Dengan lugas dan sistematis, Prof. Dweck menyibak pola-pola motivasi adaptif dan maladaptif tersebut.

- Bagaimana pola-pola ini terbentuk dalam teori diri manusia;

- Apa konsekuensinya bagi prestasi, hubungan sosial, dan keseimbangan emosional seseorang;

- Apa konsekuensinya bagi masyarakat, dari masalah potensi manusia hingga stereotip dan hubungan antarkelompok;

- Apa saja pengalaman yang menciptakan pola-pola tersebut.

Prof. Dweck secara tangkas dan bernas mengemukakan dua kerangka kerja orang-orang (entitas vs inkremental) yang menentukan dua tujuan mereka (kinerja vs pembelajaran); mengajarkan Anda cara terbaik merespons kegagalan (pelatihan ulang atribusi) serta bagaimana menggeser mindset merasa berharga jika sukses dan terpuruk saat gagal (nilai diri kontingen) ke mindset produktif dan konstruktif (harga diri inkremental). Dan masih banyak lagi

Tak hanya super-layak ditelaah peminat psikologi sosial, perkembangan anak, dan pendidikan, buku ini juga menyajikan wawasan segar bagi orangtua atau siapa saja yang ingin bergerak dari zona nyaman menuju diri yang terus tumbuh dan kian berkualitas.

 

Tractatus

Tractatus adalah salah satu karya terbesar dan terpenting filsafat abad dua puluh. Dalam karya ambisius ini, Ludwig Wittgenstein berikhtiar memaparkan hubungan antara kenyataan dan representasinya di dalam bahasa dan logika, juga mendefinisikan batas-batas sains. Disusun dalam gaya aforistik, buku ini adalah satu-satunya karya Wittgenstein yang diterbitkan semasa dia hidup. Dalam pengantarnya yang jernih di buku ini, Bertrand Russell mengatakan bahwa dengan menulis buku ini Wittgenstein sudah merampungkan kerja yang sangat sulit dan dahsyat dan dengan demikian “kerja berat itu membuat tidak seorang pun filsuf serius sanggup mengabaikan buku ini.”

 

Supersense Mengapa Kita Mempercayai Hal Tak Masuk Akal

Sebagian besar dari kita percaya dengan berbagai hal yang bersifat supranatural. Keyakinan supranatural ditemukan dalam berbagai bentuk di peradaban dari generasi ke generasi. Banyak penelitian psikologi menemukan bahwa keyakinan seperti itu sudah ada dalam pikiran anak-anak sejak kecil sebelum mereka mengenal bahasa.

Mengapa manusia cenderung memiliki kepercayaan terhadap hal-hal yang irasional? Mengapa manusia percaya kepada bermacam-macam takhayul seperti ruh dan hantu? Mengapa manusia percaya pada keberadaan sosok ilahi yang konon maha tahu dan maha kuasa?

Profesor Bruce M. Hood, Seorang Psikolog dari Inggris berusaha membedah desain pikiran manusia dan mengungkap berbagai konsep pikir alamiah yang ada di dalam benak manusia sejak mereka lahir. Ia menjelaskan bahwa konsep seperti esensialisme, vitalisme, dan dualisme susbtansi pikiran-tubuh jasmaniah adalah konsep pikir bawaan sejak lahir. Menurut Hood, konsep pikir seperti ini adalah manifestasi dari kecenderungan akal bawah sadar kita untuk membangun sebuah teori, yang ia sebut sebagai teori-intuitif, dari data-data sensorik yang masuk melalui panca indera.

Hood menjelaskan bahwa sifat akal kita yang senantiasa membangun narasi secara otomatis adalah sifat yang menguntungkan dalam perspektif evolusi manusia sebagai makhluk sosial. Keberadaannya menjamin kohesi sosial dan akhirnya meningkatkan kemampuan menyintas. Dari perspektif ini, agama bukanlah sumber ide-ide takhayul, tapi struktur pikiran manusia sendiri-lah yang menjadi sumber ide-ide takhayul itu. Agama hanya menyediakan kerangka konsep bagi ide-ide takhayul yang sudah ada dalam benak manusia sejak awal.

Penjabaran ilmiah tentang mengapa kita percaya hal-hal supranatural dihadirkan oleh Hood secara komprehensif sekaligus mudah dipahami dalam buku penuh “gizi” ini.

 

Bukan Sekadar Cinta

“Aku tidak ingin terlihat lemah. Aku lemah pada sesuatu hal, tapi aku tidak ingin dilihat lemah dalam semua hal. Ini adalah sebuah pembelajaran, aku belajar tentang sebuah rasa, tentang satu hal yang harus dikorbankan, tentang satu hal yang harus dipertahankan, tentang satu hal yang akan kembali, dan tentang satu hal yang harus dibalas.”

Seorang perempuan di usia akhir 20-an merenungi kembali jalan hidupnya selama ini. Dalam aktivitasnya sehari-hari, terjadi banyak hal yang membuka kembali memorinya di masa lalu. Tentang hati yang terluka, hubungan yang beracun, dan prinsip hidup yang terkoyak. Bukan sekadar omongan belaka, bukan sekadar cinta yang penuh drama. Dengan berbagai pengalaman dalam mengelola hati dan jiwanya, ia petakan kembali bagaimana seorang perempuan menyikapi segala problematika di sekelilingnya. Bahwasanya menjadi dewasa bukan berarti berhenti bertumbuh. Proses itu harus dijalani seorang manusia sepanjang hidupnya.

“Kita mempunyai cara sendiri untuk mencintai. Kita mempunyai cara sendiri untuk sakit hati. Kita mempunyai cara sendiri untuk cemburu. Semua karena alasanmu dan alasanku.”

 

Semua buku di atas dapat kamu temukan di www.berdikaribook.red dan www.lite-berdikaribook.red

 


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: