Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

9 Buku Terlaris di Bulan Oktober

Oleh: Redaksi         Diposkan: 31 Oct 2020 Dibaca: 766 kali


Oktober tahun ini dibuka dengan gelombang protes di seluruh penjuru tanah air menolak pengesahan Omnibus Law yang dilakukan pemerintah dengan tergesa dan terkesan sembunyi-sembunyi. Ratusan ribu suara rakyat yang turun ke jalan tak juga didengar. Mereka yang duduk di kursi pemerintahan terus menutup telinga dan melanjutkan apa yang menurutnya benar—persis seperti apa yang terjadi sebelumnya.  

 

Menjelang akhir bulan, gaung perlawanan atas ketidakadilan masih terus berlanjut. Meski tak lagi berwujud kerumunan massa di satu titik yang sama, tagar-tagar berisi desakan kepada pemerintah untuk menarik kembali keputusan yang dibuat meramaikan media sosial.

 

Sembilan buku ini adalah yang paling sering dicari di bulan Oktober, yang menemani kawan-kawan untuk terus melawan melalui bacaan. 

 
 

Seni Berdamai dengan Diri Sendiri

Anda harus bersahabat dengan kekurangan serta kelebihan yang ada pada diri Anda. Anda perlu berdamai dengan ketidaksempurnaan yang Anda miliki. Dalam kenyataannya setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Anda harus menemukan potensi tersebut dan mengolahnya. Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk terlihat hebat. Anda diciptakan secara spesial oleh Tuhan.

Anda diberi anugerah dan kelebihan. Oleh karena itu Anda harus bisa memanfaatkan kelebihan itu dengan sebaik-baiknya. Anda tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan orang lain jika masalah di dalam pikiran dan perasaan Anda belum dituntaskan. Anda tidak dapat menguatkan orang lain kalau diri Anda rapuh. Anda tidak dapat meyakinkan orang lain apabila Anda tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri.

Berdamai dengan diri sendiri berarti mencintai diri Anda sendiri sepenuhnya. Anda perlu berdamai dengan diri sendiri untuk mencapai kebahagiaan dan ketenangan. Dengan demikian Anda juga memiliki pikiran dan perasaan yang sejalan sehingga tidak akan ada perdebatan batin yang membuat diri Anda tertekan.

Kalut

Kesalahannya bermula ketika ia, Letnan Anton Hofmiller mengajak seorang gadis lumpuh untuk berdansa. Tersinggung, marah, frustasi, sedih, gadis itu meledak dalam tangis. Pertemuan awal yang tak menyenangkan itu, bagaimanapun menggiring mereka ke hubungan yang demikian akrab, hingga satu hari, si gadis memegangi kedua pipi Sang Letnan dan mencium bibirnya. Mungkinkah perasaan cinta tumbuh di antara mereka? Bagaimana membedakan perasaan cinta dan rasa iba? Di novel terbaiknya ini, Stefan Zweig mengacak-acak anatomi perasaan manusia yang rapuh sekaligus penuh tikungan.

Era Emas Film Indonesia 1998-2019

MEMBACA memoar dari seorang maestro bernama Garin Nugro  itu ibarat kita diajak masuk ke mesin waktu, dan menjelajahi momen-momen penting dalam film dan perfilman secara personal. Seperti Marty McFly yang diajak keliling menembus waktu oleh Emmet "Doc" Brown di film trilogi Back to the Future dan menapaktilasi situs-situs yang punya cerita pribadi di masa lalu, tapi tetap terkait langsung dengan sejarah sinema global dan nasional.

Ini adalah semacam otobiografi "plus plus". Sebuah catatan perjalanan hidup tapi uniknya dengan mengarungi dan menjelajahi sejarah film dan perfilman Indonesia, lengkap dengan jiva zamannya, atau se baliknya: analisa populer seputar film dan perfilman dilakukan melalui pendekatan pengalaman dan nostalgia yang personal. Pengalaman hidup pribadi yang kaya juga ingatan yang kuat dan kedekatan dengan subjek menjadi modal utama untuk melakukan berbagai pemetaan dan mencakup berbagai aspek dari perfilman.

Mas Garin tidak hanya melihat film sebagai teks, tapi juga konteks.

Menafsirkan Dunia

Buku kecil ini memuat tiga risalah penting Noam ChomskV. salah seorang pembangkang terbesar yang karya-karyanya paling meresahkan sekaligus paling banyak dikutip di dunia. Risalah pertama, Bahasa dan Kebebasan, membabar konsep-konsep fundamental yang menentukan sistem-sistem bahasa dan cara kerjanya, para filsuf yang berpengaruh dalam menetapkan pelbagai konsep "kebebasan", dan bagaimana hal-hal itu saling berkelindan. Risalah kedua, Psikologi dan ldeologi, menggambarkan kebangkrutan ilmu sosial modern yang nyaris total dan menunjukkan bahwa ilmu sosial tidak memberi gambaran yang akurat mengenai kodrat manusia. Chomsky bergerak lebih jauh dengan mengatakan bahwa saat ini "kekayaan serta kekuasaan cenderung bertambah pada orang-orang yang kejam, licik, tamak, mementingkan diri sendiri, kurang punya simpati dan belas kasih, membudak pada otoritas dan bersedia meninggalkan hal yang

prinsip demi keuntungan material." Risalah Ketiga, Persamaan: Perkembangan Bahasa, Kecerdasan Manusia dan Organisasi Sosial, membuka kaki langit wawasan kita tentang betapa demokrasi di sebuah sistem ekonomi kapitalis ternyata hanya bisa dinikmati oleh mereka yang sanggup membayar, dan demokrasi kapitalis ternyata hanyalah demokrasi untuk kaum elit!

Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan

Bagaimana rasanya menyelidiki jiwa sendiri? Sekian lama saya merasa tidak benar-benar memiliki masalah. Namun ketika momen itu datang, ketika saya melihat jauh ke dalam diri, saya merasa sangat bermasalah dengan diri saya. Betapa selama ini saya hanya patuh dan tunduk pada apa yang ditetapkan masyarakat. Untuk menjadi anak penurut, tidak melawan orang tua, sayang pada ayah dan ibunya, anak baik, anak yang sempurna, persis seperti pesan-pesan yang disampaikan kepada seorang anak saat berulang tahun.

Menyelidiki diri bukan proses yang nyaman. Kita diajak untuk kembali menghadapi luka-luka yang pernah kita alami, yang kita coba sembunyikan, yang kita tutupi dengan plester agar tidak terlihat padahal plester itu sama sekali tidak menyembuhkan. Menyelidiki diri membuka kelemahan-kelemahan kita, memunculkannya ke permukaan, dan ini sangat tidak mengenakkan.Tapi percayalah, hanya penyelidikan diri yang mampu mengantarkan menuju kebebasan.

Buku ini adalah perpaduan teori psikologi dan feminisme dengan hasil penyelidikan diri, dari mereka yang telah mempercayakan kisah hidupnya kepada saya, dan juga dari diri saya sendiri.Ya, psikolog yang bukunya tengah kamu baca ini adalah dia yang juga pernah menjadi perempuan naif, yang pernah punya kompleks, yang pernah terkungkung dalam nilai-nilai patriarkis.

Selamat menyelidiki diri, selamat menemukan kekuatan yang sudah menantimu di sana. Bisa jadi itu kekuatan si penyihir, karena mungkin kamu adalah cicit-cicit penyihir yang selamat dari perburuan penyihir beberapa abad lalu. Mungkin juga kamu akan menemukan kekuatan serigala betina yang ada dalam diri setiap perempuan. Apa pun itu, bersiaplah menemukan kekuatan yang membebaskan jiwa.

Analisis Gender dan Transformasi Sosial

Gerakan transformasi gender tidak sekadar memperbaiki status perempuan yang indikatornya menggunakan norma laki-laki, tetapi memperjuangkan martabat dan kekuatan perempuan. Kekuatan yang bukan dimaksudkan untuk mendominasi yang lain, melainkan kekuatan internal untuk mengontrol hidup dan jasad, serta kemampuan meraih akses atas alokasi sumber-sumber material maupun non-material. Tugas utama analisis gender adalah memberikan makna, konsepsi, ideologi, dan praktik hubungan antara perempuan dan laki-laki serta implikasinya terhadap aspek-aspek kehidupan yang lebih luas.

Belalah Hak-Hakmu! Perempuan dalam Islam

Muslim yang mengeksplorasi sumber moralitas selain Islam diancam dengan kematian, dan wanita Muslim yang melarikan diri dari sangkar perawan akan dicap sebagai pelacur. Demikian pernyataan Ayaan Hirsi Ali setelah meditasi mendalam perihal Islam dan perempuan, hak-hak individu, akar fanatisme, dan kebijakan Barat terhadap negara-negara Islam dan komunitas imigran. Keras, blak-blakan, dan kontroversial, Belalah Hak-hakmu: Perempuan dalam Islam adalah seruan untuk mempersenjatai emansipasi perempuan dari penindasan agama yang brutal dan dari kultus keperawanan yang sudah ketinggalan zaman. Buku ini merupakan seruan tantangan bagi kita untuk berpikir lebih jernih dan untuk Pencerahan Islam.

You Are Overthinking!

Ditulis dengan penuh diksi, isi dan solusi. Pembaca akan melihat fenomena-fenomena overthinking dari segala sisi sehingga dapat dijadikan sebagai alat untuk antisipasi. Fenomena harian yang bisa pembaca dapatkan seperti, Berapa jumlah likes-ku ya? Siapa ya yang sudah komen? Upload foto apalagi ya biar feed jadi bagus? Kok chat-ku ga di-read? Kok chat-ku Cuma di-read aja? Kok dia ga ngabarin sih?

Pendidikan Kaum Tertindas 

Di dunia pendidikan, Paulo Freire melihat bagaimana orang kuat merendahkan masyarakat lemah melalui cara-cara halus namun menindas. Melalui buku ini, Paulo Freire mengkritik keras model pendidikan gaya bank barat yang di sebutnya sebagai alat penindasan. Sebagai gantinya ia mengajukan konsep pendidikan hadap -masalah yang di sebutnya sebagai alat pembebasan. Metodologi Paulo Freire ini terbukti telah membantu orang–orang miskin dan buta huruf yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia. Buku ini sebagai referensi generasi baru pendidik, siswa, dan pembaca umum di masa kini dan mendatang.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: