Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

A Farewell to Arms - Selamat Tinggal Pertempuran

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 2
Jumlah:

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:

Info Pengiriman: 
Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020
Pembelian : Diskon 25% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: radicalmay
Pembelian : #RadicalMay Book Fair disc up to 50%
Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000


Henry adalah seorang prajurit yang patuh pada tugas. Di mana dia butuhkan, di sana dia ada untuk memberikan pengobatan. Meskipun dia seorang pemberani, dia paling tidak suka berbicara mengenai konsep kepahlawan atau keberanian. Setelah sekian lama di medan perang, dia bertemu dengan Catherine Barkley, seorang asisten suster dari Inggris yang cantik jelita.

Catherine, yang baru kehilangan suaminya, jatuh cinta pada Henry, dan begitu sebaliknya. Dimulailah cerita cinta di antara mereka di medan perang. Suatu hari, Henry kembali ke medan perang dan berhadapan dengan situasi yang kritis, di mana dirinya hampir terbunuh. Dia berhasil kabur, dan saat itu juga, dia memutuskan untuk meninggalkan angkatan bersenjata dan mengabdikan hidupnya demi Catherine.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Berat: gram

Kategori : Sastra Terjemahan
Citra Puspitaningrum iv+408 hlm | Bookpaper
ISBN : Daru Wijayanti
Penerjemah : Citra Puspitaningrum
Ketebalan : iv+408 hlm | Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Indoliterasi
Penulis: Ernest Hemingway
Berat : 500 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by