Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Agama Manusia Agama Seksualitas Kebudayaan Esai Kuliah dan Wawancara Foucault

Agama Saya Adalah Jurnalisme

Andreas Harsono
Stock: Tersedia

Kategori : Sosial dan Politik

SEJAK INDONESIA MENGGANTI HINDIA BELANDA, media makin terpusat ke Jawa. Rezim Soekarno menutup semua media yang dianggap berpihak Belanda. Nama baru diciptakan: pers perjuangan. Soeharto menciptakan istilah baru: pers pembangunan. Wujudnya berupa konglomerat media.

Kini batas jurnalisme tumpang tindih dengan propaganda, hiburan, iklan, dan seni. Bias para wartawan, entah dengan negara, kebangsaan, agama maupun etnik, jadi biasa. Antologi ini mengumpulkan bermacam diskusi soal jurnalisme sejak jatuhnya Soeharto pada 1998.

Andreas Harsono pernah meliput untuk The Jakarta Post, The Nation (Bangkok), The Star (Kuala Lumpur) dan Pantau (Jakarta). Dia menerima Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Gratis ongkir dengan belanja minimum Rp. 199.000  l  Jauh Dekat Ongkir Rp.5.000 khusus Pulau Jawa

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
Penyunting : Fahri Salam
Ketebalan : 268 hlm l Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Kanisius
Penulis: Andreas Harsono
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa