Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Apa yang Bob Sadino Lakukan Ketika Kita Tidur? Apa yang Steve Jobs Lakukan Ketika Kita Tidur?

Apa yang Orang Sukses Lakukan

Laura Vanderkam
Description
Kita semua sibuk, tetapi kita seringkali justru membuang-buang waktu! Adakah cara agar waktu kita menjadi lebih produktif? Bagaimana orang-orang yang sangat sukses menggunakan waktu mereka?
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 

 Limited Offer: Beli 1 Gratis 1 

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Umum

Kita semua sibuk, tetapi kita seringkali justru membuang-buang waktu! Adakah cara agar waktu kita menjadi lebih produktif? Bagaimana orang-orang yang sangat sukses menggunakan waktu mereka?

Buku ini memaparkan kiat jitu menggunakan sebagian besar waktu kita: apa yang harus kita lakukan, dan bagaimana caranya. Laura Vanderkam, sang penulis, menunjukkan tips memanfaatkan waktu pagi—yang seringkali kita abaikan—untuk mencapai hal-hal yang seringkali mustahil. Ia mengungkapkan pula rahasia memacu karier dengan mengendalikan hari-hari kerja kita, serta memberitahu bagaimana memanfaatkan libur akhir pekan dengan menyadarkan bahwa kunci untuk waktu kerja seminggu yang lebih produktif adalah akhir pekan yang berkualitas.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
Dewi Wulansari 268 hlm l Bookpaper
Penerjemah : Dewi Wulansari
Ketebalan : 268 hlm l Bookpaper
Dimensi : 13x17 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2013
Stock: Tersedia
Penerbit: Pustaka Alvabet
Penulis: Laura Vanderkam
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by