Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Beauty and The Bis Bebaskan Imajinasimu! Komik untuk Memantik Kreativitas

Bebas dari Militer

Martin Shaw
Stock: Out of Stock

Kategori : Sosial dan Politik

Transisi menuju dunia damai sangat bergantung pada semakin melemahnya lembaga militer. Masyarakat sedang bergerak menuju arah pasca-militer. Pasca-militerisme, sebagaimana post-industrialisme dan post-modernisme, merupakan karakter yang khas dari akhir abad ke 20. Tetapi, sebagaimana post-industrialisme tidak bisa menghapuskan industri, atau post-modernisme tidak bisa menghapuskan modernitas, demikian pula pasca militerisme, meskipun ia mengubah militer dan militerisme, ia tidak bisa menghapuskan posisi utama mereka dalam struktur masyarakat. Sebaliknya, militer dan militerisme terus berubah, dan persoalan tentang peran mereka di masa depan menjadi isu terbuka bagi agenda masyarakat abad 21.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
Ketebalan : xi+354 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Pustaka Pelajar
Penulis: Martin Shaw
Berat : 400 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by