Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Berdikari Book Diskusi #8 Taring Padi Praktik Budaya Radikal

Oleh: Redaksi         Diposkan: 09 May 2019 Dibaca: 215 kali


Taring Padi tidak pernah dijagokan sebagai pelestari hal-hal baik dari sejarah yang hendak dihancurkan Orde Baru. Kemunculan Taring Padi justru sebagai bagian dari ironi sebuah babakan sejarah yang gagal, baik sebagai ide maupun manifestasi dalam praktik kesenian.... Di tengah konteks dunia kesenian kontemporer Yogyakarta yang sedang giras-girasnya menjadi bagian dari ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia, kehadiran Taring Padi terasa seperti kerikil dalam sepatu. Mereka dinilai sekadar melalap hasil kebudayaan lama sehingga tidak mampu melihat pelajaran dari sejarah kebangkrutan Gerakan Kiri yang hanya menyisakan dua pilihan: liberalisme atau kapitalisme.
Walaupun Taring Padi tidak ditolak kehadirannya dalam semangat demokrasi, namun sikap sinis dan curiga ini pada gilirannya menjadi hambatan atas keterbukaan melihat mereka sebagai salah satu fenomena kelompok kesenian yang memang selalu bermunculan di Yogyakarta. Dengan demikian karya-karya kolektif mereka atau hasil kerja individu-individu di dalamnya turut terabaikan, tidak dianggap terlalu serius di dunia seni rupa dan masuk dalam kategori seni kelas dua: seni propaganda.
Meski sering diasosiasikan dengan realisme sosialis model LEKRA, praktik kesenian Taring Padi sebenarnya dengan mudah masuk dalam kerangka teori yang lebih kontemporer seperti estetika relasional-nya Bourriaud. Karya-karya kolektif mereka adalah perlengkapan bagi demonstrasi di jalanan, diskusi publik, konferensi, sampai memedi sawah. Mereka menjawab kebutuhan “di sini dan kini” yang sekaligus menjadi lahan aksi keseharian mereka sebagai seniman dan aktivis. Proses kreatif mereka yang kolektif dan inklusif (dalam produksi semua boleh saja terlibat) memberikan solusi praktis seperti membuat demonstrasi lebih berwarna dan meriah atau menjadikan memedi sawah sebagai sarana kampanye yang menarik. Mari berkumpul pada hari Jumat tanggal 10 Mei, pukul 15.30. Lets go Berdikari People

 

Pemateri: Mohammad "Ucup" Yusuf (Taring Padi) 
Moderator: Erika

Jadwal:

Hari/Tanggal: Jumat, 10/05/2019
Jam: 15.30
Tempat: Perpustakaan Berdikari Book

Tags

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: