Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Berdikari Diskusi: Sepak Bola Tak Akan Pulang

Oleh: Redaksi         Diposkan: 18 Dec 2019 Dibaca: 954 kali


Kita tahu bahwa Mahfud Ikhwan sebagai novelis, cerpenis, dan esais. Dari tangannya, ia telah melahirkan beberapa buku fiksi: Ulid; Lari, Gung! Lari!; Kambing dan HujanDawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu; dan Belajar Mencintai Kambing.

Novel Kambing dan Hujan menjadi pemenang pertama sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 2014 dan novel Dawuk menang Kusala Sastra Khatulistiwa kategori prosa pada 2017.

Selain itu, ia juga menulis buku nonfiksi, yaitu Aku dan Film India Melawan Dunia (dua jilid) dan Dari Kekalahan ke Kematian bertema sepakbola.

Kecintaannya pada dinamika rumput hijau sudah tertanam kuat sejak lama, yaitu ketika masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah.

Gagasannya perihal si kulit bundar semakin tersebar ke khalayak saat ia dan sahabatnya, Darmanto Simaepa, menulis di blog belakanggawang. Dan, ia juga menulis untuk Jawa Pos dan Geotimes. Esai-esai sepakbolanya yang sudah dimuat di Geotimes dikumpulkan menjadi satu, dibukukan dengan judul Sepakbola Tak Akan Pulang.

Bersama Mahfud Ikhwan, kita akan mengulik lebih jauh bagaimana kedekatan ia dengan sepakbola yang telah mengantarnya menjadi esais sepakbola yang sentimental.

Pun kita akan mendengar Darmanto Simaepa mengupas teknik esai yang dipakai oleh Mahfud Ikhwan. Dan, dimoderatori oleh M. Yasir, penyair progresif kontemporer.

Diskusi Buku ini diadakan pada hari Jumat, 20 Desember 2019, pukul 15.30 di Perpustakaan Rumah Berdikari Book.



0 Komentar

Tinggalkan Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box: