Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Percakapan Dengan Kafka

Berpikir Dan Berkepribadian Positif Itu Ada Seninya

Hari Laksana
Description
Buku ini menyajikan seni-seni berpikir dan berkepribadian positif. Buku ini mengajak Anda untuk menelusuri jalan menjadi pribadi yang berpikir dan berkepribadian positif untuk meraih kebahagiaan yang sebenar-benarnya
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Umum

Buku ini menyajikan seni-seni berpikir dan berkepribadian positif. Buku ini mengajak Anda untuk menelusuri jalan menjadi pribadi yang berpikir dan berkepribadian positif untuk meraih kebahagiaan yang sebenar-benarnya. Membaca buku ini akan memiliki semangat berpikir dan berkepribadian positif sehingga kita telah memiliki modal untuk hidup bahagia, damai dan sejahtera.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : Fitri Nur A
Ketebalan : 220 hlm l Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2018
Stock: Tersedia
Penerbit: Araska
Penulis: Hari Laksana
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by