#Bookish 99 Sesat Pikir yang Sering Dialami Tanpa Disadari
19 Jul 2024

The Art of Thinking Clearly oleh Rolf Dobelli membahas 99 sesat pikir yang umum dilakukan manusia dalam mengambil keputusan. Berikut adalah ringkasan singkat dari beberapa sesat pikir yang disebutkan dalam buku tersebut:



  1. Survivorship Bias (Bias Bertahan Hidup): Fokus pada keberhasilan tanpa memperhitungkan banyaknya kegagalan yang tidak terlihat.
  2. Swimmer’s Body Illusion (Ilusi Tubuh Perenang): Menganggap bahwa hasil (seperti tubuh perenang) adalah penyebab, bukan akibat dari suatu proses (latihan perenang).
  3. Clustering Illusion (Ilusi Pengelompokan): Melihat pola dalam data acak karena otak kita mencari keteraturan.
  4. Social Proof (Bukti Sosial): Mengikuti tindakan orang lain karena percaya bahwa mereka memiliki informasi yang lebih baik.
  5. Sunk Cost Fallacy (Kesalahan Biaya Tenggelam): Melanjutkan investasi karena sudah banyak diinvestasikan, bukan berdasarkan manfaat masa depan.
  6. Reciprocity (Timbal Balik): Merasa harus membalas kebaikan atau hadiah yang diterima, yang kadang bisa dimanipulasi.
  7. Confirmation Bias (Bias Konfirmasi): Mencari dan menginterpretasikan informasi yang mendukung keyakinan yang sudah ada.
  8. Authority Bias (Bias Otoritas): Mempercayai informasi atau arahan dari otoritas tanpa kritik atau pertanyaan.
  9. Contrast Effect (Efek Kontras): Penilaian dipengaruhi oleh pembanding sebelumnya, misalnya harga diskon terlihat lebih murah setelah melihat harga asli.
  10. Availability Heuristic (Heuristik Ketersediaan): Menilai kemungkinan sesuatu berdasarkan seberapa mudah contoh serupa muncul dalam ingatan.
  11. Hindsight Bias (Bias Pasca Kejadian): Menganggap peristiwa yang telah terjadi lebih dapat diprediksi daripada yang sebenarnya.
  12. Outcome Bias (Bias Hasil): Menilai keputusan berdasarkan hasil akhirnya, bukan kualitas proses pengambilan keputusan.
  13. Overconfidence Effect (Efek Terlalu Percaya Diri): Merasa yakin dengan kemampuan sendiri lebih dari yang sebenarnya.
  14. Regression to the Mean (Regresi ke Rata-rata): Kecenderungan hasil ekstrem untuk kembali ke rata-rata seiring waktu.
  15. Primacy and Recency Effect (Efek Primasi dan Resensi): Mengingat informasi yang pertama dan terakhir lebih baik daripada yang di tengah.
  16. Illusion of Control (Ilusi Kontrol): Percaya bisa mengontrol hal-hal yang sebenarnya di luar kendali.
  17. Anchoring (Pemberian Patokan): Mengandalkan informasi awal sebagai patokan untuk membuat keputusan.
  18. Halo Effect (Efek Halo): Menilai keseluruhan seseorang berdasarkan satu kualitas yang menonjol.
  19. Self-Serving Bias (Bias Melayani Diri Sendiri): Mengambil kredit atas kesuksesan dan menyalahkan faktor luar atas kegagalan.
  20. Procrastination (Penundaan): Menunda pekerjaan karena kecenderungan alami untuk menghindari ketidaknyamanan.
  21. Loss Aversion (Aversi Kerugian): Lebih cenderung menghindari kerugian daripada mengejar keuntungan.
  22. Framing (Pembingkaian): Cara informasi disajikan mempengaruhi keputusan dan pendapat.
  23. Groupthink (Pemikiran Kelompok): Keputusan kelompok yang cenderung mengabaikan sudut pandang berbeda demi harmoni.
  24. Neglect of Probability (Mengabaikan Probabilitas): Mengabaikan probabilitas statistik dalam pengambilan keputusan.
  25. Base Rate Fallacy (Kesalahan Tingkat Dasar): Mengabaikan informasi statistik yang relevan dan lebih fokus pada informasi spesifik.


Setiap sesat pikir ini menjelaskan bagaimana otak kita cenderung mengambil jalan pintas yang sering kali menyesatkan dalam pengambilan keputusan. Memahami dan mengenali sesat pikir ini bisa membantu kita membuat keputusan yang lebih rasional dan informatif. Untuk melihat dan membaca sesat pikir lainnya yang ditulis oleh Rolf Dobelli, silakan baca buku The Art of Thinking Clearly di bawah ini.


 :