

Sally Rooney, penulis terkenal asal Irlandia yang dikenal dengan novel-novelnya seperti "Normal People" dan "Conversations with Friends," membuat keputusan yang menarik perhatian internasional pada tahun 2021 ketika ia menolak untuk mengizinkan penerjemahan novelnya "Beautiful World, Where Are You" ke dalam bahasa Ibrani oleh penerbit Israel. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dengan gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS), yang bertujuan menekan Israel atas perlakuannya terhadap Palestina.
Rooney menjelaskan bahwa meskipun ia bangga bahwa novelnya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, ia memilih untuk tidak menjual hak penerjemahan ke penerbit Israel yang berlokasi di Israel, karena ia mendukung hak-hak Palestina dan menolak apartheid Israel. Namun, Rooney juga menegaskan bahwa dia terbuka untuk mempertimbangkan penerjemahan karyanya ke dalam bahasa Ibrani oleh penerbit yang berada di luar Israel atau oleh penerbit yang sesuai dengan pedoman BDS.
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat di Theguardian.com, Rooney menjelaskan keputusannya, dengan menulis bahwa meskipun dia "sangat bangga" karena novel-novelnya sebelumnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, untuk saat ini dia "memilih untuk tidak menjual hak penerjemahan ini ke penerbit yang berbasis di Israel".
Keputusan Rooney ini menuai berbagai reaksi di seluruh dunia. Beberapa pihak memujinya sebagai langkah berani dalam mendukung hak-hak Palestina dan melawan ketidakadilan, sementara yang lain mengkritik tindakannya sebagai bentuk diskriminasi terhadap pembaca berbahasa Ibrani. Namun, Rooney tetap teguh pada pendiriannya, menekankan bahwa ini adalah bentuk komitmennya untuk mendukung keadilan sosial dan hak asasi manusia di Palestina.
Tindakan Sally Rooney ini menempatkannya di tengah perdebatan global mengenai tanggung jawab moral penulis dan seniman dalam situasi politik yang kompleks. Langkahnya untuk menolak penerbitan dalam bahasa Ibrani oleh penerbit Israel menjadi simbol dari peran yang dapat dimainkan oleh sastra dalam percakapan mengenai keadilan dan hak asasi manusia, serta dampaknya terhadap persepsi global terhadap konflik Israel-Palestina.

Literary awards: British Book Award Nominee for Fiction (2022), Goodreads Choice Award for Fiction (2021), Europese Literatuurprijs Nominee for Longlist (2022), Irish Book Awards for Eason novel (2021), Writers' Prize Nominee for Longlist (2022)
"Beautiful World, Where Are You" karya Sally Rooney adalah novel yang telah mendapat banyak pujian sejak dirilis. Buku ini mengikuti kehidupan empat karakter utama—Alice, Eileen, Felix, dan Simon—yang berusaha menemukan makna dan kebahagiaan di tengah-tengah kehidupan modern yang sering kali membingungkan dan penuh tekanan. Rooney, yang dikenal karena kemampuannya menangkap dinamika hubungan manusia, mengeksplorasi tema-tema cinta, persahabatan, dan pencarian makna hidup dengan gaya penulisan yang tajam dan introspektif.
"Bahkan lebih mengharukan daripada Normal People atau Conversations with Friends... Beautiful World, Where Are You masih sangat dialektis dan Marxis serta tertarik pada debat politik. Namun, ini juga merupakan surat cinta kepada novel sebagai bentuk seni―dan, pada gilirannya, kepada cara manusia berhubungan satu sama lain... Beautiful World, Where Are You adalah surat cinta untuk kita semua, untuk semua cara kita mencintai." ―Constance Grady, Vox
Novel ini dipuji karena penggambaran realistisnya tentang hubungan manusia yang rumit dan cara Rooney menangani isu-isu eksistensial yang dihadapi oleh generasi muda. Dialog yang cerdas dan reflektif, ditambah dengan observasi tajam terhadap kondisi sosial dan emosional, membuat "Beautiful World, Where Are You" menjadi karya yang menyentuh banyak pembaca. Kritikus juga memuji cara Rooney menangani transisi emosional dan spiritual karakter-karakternya, menjadikan buku ini sebagai refleksi mendalam tentang kehidupan kontemporer.


