#BookReview Upacara Kehidupan: Life Ceremony karya Sayaka Murata
08 Agu 2024


Dalam kisah-kisah aneh dan menakjubkan tentang keluarga dan persahabatan, seks dan keintiman, rasa memiliki dan individualitas ini, Murata bertanya terutama tentang apa artinya menjadi manusia di dunia kita dan menawarkan jawaban yang mengejutkan dan membekas.


Life Ceremony" karya Sayaka Murata adalah kumpulan cerita pendek yang menawarkan pandangan unik dan sering kali mengejutkan tentang kehidupan, kematian, dan eksistensi manusia. Dalam buku ini, Murata, yang juga dikenal lewat novel "Convenience Store Woman," mengeksplorasi tema-tema yang menantang norma sosial dan tabu dalam masyarakat. Dengan gaya narasi yang tajam dan imajinasi yang liar, Murata menciptakan dunia-dunia alternatif di mana aturan-aturan yang biasa kita kenal menjadi terbalik, mengajak pembaca untuk mempertanyakan apa yang sebenarnya dianggap normal.


Cerita-cerita dalam "Life Ceremony" tidak hanya memunculkan perasaan aneh dan tidak nyaman, tetapi juga menawarkan refleksi mendalam tentang budaya, tradisi, dan moralitas. Misalnya, dalam cerita utama "Life Ceremony," Murata membayangkan sebuah dunia di mana tubuh manusia yang telah meninggal digunakan sebagai bahan dasar dalam ritual pernikahan dan makanan, mengaburkan batas antara kehidupan dan kematian. Dengan cara ini, Murata mengeksplorasi bagaimana budaya membentuk cara kita memahami nilai kehidupan dan kematian.


Karya ini juga menyoroti kemampuan Murata dalam menangkap absurditas dan kegelapan dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam cerita "A Clean Marriage," di mana konsep pernikahan direduksi menjadi kesepakatan kontrak yang steril dan bebas emosi. Melalui cerita ini, Murata mempertanyakan institusi pernikahan dan bagaimana kita sering kali mengikuti norma-norma tanpa mempertanyakan arti sebenarnya dari komitmen dan cinta.


Salah satu kutipan menarik dari buku ini yang mencerminkan tema keseluruhan adalah: "Jika kita mendefinisikan ulang tabu kita, maka pandangan kita tentang moralitas dan norma akan berubah. Mungkin begitulah cara masyarakat berevolusi." Kutipan ini merangkum gagasan utama Murata tentang bagaimana masyarakat membentuk dan mengubah nilai-nilai melalui norma yang terus berkembang, sering kali memaksa kita untuk menghadapi ketakutan dan ketidaknyamanan kita sendiri.


Secara keseluruhan, "Life Ceremony" adalah buku yang provokatif dan memaksa pembaca untuk keluar dari zona nyaman mereka. Murata dengan cerdas menggunakan absurditas dan ketidakwajaran untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang kemanusiaan. Bagi pembaca yang mencari sesuatu yang berbeda dan berani untuk menguji batas-batas pemikiran mereka tentang budaya, moralitas, dan eksistensi, buku ini adalah pilihan yang sangat tepat.


 :