#BookReview Yellowface karya R.F. Kuang
23 Mei 2024


Bacaan yang seru. Kriminal, satire, horor, paranoia, masalah etnis. Tapi, pada dasarnya, kisah yang hebat. Sulit diletakkan, sulit dilupakan. — Stephen King


"Yellowface" karya R.F. Kuang adalah novel yang mengeksplorasi tema-tema kompleks seperti identitas, apropriasi budaya, dan dunia penerbitan buku yang kompetitif. Setelah sukses dengan trilogi "The Poppy War", Kuang beralih ke genre yang lebih kontemporer dengan mengangkat isu-isu sosial yang mendalam dan relevan. Dengan latar belakang yang kuat dalam sejarah dan sastra, Kuang menghadirkan cerita yang penuh intrik dan refleksi moral.


Cerita dalam "Yellowface" berpusat pada dua penulis muda: Athena Liu, seorang penulis keturunan Asia yang berbakat, dan June Hayward, seorang penulis kulit putih yang merasa kariernya tertahan. Setelah Athena meninggal secara tragis, June mencuri naskah Athena yang belum diterbitkan dan mengklaimnya sebagai karya sendiri. Novel ini mengikuti perjalanan June yang penuh dengan kebohongan, kecemasan, dan konfrontasi dengan rasa bersalahnya sendiri, sementara dia menikmati kesuksesan yang seharusnya menjadi milik Athena.


"Yellowface" mengangkat isu-isu penting seperti rasisme, apropriasi budaya, dan ketidakadilan dalam dunia penerbitan. Kuang menggambarkan bagaimana penulis dari latar belakang minoritas sering kali diabaikan atau dieksploitasi, sementara penulis dari kelompok mayoritas mendapatkan keuntungan dari karya dan budaya mereka. Buku ini juga menyoroti ketegangan antara orisinalitas dan plagiarisme, serta konflik internal yang dialami oleh seseorang yang hidup dalam kebohongan.


“Industri ini dibangun dengan membungkam kita, menjatuhkan kita ke tanah, dan memberikan uang kepada orang kulit putih untuk menghasilkan stereotip rasis terhadap kita.”


Karakter dalam "Yellowface" sangat kompleks dan mendalam. June Hayward digambarkan sebagai karakter yang ambigu secara moral, yang tindakannya mencerminkan rasa frustasi dan ambisi yang berlebihan. Athena Liu, meskipun tidak muncul secara langsung di sebagian besar cerita, memiliki kehadiran yang kuat melalui karyanya dan ingatan orang-orang di sekitarnya. Kuang berhasil menciptakan karakter-karakter yang realistis dan memikat, membuat pembaca merasa terhubung dengan perjuangan dan dilema mereka.


Gaya penulisan R.F. Kuang dalam "Yellowface" sangat tajam dan penuh emosi. Kuang menggunakan narasi orang pertama dari sudut pandang June, yang memberikan pandangan langsung ke dalam pikiran dan perasaannya. Gaya ini memungkinkan pembaca untuk merasakan ketegangan dan kegelisahan yang dialami oleh June, serta merenungkan isu-isu moral yang diangkat oleh cerita. Dialog yang kuat dan deskripsi yang hidup membuat buku ini sulit untuk diletakkan.


"Yellowface" adalah novel yang provokatif dan memikat yang berhasil mengeksplorasi tema-tema penting dengan cara yang menarik dan mendalam. R.F. Kuang menunjukkan keahliannya dalam menulis dengan menciptakan cerita yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendorong pembaca untuk berpikir lebih dalam tentang isu-isu sosial dan moral. Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang tertarik pada topik identitas, apropriasi budaya, dan dinamika industri penerbitan, serta bagi siapa saja yang mencari cerita yang kuat dan penuh emosi.


 :