Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Hasil Pencarian

Jejaring Sejarah Meruwet

Posted On: 2020-03-05 16:17:03 Read: 864 time(s)


Pada abad XXI, kita berjarak jauh dari masa-masa pembentukan sejarah sulit terlacak dan terjelaskan. Tumpukan buku sejarah untuk dipelajari terus meninggi saat kesanggupan membaca cenderung menurun

Read More

Capek: Bepergian dan Kematian

Posted On: 2019-11-07 14:19:44 Read: 1531 time(s)


Bepergian dan kematian itu takdir, akhir dari persembahan-persembahan sastra telah diselenggarakan dengan pelbagai ketulusan dan “dendam”.

Read More

Teringat dan Terbaca

Posted On: 2019-10-10 13:48:01 Read: 1030 time(s)


Pengiriman kaum komunis ke Boven Digoel dijadikan bukti pemerintah memberi ganjaran dan “berhasil” merampungi segala onar di tanah jajahan.

Read More

Genderuwo di Siang Bolong

Posted On: 2019-08-01 15:52:35 Read: 1069 time(s)


Pada peringatan seabad Hikayat Kadiroen, kita sengaja mencuplik perkara jabatan dan artikel di masa pergerakan awal abad XX. Semaoen itu dokumentator, memberikan ke kita berupa cerita. Semarang memang kota pers.

Read More

Ralat dan Telat

Posted On: 2019-06-11 16:58:10 Read: 1082 time(s)


Bantahan telat tapi ampuh agar “batal” sebagai ahli waris pemikiran-pemikiran di buku-buku “terlalu” membentuk Jawa, Islam, dan Indonesia, sejak ratusan tahun lalu.

Read More

Sebuah Rumah Bergelimang Waktu

Posted On: 2019-04-18 14:24:37 Read: 1206 time(s)


Kesadaran ini membuatnya telaten mengurutkan mata rantai peristiwa dari masa ke masa. Inilah wujud penghormatan terhadap waktu yang menjadi tenaga besar dalam esai-esai yang ia garap.

Read More
Blog Search



Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by