Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Hasil Pencarian

Berdikari Diskusi #16 Bedah Buku Kronik Abad Demokrasi Terpimpin

Posted On: 2019-10-17 12:26:25 Read: 641 time(s)


Diskusi Buku ini akan diadakan pada hari Jumat, 18 Oktober 2019 pukul 15.30 di Perpustakaan Rumah Berdikari Book.

Read More

Kenangan Bergambar Atas Kejahatan Orde Baru di Buru

Posted On: 2019-10-03 14:40:31 Read: 1182 time(s)


Ironi di negeri yang merdeka dan membebaskan diri dari penjajahan ialah saat menemukan pembuangan Digoel masih lebih baik dibandingkan Pembuangan Buru.

Read More

Orde Film

Posted On: 2019-09-28 13:30:00 Read: 1166 time(s)


Agen-agen kebudayaan liberal Indonesia pun berkepentingan membasmi produk budaya komunisme. Oleh karena itu, produk budaya populer tidaklah bebas ideologi.

Read More

Harga untuk Kebebasan yang Disangkal

Posted On: 2019-07-27 13:32:46 Read: 1896 time(s)


Apa yang akan terjadi apabila seseorang tidak lagi berdaulat atas kebebasan yang dimilikinya? Masih pantaskah ia disebut sebagai manusia?

Read More

Desain Institusi Pemilu dan Warisan Orde Baru

Posted On: 2019-06-20 16:20:03 Read: 1624 time(s)


Bukan saja di sebabkan oleh lemahnya mesin partai, tapi faktor lain yang juga berkontribusi atas tingginya kertegantungan politisi pada jaringan informal non-partai karena preferensi politik dari politisi di internal partai.

Read More

Membongkar Ketidaktahuan Tentang Massa

Posted On: 2019-06-18 15:25:16 Read: 1402 time(s)


Ilmu sosial memainkan peranan dengan menciptakan ilmu sosial yang elitis. Seperti Raymond Aron yang justru menyatakan bahwa gagasan mengenai kesetaraan dan pemikiran kiri lainnya sebagai tidak penting.

Read More
Blog Search



Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by