Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Hasil Pencarian

9 Buku Terlaris di Bulan Maret

Posted On: 2020-04-01 16:01:28 Read: 367 time(s)


9 Buku Terlaris di Bulan Maret

Read More

Cukup dari Genggaman Bacaan Datang

Posted On: 2020-03-24 23:53:01 Read: 2457 time(s)


kebosanan seringkali datang dan membuat kita ingin melompat keluar. Tapi jangan, sabar, jangan ngeyel, #DiRumahAjaDulu.

Read More

Subaltern dan Pesan Si Pembakar Jerami

Posted On: 2020-03-12 15:50:00 Read: 2555 time(s)


...tidak ada sistem, pun aparat dan pejabat, yang berpihak pada orang miskin. Semua ini terjadi karena negara tidak pernah peduli.

Read More

Jejaring Sejarah Meruwet

Posted On: 2020-03-05 16:17:03 Read: 697 time(s)


Pada abad XXI, kita berjarak jauh dari masa-masa pembentukan sejarah sulit terlacak dan terjelaskan. Tumpukan buku sejarah untuk dipelajari terus meninggi saat kesanggupan membaca cenderung menurun

Read More

9 Buku Terlaris di Bulan Februari

Posted On: 2020-02-29 19:46:40 Read: 1228 time(s)


Tak ayal, jika membaca adalah salah satu cara menghindari kebohongan dan senantiasa berjalan pada keyakinan akan kebenaran.

Read More

Hawa, Feminitas, dan Masa Depan

Posted On: 2020-02-20 15:34:45 Read: 1770 time(s)


Di tengah krisis ekologi akibat eksploitasi kapitalisme—ini sistem yang maskulin—feminitas adalah jawaban untuk mengatasi krisis dengan memanfaatkan esensi sifat alam yang terkandung di dalamnya, dengan memanfaatkan potensialitasnya melampaui bahasa manusia untuk bisa berkomunikasi dengan alam.

Read More
Blog Search



Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by