Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Buruh, Serikat, dan Politik Butir Butir Kearifan Para Raja Di Tanah Jawa

Business Model and Business Plan di Era 4.0

Indra Mahardika Putra
Description
buku ini bisa hadir di tangan Anda dan memberikan ilmu yang bermanfaat, khususnya di ranah bisnis dan entrepreneurship.
Stock: Tersedia

#TalkLessReadMore lihat promo di bawah:


Kategori : Umum

Di tengah perkembangan zaman 4.0 yang semakin maju ini, teknologi informasi memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis dan usaha. Hal ini pun membuka peluang lebar bagi para calon pebisnis dan pengusaha muda untuk pertama kalinya mengepakkan sayap mereka di dunia bisnis… Selain itu, buku yang bertajuk Business Model and Business Plan di Era 4.0 ini juga dapat menambah pengetahuan serta wawasan kepada Anda (para calon pebisnis sukses) dalam bidang usaha ekonomi dan metode-metode tepat untuk mengelola suatu usaha di Indonesia. Sebab, menjadi seorang pebisnis dapat membantu perkembangan ekonomi negara tercinta ini, sehingga bisa menghadapi persaingan industri 4.0. Semoga, buku ini bisa hadir di tangan Anda dan memberikan ilmu yang bermanfaat, khususnya di ranah bisnis dan entrepreneurship. 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : 9786237324548
Ketebalan : 312 hlm | Bookpaper
Dimensi : 15 x 23 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2020
Stock: Tersedia
Penerbit: Quadrant
Penulis: Indra Mahardika Putra
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by