Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Dari Petani Lokal Ke Pasar Global Dari Sierra Maestra Menuju Havana

Dari Reformis Hingga Transformatif

Ahmad Nur Fuad
Description
Karya ini menembus corak pemikiran yang dialektis dalam komunitas epistemik dan blok historis yang dinamis, tidak semata pada level pemikiran formal, tetapi juga yang berkembang di kalangan “non-governing elite”.
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 15% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: dirumahaja 

 Pembelian : Diskon 25% Off all item min beli: 3 buku. Kode kupon: bacadulu

 Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000

 Special Offer: Diskon 20% + Bonus Notes 


Kategori : Sosial dan Politik

Karya ini menembus corak pemikiran yang dialektis dalam komunitas epistemik dan blok historis yang dinamis, tidak semata pada level pemikiran formal, tetapi juga yang berkembang di kalangan “non-governing elite”.

Tipologi pemeikiran keagamaan ulama periode pertengahan disebut sebagai ortodoks. Ortodoks pemikiran keagamaan dikontruksi oleh relasi religio-intelektual ulama yang membentuk komunitas epistemik atau blok historis dapat dinyatakan sebagai dsikontinuitas historis dan epistemik dari reformisme atau liberalisme, tetapi pada saat yang sama mencerminkan kontinuitas dari tendensi purifikasionis juga tumbuh pada setiap masa.

Judul Buku: Dari Reformis Hingga Transformatif
Penulis: Dr. Ahmad Nur Fuad
Penerbit: Intrans Publishing, 2017
Kategori: Politik
Dimensi: 15x23 cm l Softcover
Tebal: 274 hlm l Bookpaper
Harga Normal: 75.000
Harga Diskon: 63.750


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
Ketebalan : 274 hlm l Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2015
Stock: Tersedia
Penerbit: Intrans Publishing
Penulis: Ahmad Nur Fuad
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by