Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Dunia Tanpa Hak Cipta Nicotine War: Perang Nikotin dan Para Pedagang Obat Menuntut Keadilan

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial Politik
ISBN : Irfan Afifi
Ketebalan : x+190 hlm | HVS
Dimensi : 14x20 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: 4
Penerbit: Insist Press
Penulis: Iswan Kaputra dkk
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa