Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Dendam Sejarah Dengarlah Nyanyian Angin

Hari ini kita menyaksikan dengan begitu gamblang krisis di negeri ini di sektor agraria dan ekologi. Di berbagai tempat sumber daya alam diperas habis‐habisan untuk kekayaan segelintir orang, baik yang berasal dari negeri sendiri maupun dari negara lain. Konflik tanah merajalela di berbagai tempat. Petani digusur, ditembak, diteror, dikriminalisasi, dan kadang juga dibunuh. Hutan digunduli. Agenda reforma agraria tidak lagi merujuk pada UUPA 1960 (Undang‐Undang Republik Indonesia No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok‐Pokok Agraria). Pasal 33 UUD 1945 diabaikan.

Masyarakat adat tidak dibiarkan hidup dengan tenang. Harga tanah semakin gila‐gilaan. Kaum miskin kota terancam penggusuran. Sementara arus investasi terus digenjot dan pem‐ bangunan infrastruktur yang bakal mempercepat proses akumulasi kapital dijadikan program utama. Presiden, kabinet, anggota DPR terus berganti, tapi visi pembangunan tak pernah beranjak dari developmentalisme. Padahal pada skala global, daya tahan bumi dalam menahan laju eksploitasi semakin mendekati batasnya. Dengan adanya buku ini, jemaat maupun pemimpin Kristen tidak perlu ragu lagi untuk menerjunkan diri dalam perjuangan untuk keadilan agraria di bumi pertiwi.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial Politik
Harsutejo x + 102 hlm | HVS
Penerjemah : Harsutejo
Ketebalan : x + 102 hlm | HVS
Dimensi : 14,5 x 20,5 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: 29
Penerbit: Ultimus
Penulis: Komunitas Aleut
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa