Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
DILARANG GONDRONG! Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970an DISKURSUS

Menurut Sartre, manusia adalah kebebasan. Tidak cukup kalau dikatakan bahwa manusia sekadar mempunyai kehendak yang bebas. Tidak cukup pula kalau dikatakan bahwa kebebasan merupakan salah satu ciri atau sifat manusia. Manusia adalah kebebasan itu sendiri. Karena alasan itu pula manusia tak mempunyai kodrat dan esensi. Seandainya manusia mempunyai kodrat atau esensi, maka manusia tak memiliki kebebasan.

Buku berjudul ‘Dinding’ ini adalah kumpulan cerita pendek karya Sartre yang banyak membicarakan suasana psikologis individu dan kehidupan sosial. Dalam cerpen berjudul “Dinding”, Sartre dengan piawai menggambarkan suasana psikologis manusia saat mengetahui dirinya segera menghadapi kematian. 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sastra Terjemahan
Dwi Margo Yuwono x + 310 hlm | Bookpaper
ISBN : Adhe
Penerjemah : Dwi Margo Yuwono
Ketebalan : x + 310 hlm | Bookpaper
Dimensi : 13x19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Octopus
Penulis: Jean-Paul Sartre
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by