Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Turki yang Sekuler Zarathustra Nietzsche

Dalam buku ini Harwintha Y. Anjarningsih mengupas tuntas disleksia perkembangan atau disleksia yang terjadi pada anak dari sudut Bahasa. Dengan Bahasa yang lugas dan mengalir, doctor neurolinguistik dari Rijksuniversiteit Groningen (Belanda) ini mendiskusikan disleksia secara jelas, ringan dan ringkas. Orang tua, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat dengan mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.

Dalam buku ini, akan dibahas beragam tema terkait disleksia: definisi disleksia, hubungan disleksia dengan berbagai kemampuan Bahasa pada anak sebelum dan setelah masa bersekolah, efek psikologis yang dapat muncul dari disleksia, dan kapan dan bagaimana intervensi dapat dilakukan. Yang sangat membedakan buku ini dari buku sejenis tentang disleksia adalah pembahasannya tentang disleksia pada pembaca bahasa Indonesia yang berdasarkan pada keahlian penulis, riset pribadinya dan temuan-temuan pada kelompok riset gangguan berbahasa di fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Buku ini bagaikan oase di padang gurun, masih sangat sedikit kelompok riset yang mengkaji disleksia pada bahasa Indonesia secara intensif. Padahal, banyak kebutuhan di masyarakat untuk informasi berbasis bukti ilmiah terkait hal ini.

Anda yang mencari informasi ilmiah dan praktis edukasional terkait disleksia pada anak-anak di Indonesia, wajib membaca buku ini. Para Ibu dan Ayah yang ingin mengetahui apa itu disleksia dan mencari solusi praktis untuk mewujudkan kemampuan potensial putra-putrinya, buku ini sangat direkomendasikan.

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
ISBN : 9786024337193
Ketebalan : 113 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Buku Obor
Penulis: Harwintha Y. Anjarningsih
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by