Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Estetika Marxis

Wishlist
Stock: Out of Stock
Jumlah:

Pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai seni untuk seni dan seni untuk rakyat mengambil bentuk polemikal hingga sekarang. Seni untuk seni diidentikkan dengan estetika kelas borjuis, sedangkan seni untuk rakyat identik dengan estetika Marxis. Namun, dalam buku ini, benarkan apa yang ditulis oleh Henri Arvon mengenai estetika Marxis sesuai dengan prinsip-prinsip Marxis? Ya, sepakat atau tidak sepakat, membaca buku ini akan sungguh mengasyikkan dan menambah wacana kita tentang seni dan Marxisme.

Sebuah estetika humanis, menurut Arvon, telah dibicarakan oleh Marx di dalam Capital; Marx bicara mengenai sifat seni sebagai kerja kreatif. Ketika Marx beribicara (dalam Capital I, bab 5) tentang esesnsi kerakter kerja manusia, dengan membandingkan antara kerja seorang arsitek dan lebah, adalah bahwa, di dalam sistem kapitalisme, seorang arsitek dibutuhkan semata-mata sebagai buruh, bukan sebagai seorang seniman. Gagasan bahwa semua kerja yang tidak teralienasi adalah suatu kerja kreatif, dan oleh karenanya secara intrinsik dikategorikan sebagai kerja seni, menyediakan basis bagi estetika humanis yang akan berhasil mendemistifikasi seni dengan melihat kesejarahannyadalam perkembangan dan sparasinya dengan aktifitas-aktifitas lain.

Dengan gaya akademisi Perancis yang jernih dan sederhana, Arvon menganalisa perkembangan utama sejarah estetika Marxis sejak dari Marx dan Engels. Tulisan-tulisan Marx dan Engels diterangkan dalam kaitannya estetika Hegelian maupun dengan kontroversi-kontroversi artistik pada periode tersebut. Pendekatan yang sama ia terapkan ketika mengurai Lenin, Trotsky, Plekanov, V.G. Belinsky, N.G. Chernyshevsky, dan pemikir-pemikir estetika revolusioner lainnya.

Selamat Membaca dan Berbahagialah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Agama dan Filsafat
Ketebalan : 124 hlm | HVS
Dimensi : 13x19 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Resist Book
Penulis: Henri Arvon
Berat : 200 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by