Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
12 Tokoh Etika Abad Ke-20 Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme

Etika Abad Kedua Puluh 12 Teks Kunci

Franz Magnis-Suseno
Description
Buku ini mengantar pembaca ke dalam kemajemukan pendekatan filsafat moral kontemporer, sekaligus memungkinkan pembaca mencicipi cara berpikir beberapa filosof terbesar abad ke-20.
Stock: Tersedia

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:


Kategori : Agama dan Filsafat

Dalam buku ini disajikan terjemahan 12 teks kunci etika abad ke-20, di antaranya dari Sartre, Levinas, Iris Murdoch, Habermas, dan Rorty. Buku ini melengkapi buku 12 Tokoh Etika Abad ke-20 terbitan Kanisius dari penulis yang sama. Setiap teks diberi pengantar cukup terinci yang menjelaskan garis besar pemikiran tokoh yang bersangkutan maupun pokok gagasan dalam teks yang diterjemahkan. Buku ini mengantar pembaca ke dalam kemajemukan pendekatan filsafat moral kontemporer, sekaligus memungkinkan pembaca mencicipi cara berpikir beberapa filosof terbesar abad ke-20.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Agama dan Filsafat
ISBN : 9789792110526
Ketebalan : 302 hlm | HVS
Dimensi : 15 x 23 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2019
Stock: Tersedia
Penerbit: Kanisius
Penulis: Franz Magnis-Suseno
Berat : 400 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by