Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Filantropi Islam Fikih untuk Keadilan Sosial Filosof Juga Manusia

Melalui sinema yang diklaim sebagai "film sejarah" rezim Orde Baru mengkonstruksikan format relasi sipil-militer, memberi legitimasi historis yang mungkin artifisial terhadap dwifungsi ABRI serta memperkuat cengkeraman kekuasaan Soeharto dengan penonjolan-penonjolan perannya semasa revolusi fisik 1945-1949.

Buku ini berisikan kajian semiotik atas tiga " film sejarah" yakni Enam Djam di Jogja, Janur Kuning, dan Serangan fajar. Dari ketiga film tersebut akan terlihat betapa media film sangat efektifuntuk membangun citra bagi kekuasaan. Peran militer dilukiskan begitu ideal dalam menjalin hubungan dengan masyarakat sipil, justru ketika secara mencolok terjadi marjinalisasi peran kaum sipil (baik rakyat jelata maupun para diplomat yang berjuang di meja perundingan) dalam proses mempertahankan kemerdekaan.

Suatu "hiperbolisasi sejarah" bisa dilakukan melalui media film. Namun sebuah teks sejarah akan diuji oleh sejarah itu sendiri. sejarah yang hiperbolistidak lebih dari sebaris teks advertensi kekuasaan yang kosong tanpa isi.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial Politik
Ketebalan : 300 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia, 2017
Stock: Out of Stock
Penerbit: Jalan Baru Publisher
Penulis: Budi Irawanto
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa