Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Filsafat Ilmu Fisis Filsafat Ilmu Pengetahuan - Telaah Analitis, Dinamis, dan Dialektis

Di kala ilmu membawa kehancuran,

apa gunanya kita berpengetahuan

Di kala ilmu tidak membawa perubahan,

percuma saja kita hidup meniti jalan

sebuah jalan merenda kekalutan

merajut kengerian

(merenda-rajut oase kearifan, 2003)

 

Selama ini nilai kebenaran universal ontologis yang bersifat interdisipliner dan multidisipliner, dan juga nilai keadilan etis, tidak dipertanggungjawabkan dalam perilaku oleh manusia-manusia yang berkompetensi di dalamnya. Nilai-nilai ontologis, epistemologis dan khususnya nilai etis, tidak tumbuh di dalam kehidupan manusia dan masyarakatnya. Bahkan kehidupan cenderung menjadi kejam dan eksploitatif serta penuh dengan perilaku kriminal.

 

Pada dasarnya, ilmu pengetahuan itu sendiri tidak bebas nilai. Artinya, ia tergantung kepada pelaku atau subjek yang mengendarainya. Ilmu pengetahuan itu akan bernilai positif dan membawa manfaat jika dikerjakan dan dikendarai oleh orang yang bertanggung jawab secara moral dan keilmuan untuk menyejahterakan manusia. Sebaliknya, jika ilmu pengetahuan itu jatuh ke tangan orang yang serakah dan tidak punya tanggung jawab secara universal terhadap kesejahteraan manusia lain, maka ilmu pengetahuan itu pun menjadi bebas nilai. Sikap tersebut akan sangat membahayakan kelangsungan eksistensi manusia dan seluruh makhluk "mayapada ini.

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Agama dan Filsafat
ISBN : Ilyya Muhsin
Ketebalan : 156 hlm l HVS
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: 6
Penerbit: Ar-Ruzz Media
Penulis: Suparlan Suhartono
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa