Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Bayang Bayang Intervensi Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century

Banyak suara meragukan keabsahan hasil Pemilu dan Pilpres 2009. Mulai dari kecaman terhadap kecurangan Daftar Pemilih Tetap (DPT), surat suara palsu sampai dengan penggunaan sistem komputerisasi International Foundation for Electoral System (IFES) yang dipasok dari Amerika Serikat. Anehnya, ketika isu seputar dugaan penyelewengan pengadaan teknologi informasi Pemilu dan Pilpres 2009 ramai dibicarakan, mendadak bom meledak di hotel Ritz Carlton dan Marriot pada 17 Juli 2009. Buntutnya, isu kecurangan Pemilu dan Pilpres beralih ke isu terorisme.

Sepertinya, pengalihan isu menjadi tren politik yang marak terjadi selama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengusutan terhadap sejumlah kasus nasional yang melibatkan lingkaran kekuasaan, selalu menguap di tengah jalan.

Mengapa pemerintah terkesan setengah hati untuk membongkar borok-borok aparat, birokrat, dan "kerabat" orang nomer satu di republik ini? Pertanyaan itu spontan menjadi buah bibir. Setiap kritik pedas yang mampir ke telinga SBY dibalas dengan ekspresi kegerahannya di depan sorotan kamera. Salah satu contohnya ketika WikiLeaks menyebarkan bocoran-bocoran kawat diplomatik AS kepada koran The Age dan Sydney Morning Herald. WikiLeaks menyebutkan bahwa SBY telah menyalahgunakan kekuasaan dan Ani Yudhoyono diindikasikan telah memperkaya diri leway koneksi-koneksi politiknya. Kabar dari WikiLeaks itu terang saja membuat publik tanah air kian berspekulasi, benarkah SBY telah membangun dinasti keluarga "Cikeas"?

Buku Cikeas Kian Menggurita berisi penelusuran investigasi terhadap isu miring yang menimpa keluarga besar SBY serta orang-orang dekatnya. Pembongkaran kasus-kasus yang menyeret poros istana ini ditelisik dengan mengendapkan fakta-fakta objektif. Tak berhenti hanya di situ saja, bukti-bukti yang belum terpublikasi seputar skandal Bank Century dan kasus pengadaan perangkat teknologi Pemilu dan Pilpres 2009 yang mencoreng sejarah demokrasi Indonesia disoroti secara tajam dalam buku ini.

“Saya melihat, sebagian besar yang dituliskan oleh George Aditjondro sebenarnya berada pada wilayah yang memang ‘sulit’ dibuktikan karena berada pada wilayah yang tidak seorang pun mau bekerja untuk membuktikannya. Makanya, jika mengutip Sosan Suntang bahwa “every write has a address”, saya kira buku ini pun sangat jelas ‘alamat’ atau tujuannya. Menantang siapa saja untuk membuktikannya, termasuk pihak-pihak yang disebutkan di dalm buku ini.” – Zainal Arifin Muchtar, Direktur pusat kajian Anti Korupsi UGM

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
ISBN : Antonius Sigit Suryanto
Ketebalan : 204 hlm | Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Galang Press
Penulis: George Junus Aditjondro
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by