Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Cikeas Kian Menggurita Iblis Tidak Pernah Mati

Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century

“bahwa korupsi di negeri ini sudah jauh melampaui batas toleransi, tidak ada yang meragukan, tetapi bagaimana melawannya, kita belum menemukan cara yang paling efektif. Aparat penegak hukum dapat menjadikan buku ini sebagai salah satu pintu masuk untuk melihat korupsi yang telah menggurita ke mana-mana. Tanpa keberanian luar biasa, akan sangat sulit bagi Indonesia untuk mengucapkan sayonara kepada perbuatan hitam yang bernama korupsi itu.” –Ahmad Syafii Maarif (Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah)

“George Aditjondo tidak pernah lelah memetakan relasi patronase politik dan bisnis di tanah air dari satu rezim ke rezim yang lain. Spirit ini hanya dimiliki oleh mereka yang betul-betul memahami bagaimana bahanya state capture yang menghisap perekonomian kita. Fenomena ini bukan khas Indonesia saja, yang sekarang mungkin juga tidak dalam tingkat predatory corruption di era Soeharto, bisa juga terjadi di negara demokrasi maju sekalipun. Hanya memang terus diperangi, dan jangan sampai membangun kleptokrasi, supaya betul-betul sumber daya ekonomi nasional dinikmati oleh rakyat banyak.” –Teten Masduki, Sekertaris Jendral Transparency Internasional Indonesia (TII)

“Dalam buku ini, George J.Aditjondo kembali membongkar jejaring kolusi, korupsi, dan nepotisme yang melibatkan pembantu, kerabat, dan orang dekat presiden. Menurut saya buku ini justru harus dibaca oleh Presiden agar dapat melihat dari sudut lain bagaimana kekuasaan yang ada padanya bisa dengan mudah jatuh ke dalam kubangan korupsi.” –Danang Widoyoko, Koordinator Indonesia Corruption Wath (ICW)

“George Aditjondro yang saya kenal adalah sosok gabungan wartawan, akademisi, sekaligus aktivis. Dengan ketelitian dan disiplin seorang akademisi, ia mampu membangun argumentasi ilmiah. Dengan naluri wartawan, ia bisa melakukan investigasi dan merekonstruksi fakta berdasarkan mosaik berita media yang tampaknya biasa dan sudah tersebar di publik. Naluri aktivis kian melengkapi dirinya untuk membangun sikap kritis, pada kekuasaan. Ia membedah praktek KKN dan jaringan di seputar kepresidenan. Dari Presiden Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, hingga Megawati Soekarnoputri. Kini ia kembali menohok kekuasaan. Barangkali kita semua patut berdebar-debar, menunggu reaksi apa yang akan muncul dari isi buku ini…” –Yosep Adi Prasetyo, Komisioner Subkomisi Pendidikan dan Penyuluhan KOMNAS HAM


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
ISBN : Sigit & Intan
Ketebalan : 183 hlm | Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Galang Press
Penulis: George Junus Aditjondro
Berat : 200 gram
Product Tags:

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by