Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Gandhi Manusia Bijak Dari Timur Garis Waktu Sebuah Perjalanan Menghapus Luka

Gara-gara Ahok dari Kegaduhan ke Kegaduhan

Ismantoro Dwi Yuwono, dkk
Stock: Tersedia

Kategori : Tokoh dan Sejarah

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membawa image baru akan sosok birokrat. Ahok muncul dengan gaya bicara yang lugas serta tingkah yang kontroversial (menimbulkan perdebatan/pertentangan). Ahok seakan menggugat kemapanan dan bobroknya birokrasi selama ini. Ia tak segan-segan memberikan nomor pribadinya untuk pengaduan langsung berbagai permasalahan yang tak kunjung beres. 

Dengan bicara ceplas-ceplos yang kerap mengundang kritikan dari berbagai pihak, tak dapat dipungkiri sering mengungkap sesuatu kebenaran. Meski demikian, terkadang logika yang ada di kepala Ahok juga sulit dipahami. Gaya berkomunikasi Ahok yang terkesan urakan, dan sikut sana sini itulah yang kemudian membuatnya kerepotan. 

Buku ini berupaya mengungkap berbagai sisi "hitam-putih"-nya Ahok. Sosok kontroversial yang dipuja dan dihujat. Inilah Ahok.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Ketebalan : xvi+356 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14.5x21 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Media Pressindo
Penulis: Ismantoro Dwi Yuwono, dkk
Berat : 400 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by