Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Geertz dan Para Koleganya Gelas-gelas Retak - Trilogi Catatan Harian Aktivis PNI dan Tragedi 1965

Gelandangan di Kampung Sendiri

Detail

Kategori : Sastra dan Budaya
Ketebalan : 304 hlm l Bookpaper
Dimensi : 13x20 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Bentang Pustaka
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Berat : 0.30 Kilo

Description Gelandangan di Kampung Sendiri

Rasa-rasanya, para pejabat sering salah sangka terhadap rakyat dan dirinya sendiri. Mereka menyangka bahwa mereka adalah atasan rakyat, sementara rakyat mereka kira bawahan. Mereka merasa tinggi dan rakyat itu rendah. Maka, mereka merasa sah dan tidak berdosa kalau memaksakan kehendak mereka atas rakyat. Mereka membuat peraturan untuk mengatur rakyat karena merasa merekalah yang berhak membuat peraturan. Rakyat hanya punya kewajiban untuk menaatinya.

Inilah tatanan dunia yang dibolak-balik. Bukankah hak atas segala aturan berada di tangan rakyat? Kalau rakyat tidak setuju, itu berarti bos tidak setuju. Hamba sahaya harus punya telinga selebar mungkin untuk mendengarkan apa kata juragannya. Maka menjadi aneh jika rakyat terus menerus diwajibkan berpartisipasi dalam pembangunan.

Karena rakyatlah pemilik pembangunan.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Rekomendasi Bacaan Serupa