Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Gemar Rapi Metode Berbenahnya Indonesia Gender dan Inferioritas Perempuan

“Kita akan berjuang bersama sampai titik darah penghabisan. Jangan pernah ada prajurit Kedaton Wetan yang menyerah kepada musuh. Lebih baik mati dalam medan pertempuran dengan gagah perkasa, daripada merendahkan derajat dan harga diri kita dengan menghamba kepada Kedaton Kulon.”

 

Pasca Mahapatih Gajah Mada moksa, Kerajaan Majapahit mulai kehilangan pengaruh dan wibawanya. Kerajaan-kerajaan kecil yang menjadi bawahannya pun mulai menyatakan ingin memisahkan diri.

 

Selain itu, ketidaktegasan Prabu Hayam Wuruk dalam memerintah, membuat seolah-olah ada “dua matahari” dalam pemerintahan di Kerajaan Majapahit, yaitu Prabu Hayam Wuruk Sri Rajasanagara sendiri di Kedaton Kulon yang beribu kota Wilwatikta atau Trowulan dan Bhatara Parameswara Sri Wijayarajasa, paman sekaligus mertua Raja, di Kedaton Wetan dengan ibu kota Pamotan. Majapahit pun terbelah menjadi dua kekuatan: Kedaton Kulon dan Kedaton Wetan.

 

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 150.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa Rp.7000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Novel dan Sastra
ISBN : 9786022553168
Ketebalan : 510 hlm l Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2013
Stock: 9
Penerbit: Diva Press
Penulis: Wahyu H.R.
Berat : 500 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa