Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Guru Mendidik itu Melawan

Wishlist
Stock: Out of Stock
Jumlah:

Sudah terlalu lama guru berdiam diri terhadap apa yang dihadapinya. Walaupun UU Guru telah hadir, itu bukan jaminan kebebasan dan kesejahteraan guru. Profesi guru bukan hanya kurang dihargai tapi juga kerapkali dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi dan politik.

Kini saatnya guru kembali bahwa mengajar bukan hanya memindahkan pengetahuan, tetapi juga mendidik perlawanan. Wahai guru, jadikan siswa-siswamu orang yang tak hanya menghargai pengetahuan namun juga menghargai pekerjaanmu sebagai guru. Buatlah sistem pembelajaran yang mengenalkan realitas sosial, bukan sekedar melatih tipu menipu.

Guru, masa depan bangsa ini ada di pundakmu. Jangan sampai kau lahirkan murid yang kelak menjadi penjahat kemanusiaan atau koruptor. Sudah lama bangsa ini merindukan guru yang mampu melahirkan siswa yang memiliki empati, kepedulian dan tanggung jawab sosial.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Gerakan Sosial
Ketebalan : xii + 206 hlm | HVS
Dimensi : 15x21 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Resist Book
Penulis: Eko Prasetyo
Berat : 300 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by