Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Guru Sejati Jalan untuk Menemukan Kemurnian Abadi di Antara Kekotoran Duniawi

Wishlist
Stock: Tersedia
Terjual : 2
Jumlah:

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:

Info Pengiriman: 
Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020
Pembelian : Diskon 25% Off all item tanpa syarat. Kode kupon: radicalmay
Pembelian : #RadicalMay Book Fair disc up to 50%
Pengiriman: Kirim ke seluruh pulau Jawa Flat Rp.5000


Hakikat guru sejati memang tidak pernah habis diperbincangkan. Diri kita selalu ada penasihat spiritual, yaitu guru sejati agar tidak keliru dalam tindakan. Manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang pelik, menantang, dan menggoda. Hidup manusia senantiasa bergulat dari masalah ke masalah, sehingga butuh penasihat (juru penerang). Maka, guru sejati dapat menjadi pelita hati, yang memberikan lampu hijau, lampu kuning, dan lampu merah sebelum manusia bertindak.

Namun demikian, polesan hidup sering membuat diri abu-abu, bahkan sampai remang-remang. Di kegelapan batin itu, guru sejati tetap teguh. Oleh sebab itu, banyak orang yang telah berbuat kotor, selingkuh, mencuri, bohong, korupsi, dan lain-lain akhirnya bertekuk lutut, bertobat. Tobat adalah jalan kembali ke fitrah. Fitrah adalah potret jati diri.

Lewat buku ini, pembaca diajak menghayati diri dari sisi kejawen. Kejawen mengajarkan berbagai hal lewat juru penerang guru sejati. Tanpa guru sejati, hidup manusia akan kehilangan arah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Berat: gram

Kategori : Agama dan Filsafat
ISBN : 9789791683623
Ketebalan : viii+236 hlm | Bookpaper
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia, 2014
Stock: Tersedia
Penerbit: Narasi
Penulis: Suwardi Endraswara
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by