Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Identitas dan Kenikmatan Ideologi Pancasila

“Video game merupakan medium yang menjadi dewasa dengan begitu cepat dibandingkan dengan banyak media lainnya. Namun, masih banyak yang menganggapnya sebagai mainan anak-anak belaka. Buku ini sukses menyajikan pandangan kritis dan cerdas mengenai medium ini. Tidak saja bisa membuka mata kita tentang potensi yang dimiliki video game, tapi juga tentang agaimana kita dapat menikmatinya dari sudat pandang yang berbeda.” Fahmi Hasni, Editor Tech in Asia Indonesia

Buku ini berusaha merangkum berbagai telaah fenomena social yang terjadi karena adanya video game. Bertolak dari berbagai studi kasus yang kebanyakan remeh, para penulis mengajak pembaca untuk melihat dengan kacamata para pemikir kontemporer

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Umum
Ketebalan : xxvi+190 hlm/ookpaper
Dimensi : 14x20 cm/Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Ekspresi Buku
Penulis: Winna Wijayanti, dkk
Berat : 200 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by