Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Ilmu Jawa Kuno - Jalan untuk Bertemu Sang Guru Sejati Ilmu Neurosains Modern

Ilmu Kewarganegaraan

Cholisin
Description
Buku Pengantar Ilmu Kewarganegaraan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang berkaitan dengan demokrasi politik yang sangat dinamis.
Stock: Out of Stock

#TetapKirimBacaan lihat promo di bawah:


Kategori : Sosial dan Politik

Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu seseorang wajib mengetahui dan memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengetahuan hak dan kewajiban tersebut jelas mempunyai implikasi ke berbagai bidang kehidupan. Hal tersebut tidak dapat dicapai secara instan maupun instingtif. Adalah tugas seorang pendidik untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai bagaimana cara menjadi warga negara Indonesia yang baik, oleh karena itu pendidikan kewarganegaraan memegang peran yang amat penting.

Buku Pengantar Ilmu Kewarganegaraan ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang berkaitan dengan demokrasi politik yang sangat dinamis. Di tengah kelangkaan sumber bahan ajar yang ada, buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pokok bagi mata kuliah Ilmu Kewarganegaraan yang dikembangkan pada program studi PKn Jurusan PKn & Hukum.


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

Info Pengiriman:  Pesanan masuk tgl 21 - 27 Mei 2020 akan dikirim tgl 27 Mei 2020

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sosial dan Politik
ISBN : 9786027544628
Ketebalan : 142 hlm | Bookpaper
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Ombak
Penulis: Cholisin
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by