Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Introver Sebuah Novel Penggugat Jiwa Ironi Negeri Beras

Invasi Teluk Babi: Simbol Kemenangan Castro terhadap Amerika Serikat

Michael Gonzales
Stock: Tersedia

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 


Kategori : Tokoh dan Sejarah


Setelah menggulingkan Jenderal Fulgencio Batista dan berkuasa di Kuba, Fidel Castro segera berkunjung ke Amerika. Namun, Presiden Eisenhower enggan menemuinya. Ia lebih suka main golf, dan menyuruh Wapres Richard Nixon menerima Castro. Inside ini membuat Castro kecewa. Ia pun berpaling ke Nikita Khruschev.

Bergesernya Kuba ke orbit Soviet membuat berang Eisenhower. Maka, AS pun mengatur sebuah invasi untuk menggulingkan rezim Fidel Castro. Para pelarian Kuba dilatih CIA untuk melakukan misi pendaratan di Teluk Babi.

Bagaiamana Castro dan pasukannya menghadapi invasi yang di-backup Amerika itu? Apa yang dilakukan tentara Kuba meghadapi serangan udara dan bom napalm Amerika? Mengapa Presiden Kennedy (yang menggantikan Eisenhower) menolak melibatkan kekuatan tempur organik AS?

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Tokoh dan Sejarah
Olenka Munif 128 hlm | HVS
ISBN : Floriberta Aning
Penerjemah : Olenka Munif
Ketebalan : 128 hlm | HVS
Dimensi : 15x23 cm | Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Tersedia
Penerbit: Narasi
Penulis: Michael Gonzales
Berat : 100 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by