Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Islam Tuhan Islam Manusia Republish Islam dalam Cita dan Fakta

Islam ala Soekarno

Stock: Out of Stock

 Pembelian : Diskon 25% min beli 2 buku. Kode kupon: dirumahaja 


Kategori : Spiritual

Kritik Soekarno pada konsep "Islam Sontoloyo" jelas-jelas menempatkan ia dalam kubu pembaharuan Islam. Dengan itu, sesungguhnya ia tidak sedang memburuk-burukkan agamanya, namun berusaha mengembalikan agamanya pada esensinya yang revolusioner dan visioner.

Pribadi dan pemikiran Soekarno selalu menarik untuk dijadikan kajian. Tidak saja sebagai seorang pemimpin yang bisa mengantarkan bangsanya menuju kemerdekaan, tetapi juga sebagai penganut agama yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Prestasi Soekarno tak terhiitung banyaknya, baik di lapanga politik maupun intelektual. Gelar Waliyy ak-Amri Dharurri bi al-Syaukah didapat Soekarno dari konferensi Ulama melalui sepak terjangnya di gelanggang politik. Sedang di lapangan intelektual, berbagai gelar Doktor Honorees Cause (HC) di dapatmya dari berbagai Universitas dalam negri maupun luar negri. Salah satunya adalah gelar Doktor bidang ilmu tauhid dari Universitas Muhammadiyah Jakarrta. 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---
Kategori : Spiritual
Dimensi : 14x20 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Kreasi Wacana
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by