Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Islam Konstitusionalisme dan Pluralisme Islam Melawan Kapitalisme

Orang yang benar-benar religius adalah yang sangat sensitif terhadap penderitaan orang lain, terutama penderitaan orang-orang yang tertindas. Rasa belas kasih sangat fundamental untuk menjadi religius. Dalam tradisi agama, terutama dalam tradisi Islam, Tuhan merupakan penjelamaan Cinta Kasih. Tak Seorang pun yang bisa mengklaim sebagai orang religius yang seutuhnya jika memiliki kasih sayang dan sensitivitas terhadap penderitaan orang lain.

Al-Quran menitikberatkan empat ajaran terpenting, yang tanpa ajaran tersebut seseorang tidak dapat disebut sebagai seorang muslim yang baik. Keempatnya adalah: ‘adl (keadilan), ihsan (berbuat baik), rahmah (cinta kasih), dan hikmah (bijaksana). Orang yang hidup di masa kini harus adil, berbuat baik, cinta kasih dan bijaksana agar menjadi muslim yang sesungguhnya.

Selamat Membaca dan Merdekalah...

 


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Agama dan Filsafat
Tim FORSTUDIA xxii+263 hlm | HVS
Penerjemah : Tim FORSTUDIA
Ketebalan : xxii+263 hlm | HVS
Dimensi : 14x21 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Pustaka Pelajar
Penulis: Asghar Ali E
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat


Rekomendasi Bacaan Serupa


Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by