Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK
Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi

Negeri ini memang tidak buyar tapi sekian banyak orang telah mati, lapar, miskin dan terbuang sebagai pengungsi. Sejak Orde Baru berkuasa sebenarnaya penderitaan rakyat telah bermula dan sudah menjadi takdir sosial kalau detita itu tanpa akhir. Dulu memang negeri ini diperjuangkan oleh segelintir intelektual yang berada bersama-sama rakyat dan merasakan langsung derita yang dialami. Mereka seperti kekuatan nurani rakyat yang memiliki pendidikan dan kedudukan sosial yang lebih baik. Kaum intelektual ini tidak buta terhadap kenyataan sosial yang timpang dan tanpa ragu turun lapangan memimpin langsung perjuangan. Hari-hari ini kita menyaksikan gerbong intelektual itu berderet panjang dan melihat bagaimana kiprah mereka yang tak jarang mendukung secara fanatik rezim imperialis modal. Mereka mungkin terlambat untuk belajar sejarah dan sudah tentu enggan merasakan derita yang dirasakan rakyat. 

Tulisan ini memang menggoreskan sesuatu yang lain karena mengingatkan kembali mandat cendekiawan yang berada di tengah masyarakat terbuang. Tulisan ini menjaga kembali warisan suci tugas seorang intelektuan, yakni berjuang menegakkan dan mempertahankan martabat rakyat dari ancaman kolonialisme modal. Patut jika tulisan ini dibaca oleh semua kalangan yang rindu akan gagasan seorang intelektual organik.

Selamat Membaca dan Merdekalah...


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

Submit
Bebas Ongkir Minimal Transaksi 98.000 dan Flat Ongkir Seluruh Pulau Jawa 7.000
Pengiriman Ke
Berat: gram
Ongkos Kirim
---

Kategori : Sos-Pol
ISBN : Eko Prasetyo
Ketebalan : 388 hlm l HVS
Dimensi : 12x19 cm l Softcover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Pustaka Pelajar
Penulis: Mansour Fakih
Berat : 400 gram
Product Tags:

Rekomendasi Bacaan Serupa