Information
Lihat Trolley dan Bayar Lanjutkan Belanja
Added to Wishlist
OK

Jerat Kapitalisme atas Perempuan

Wishlist
Stock: Out of Stock
Jumlah:

Kapitalisme diperlukan, bagi kaum marxis, sebagai jembatan menuju sosialisme. Begitu pula bagi kaum perempuan, kapitalisme diperlukan untuk meruntuhkan sistem feodal/patriaki yang membelenggu mereka. Nilai-nilai kapitalisme seperti kebebasan dan kesetaraan menempatkan laki-laki dan perempuan yang sejajar.

Tapi, kapitalisme mirip pisau bermata dua, di satu sisi ia menyerang keberadaan sistem patriarki (yang notabene mengagungkan laki-laki), dan satu sisi lain, ia memperkuat dominasi laki-laki. Kapitalisme menyerang patriarki baik dalam tataran ekonomi maupun ideologi, namun tidak dengan sendirinya mengangkat derajat kaum perempuan. Buku ini menunjukkan bagaimana kapitalisme ternyata menjerat kaum perempuan dalam paradoks-paradoks, baik sebagai makhluk individu, sosial, ekonomi, budaya, maupun politik


Tulis Review
Nama anda:


Review Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Baik

25% all item. Use the code "dirumahaja" at checkout!

Berat: gram

Kategori : Sosial Budaya
ISBN : Darmawan
Ketebalan : xii+196 hlm | HVS
Dimensi : 11x19 cm | Soft Cover
Bahasa : Indonesia
Stock: Out of Stock
Penerbit: Resist Book
Penulis: C.Y. Marselina Nope
Berat : 300 gram
Product Tags:

Terakhir dilihat

Bayar dan Kirim

Find us

Tergesa berkomentar adalah kemalasan yang dibentuk lebih elegan, mereka yang ragu dan tergesa meyakini dinginnya air sungai dan berbahayanya jeram mungkin celananya tetap bersih dan kering tapi mereka tak akan pernah tiba di seberang. Tak semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini: baca buku dulu, opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran.

 

Kemampuan manusia  dalam bertahan sepadan dengan kemampuan manusia dalam membaca tanda dan fenomena. Membaca tak sekadar memuaskan hasrat, namun ia adalah napas gerak hidup. Apa pun perlu dibaca, fenomena maupun wacana. Buku tak pernah memilih pembacanya, sebab di hadapan buku kita semua sama. Ia adalah rahim pengetahuan, tempat di mana perlawanan lahir, kebodohan diberangus, dan kemerdekaan jadi suluh.

Copyright PT. Baca Aja Dulu © 2020. Web by